Mengenal Hipoalbuminemia, Ketika Tubuh Kekurangan Albumin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Darah yang mengalir dalam tubuh Anda mengandung berbagai zat protein yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Salah satu protein tersebut adalah albumin. Bila tubuh kekurangan albumin atau biasa disebut dengan hipoalbuminemia (hipoalbumin), efeknya buruk bagi kesehatan. Seperti apa bahaya yang ditimbulkan? Berikut ulasannya.

Apa itu hipoalbuminemia?

Sebelum membahas hipoalbuminemia, baiknya Anda ketahui dulu apa itu albumin. Albumin merupakan protein yang membentuk sebagian besar plasma darah dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Sekitar 60 persen plasma darah terdiri dari albumin.

Albumin dalam tubuh diproduksi oleh hati (liver). Kadar normal albumin dalam darah berkisar antara 3,5 sampai 4,5 mg/dL.

Ketika kadar albumin lebih rendah dari seharusnya, kondisi ini disebut hipoalbuminemia (kekurangan albumin). Anda harus menjalani perawatan untuk mengembalikan kadar albumin jadi normal.

Apa bahayanya kekurangan albumin?

Hipoalbumin adalah salah satu kondisi yang paling umum dialami pasien rawat inap dan sakit krisis. Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information, hipoalbumin mungkin disebabkan oleh:

1. Penurunan produksi albumin

tes serum albumin

Penurunan produksi albumin adalah penyebab yang langka pada hipoalbuminemia. Biasanya, orang dengan gangguan hati kronis mengalami penurunan jumlah albumin yang nyata. 

2. Kekurangan nutrisi

gizi kurang

Kwashiorkor, bentuk malnutrisi energi protein parah, yang terjadi pada bayi dan anak-anak menyebabkan penurunan kadar albumin karena pasokan asam amino ke hati berkurang. Kekurangan nutrisi lainnya, terutama zat besi dan seng juga bisa menyebabkan kondisi tersebut. 

Albumin yang sangat rendah atau tidak terdeteksi sama sekali mencirikan kelainan langka yang dikenal sebagai analbuminemia. Orang dengan kondisi ini biasanya dapat bertahan hidup sampai dewasa dengan kondisi normal. 

3. Peningkatan pelepasan albumin

fungsi ginjal, fungsi bagian ginjal, bagian-bagian ginjal, penyakit ginjal, pemeriksaan fungsi ginjal

Pelepasan albumin dari dalam tubuh dapat terjadi ketika Anda mengalami penyakit ginjal. Beberapa penyakit ginjal yang dapat meningkatkan pelepasan albumin dari tubuh adalah:

  • Sindrom nefrotik yang ditandai dengan kehilangan albumin dan protein melalui ginjal. 
  • Penyakit ginjal stadium akhir ditandai dengan proteinuria dan albuminuria (kondisi ketika albumin terdapat pada urin) yang nyata, lengkap dengan hipoalbuminemia. 

4. Gangguan usus

usus buntu apendisitis kronis

Enteropati (penyakit usus atau saluran pencernaan) ditandai dengan hilangnya protein, termasuk albumin, melalui saluran gastrointestinal. Kondisi ini menyebabkan hipoalbumin. 

5. Kehilangan di ekstravaskular

sel darah merah trombosit

Hilangnya albumin dari intravaskuler (pembuluh darah) ke ekstravaskuler (di luar pembuluh darah) dapat menyebabkan hipoalbumin. 

6. Luka bakar

Luka bakar dapat meningkatkan hilangnya albumin dari intravaskuler ke ekstravaskuler. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi proses pembentukan protein di hati yang menyebabkan penurunan jumlah albumin. 

7. Sepsis

sepsis adalah

Sepsis dapat menyebabkan kebocoran kapiler yang akan mengakibatkan hilangnya albumin dari pembuluh darah. 

8. Gagal jantung

gagal jantung akut

Hipoalbuminemia sering terjadi pada orang dengan gagal jantung. Kondisi ini merupakan kombinasi berbagai faktor, termasuk malnutrisi, inflamasi, kakeksia, dan masih banyak lain. Risiko hipoalbumin dengan gagal jantung meningkat pada orang dengan usia lanjut. 

Komplikasi parah yang dapat disebabkan oleh hipoalbumin adalah kolaps sirkulasi yang bisa mengakibatkan kegagalan organ hingga komplikasi serius lainnya. Kondisi ini juga kerap disebut sebagai gagal vaskular perifer, syok, atau penghentian vaskular perifer. 

