Anemia Megaloblastik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu anemia megaloblastik?

Anemia megaloblastik adalah salah satu jenis anemia yang terjadi saat sel darah merah memiliki ukuran yang lebih besar dari normal. Sel darah merah ini tidak mengalami pembelahan dan tidak berkembang secara sempurna. Alhasil, jumlah sel darah merah bisa menurun akibat sel darah tidak berkembang banyak. 

Selain sel darah yang bentuknya besar, kondisi malformasi ini menyebabkan sumsum tulang menghasilkan lebih sedikit sel. Terkadang sel darah mati lebih cepat dari waktu yang seharusnya, yaitu 120 hari normalnya. 

Sel darah anemia megaloblastik ini harusnya berbentuk cakram bulat, tapi pada beberapa kasus ada yang berbentuk oval

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Anemia megaloblastik adalah kondisi yang dapat memengaruhi pria dan wanita, keduanya punya tingkat risiko dalam jumlah yang sama. Ini dapat terjadi pada individu dari latar belakang ras atau etnis apa pun.

Sayangnya penyebab anemia megaloblastik bervariasi dan karena beberapa individu mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas (asimptomatik)yang jelas. Jadi belum diketahui pasti jumlah seberapa banyak orang di dunia yang mengalami kasus anemia ini.

Tanda dan Gejala

Apa saja gejala anemia ?

Seperti anemia pada umumnya, penderita anemia megaloblastik mengalami rasa lemas atau kurang bertenaga yang mengganggu aktivitas sehari. Namun ada beberapa variasi gejala anemia megaloblastik yang dapat terjadi. Berikut adalah contohnya:

  • Sesak napas
  • Mati rasa di setiap ujung tubuh
  • Lidah terasa membengkak
  • Diare
  • Mual
  • Keram otot
  • Kulit terlihat pucat
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan secara singkat
  • Jantung berdebar
  • Tangan dan kaki bergetar

Beberapa gejala anemia megaloblastik berhubungan dengan masalah pencernaan dapat memicu kerusakan saraf dan masalah neurologis  Jika dibiarkan dalam waktu lama kondisi anemia megaloblastik akan memicu penurunan kekuatan tulang dan perkembangan kanker lambung.

Penyebab

Apa penyebab anemia megaloblastik?

Kondisi anemia ini disebabkan karena  sumsum tulang belakang kekurangan bahan utama pembuat sel darah merah, yaitu vitamin B12 dan asam folat. Ketika sumsum tulang belakang kekurangan vitamin, fungsi organ tersebut jadi sangat terganggu. 

Sumsum tulang belakang jadi menghasilkan jumlah sel darah merah muda (retikulosit) yang berkurang, bahkan jumlah granulosit (mengandung butiran sitoplasma)dan trombosit  juga ikut berkurang. 

Alhasil, sel darah merah yang keluar dari sumsum tulang jadi abnormal. Bentuk sel darah yang keluar berukuran besar dan tidak sempurna isinya. Sel darah merah yang rusak atau tidak sempurna akan lebih cepat mati daripada sel darah yang sehat.

Karena sel darah merah berkurang banyak dari dalam tubuh, ini menyebabkan kandungan hemoglobin yang membawa oksigen pada darah dalam tubuh jumlahnya juga jadi lebih sedikit. Anda pun bisa dikatakan mengalami anemia atau kekurangan darah. 

Faktor pemicu

Apa faktor pemicu anemia megaloblastik?

Pemicu terjadinya anemia megaloblastik adalah akibat defisiensi atau kekurangan nutrisi vitamin B12 dan juga asam folat. Kekurangan kedua zat penting tersebut dapat menyebabkan sel darah merah tidak berkembang dengan sempurna.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi faktor risiko anemia karena kekurangan vitamin:

1. Kurang makan makanan mengandung vitamin B12

Kekurangan vitamin B12  bisa menyebabkan sumsum tulang belakang terganggu sampai tidak bisa menghasilkan sel darah yang sehat. Normalnya, jumlah asupan B12 kurang dari 5-7 µg/hari. Orang yang jarang makan daging merah, daging ayam, ikan, telur, dan susu, atau orang vegetarian, berisiko mengalami anemia. 

2. Kurang asupan folat 

Kurang makan sayuran hijau seperti bayam atau sawi, atau produk makanan hewani juga dapat menyebabkan tubuh defisiensi nutrisi folat. Cara masak yang kurang tepat, seperti m masak sayur pakai air yang banyak atau masak dengan suhu yang terlalu panas dapat merusak kandungan folat.

3. Malabsorbsi vitamin B12

Meskipun sudah makan makanan yang mengandung vitamin B12, Anda tetap bisa mengalami anemia megaloblastik. Hal ini disebabkan karena tubuh Anda mengalami malabsorbsi atau tidak dapat menyerap vitamin dengan baik. 

Biasanya kondisi ini dapat disebabkan karena berkurangnya protein dalam lambung yang membantu  penyerapan vitamin B12. 

Selain itu adanya kondisi penyakit autoimun, infeksi bakteri, dan infeksi cacing parasit akan membuat kadar vitamin B12 lebih sulit diserap. Secara lebih spesifik anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12 dikenal sebagai anemia pernisiosa.

4. Malabsorbsi folat

Asam folat akan sulit diserap oleh tubuh akibat beberapa faktor. Antara lain karena Anda  mengonsumsi alkohol berlebih atau sedang hamil. Hormon kehamilan biasanya dapat menyebabkan tubuh ibu jadi lebih sedikit menyerap asam folat sehingga menyebabkan anemia. 

5. Kondisi medis 

Ada beberapa kondisi medis lainnya yang bisa menjadi pemicu anemia megaloblastik, di antaranya sebagai berikut:

  • Leukimia
  • Infeksi HIV
  • Sindroma Myelodyspslatic
  • Myelofibrosis
  • Penggunaan obat anti-kejang epilepsi
  • Penggunaan obat kemoterapi

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis anemia megaloblastik?

Gejala anemia merupakan suatu gangguan yang dapat menurunkan kualitas kesehatan dan kehidupan penderitanya dari waktu ke waktu, sehingga diperlukan penanganan segera. Berikut adalah cara dokter memeriksa dan mendiagnosis anemia megaloblastik:

1. Tes darah lengkap (complete blood count)

Tes darah lengkap dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai bentuk anemia.Tes ini akan mengukur berbagai bagian dan jumlah darah Anda. 

Selain itu, dokter Anda dapat memeriksa jumlah dan penampilan sel darah merah Anda. sel darah yang bentuknya tampak lebih besar dan kurang berkembang bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki anemia megaloblastik. Dokter Anda juga akan mengumpulkan riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala Anda.

2. Tes kadar vitamin

Dokter Anda perlu melakukan lebih banyak tes darah untuk mengetahui apakah kekurangan vitamin atau tidak yang juga menjadi penyebab anemia Anda. 

Tes darah tambahan ini juga akan membantu dokter mengetahui apakah anemia Anda disebabkan karena itu kekurangan vitamin B12 atau folat. 

3. Tes Schilling 

Tes Schilling adalah tes darah yang mengevaluasi kemampuan Anda untuk menyerap vitamin B-12. Pertama Anda dianjurkan minum suplemen vitamin B12 radioaktif. Setelahnya Anda akan kencing dan sampel urin akan dianalisis oleh dokter Anda. 

Kedua,  Anda akan diinstruksikan lagi untuk minum suplemen radioaktif sama namun dikombinasi dengan protein “faktor intrinsik”. Faktor ini  dibutuhkan tubuh Anda untuk dapat menyerap vitamin B-12. Sehabis itu dokter akan meminta sampel urin Anda untuk dibandingkan dengan tes pertama. 

Hasil akan dibaca dengan beberapa ketentuan. Apabila urin tidak mengandung faktor intrinsik, ini menunjukkan bahwa tubuh Anda hanya menyerap B12 apabila dikonsumsi dengan protein faktor intrinsik. Ini menandakan bahwa tubuh Anda tidak dapat menyerap vitamin B12 secara alami.

Pengobatan

Bagaimana cara mengatasi anemia megaloblastik?

Mengobati anemia megaloblastik dapat dilakukan untuk mencegah gejala bertambah buruk dan mengatasi penyebab yang paling mendasar, penyebab yang paling mendasar adalah kekurangan vitamin b12 dan juga asam folat. 

Selain itu, rencana perawatan Anda juga dapat dilakukan tergantung pada usia dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Perawatan akan dipertimbangkan berdasarkan respons Anda terhadap perawatan dan seberapa parah penyakitnya. Berikut adalah perawatannya:

1. Menambahkan kadar dan asupanVitamin B-12

Dalam kasus anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B-12, Anda mungkin perlu suntikan vitamin B-12 setiap bulannya. Berdasarkan pertimbangan dokter dan juga kondisi anemia Anda, suntikan dapat diberikan sampai setahun penuh. 

Selain itu, suplemen vitamin b12 juga dapat diberikan dan dosisnya harus diresepkan oleh dokter.Anda juga bisa mengatasi anemia ini dengan lebih banyak makanan dengan vitamin B-12 ke dalam diet Anda. Makanan yang mengandung vitamin B-12 di dalamnya termasuk:

  • Telur 
  • Ayam 
  • Sereal yang diperkaya vitamin B12
  • Daging merah (terutama daging sapi)
  • Susu 
  • Kerang 

Beberapa orang ada yang memiliki mutasi genetik pada gen MTHFR (methylenetetrahydrofolate reductase). Gen MTHFR ini bertanggung jawab untuk mengolah vitamin B tertentu, termasuk B12 dan folat, menjadi bentuk yang dapat digunakan di dalam tubuh. 

Orang yang gen MTHFR bermutasi dianjurkan untuk menggunakan suplemen methylcobalamin tambahan untuk mencegah anemia bertambah buruk. 

2. Menambahkan asupan dan kadar folat

Anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kurangnya folat dapat diobati dengan rajin mengonsumsi suplemen asam folat oral atau harus diinfus cairan folat. 

Asupan makanan yang diubah dengan lebih banyak meningkatkan kadar folat juga dapat membantu mencegah anemia bertambah buruk. Berikut adalah beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk mengatasi anemia megaloblastik karena kekurangan folat:

  • Buah jeruk 
  • Sayuran berdaun hijau gelap
  • Kacang -kacangan
  • Biji-bijian yang diperkaya

Sama dengan defisiensi vitamin B12, orang yang mengalami mutasi MTHFR dianjurkan untuk menggunakan methylfolate tambahan untuk mencegah defisiensi folat dan risikonya.

Perawatan dan Pencegahan Dini

Bagaimana cara mencegah dan merawat kondisi anemia megaloblastik?

Orang dengan anemia megaloblastik akibat kekurangan vitamin B12 atau folat dapat mengatasi gejala-gejalanya dan merasa lebih baik dengan perawatan berkelanjutan berikut ini:

  • Banyak makan makanan kaya zat besi, seperti tahu, sayuran hijau, daging merah tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, sereal dan roti yang diperkaya zat besi.
  • Makan dan minum makanan dan minuman yang kaya vitamin C.
  • Hindari minum teh atau kopi dengan makanan Anda, karena dapat mempengaruhi penyerapan zat besi dan vitamin lainnya
  • Dapatkan cukup vitamin B12 dan asam folat dalam makanan Anda.

Kekurangan vitamin B12 dan folat bukan hanya dapat menyebabkan anemia, namun masalah kesehatan lain juga dapat terjadi. Ini dapat termasuk kerusakan saraf, masalah neurologis, dan masalah saluran pencernaan. Komplikasi ini dapat dibalik jika Anda didiagnosis dan dirawat lebih awal. 

Tes genetik tersedia untuk menentukan apakah Anda memiliki mutasi genetik MTHFR. Orang yang mengalami anemia pernisiosa juga mungkin berisiko lebih tinggi untuk melemahnya kekuatan tulang dan kanker lambung. Karena alasan ini, penting untuk mengetahui anemia megaloblastik sejak dini. 

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda melihat tanda-tanda anemia sehingga Anda dan dokter Anda dapat membuat rencana perawatan dan membantu mencegah kerusakan permanen.

 

Baca Juga:

Sumber