Apa tanda dan gejala kekurangan albumin?

cara mengatasi pegal linu

Albumin memiliki banyak peran penting dalam tubuh, seperti menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mengangkut berbagai macam zat dan nutrisi penting bagi tubuh. Oleh karena itu, hipoalbuminemia  merupakan kondisi yang dapat menyebabkan gejala berupa:

1. Asites

Asites adalah kondisi penumpukan cairan pada rongga perut. Jika Anda sebelumnya pernah didiagnosis mengalami penyakit hati, risiko asites muncul akan lebih besar. Bila Anda mengalami gejala dengan melihat pembengkakan yang tidak normal di daerah perut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

2. Otot pegal linu

Kadar albumin yang rendah dapat berdampak buruk pada otot-otot tubuh Anda. Pasalnya, rendahnya kadar protein dalam tubuh akan memudahkan Anda untuk mengalami kelemahan dan kelelahan otot, hingga kram pada otot.

3. Pembengkakan tubuh

Hipoalbuminemia dapat menyebabkan penurunan tekanan onkotik tubuh. Tekanan onkotik sendiri merupakan tekanan yang berfungsi untuk membawa cairan ke dalam sistem peredaran darah. Tekanan onkotik yang menurun dapat menyebabkan pembengkakan di seluruh bagian tubuh atau hanya pada lokasi tertentu.

Orang dengan albumin rendah biasanya mengeluhkan kelelahan, kelemahan parah, hingga kekurangan nutrisi. Orang dengan kondisi ini biasanya datang ke rumah sakit dengan tanda-tanda penyakit yang menjadi penyebabnya, seperti diare atau anemia defisiensi besi. 

Jika albumin rendah, apa yang harus dilakukan?

Hipoalbuminemia dapat dideteksi lewat tes serum albumin dengan menggunakan sampel darah. Diagnosis kekurangan albumin juga bisa dilakukan lewat tes darah c-reactive protein dan tes urin.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di atas, jika Anda benar dinyatakan memiliki kadar albumin rendah maka dapat dilakukan pengobatan oleh dokter sesuai kondisi kesehatan Anda. 

Pengobatan kondisi ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya, karena hipoalbuminemia adalah akibat dari beberapa penyakit. Pilihan pengobatan untuk masalah albumin rendah adalah transfusi albumin. Berikut penjelasannya. 

Transfusi albumin

albumin rendah transfusi albumin

Prosedurnya hampir sama saja ketika Anda melakukan transfusi darah, yang membedakan hanya zat yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, sebenarnya Anda tidak memerlukan persiapan khusus sebelum melakukan transfusi albumin.

Albumin akan dimasukkan melalui infus dan dosisnya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pasalnya, dosis akan bergantung dengan penyakit yang diderita dan usia dari pasien. Jadi, dokter akan menyesuaikannya untuk Anda.

Mungkin, karena dimasukkan melalui infus, maka Anda harus mengalami sakit sedikit akibat suntikan jarum infus ke dalam pembuluh darah. Namun, jangan khawatir, tentu hal tersebut tidak akan berlangsung lama.

Albumin dibuat oleh pabrik, sama saja seperti obat-obatan lainnya, maka ada efek samping yang timbul setelah Anda melakukan transfusi albumin, yaitu:

  • Edema atau pembengkakan pada bagian tubuh tertentu
  • Jantung berdebar-debar
  • Sakit kepala
  • Terasa mual
  • Menggigil
  • Demam
  • Kulit gatal-gatal

Pada beberapa orang, mungkin transfusi albumin akan menimbulkan alergi. Bila Anda mengalami hal ini setelah transfusi albumin, maka jangan panik. Segera laporkan pada dokter yang menangani Anda.

Pengobatan lainnya

kacang menurunkan berat badan

Selain itu, Anda dapat menangani kondisi albumin rendah dengan melakukan langkah sederhana berikut ini:

  • Memperbaiki pola makan dengan lebih banyak mengonsumsi protein seperti kacang-kacangan, telur, ikan, produk susu.
  • Hindari/berhenti minum minuman beralkohol. Alkohol dapat menurunkan kadar protein dalam darah yang akan memperburuk kondisi Anda.
  • Bila Anda menderita penyakit ginjal, cara yang tepat dengan minum obat tekanan darah yang membantu mengurangi pelepasan albumin melalui urin. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Para perempuan tentu akan panik saat melihat adanya bercak darah padahal ia tidak sedang haid. Berikut arti dari bercak darah saat tidak sedang haid ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ketika sibuk meluangkan waktu untuk mengasuh anggota keluarga, jangan lupa untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Tidak menggunakan krim yang menyumbat saluran keringat, mungkin bisa jadi solusi. Namun tahukah Anda, ada bahan alami yang bisa mengusir biang keringat?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit