Bagaimana Radiasi Matahari Bisa Menyebabkan Kanker?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sehari-harinya, kulit kita terkena sinar matahari. Tanpa sadar, pada sinar matahari tersebut juga terdapat radiasi dari sinar ultraviolet (UV). Radiasi matahari pada kulit sangatlah berbahaya, bahkan mampu meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit.

Sebenarnya, sinar matahari dibutuhkan dalam pembentukan dan kesehatan tulang karena sinar matahari dapat membantu produksi vitamin D oleh tubuh. Namun, terlalu banyak paparan sinar matahari pada kulit juga dapat membawa dampak negatif. Jika kulit Anda tidak kuat dengan paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, mungkin kulit Anda akan terbakar.

Radiasi matahari dapat menyebabkan kerusakan sel

Lapisan terluar dari kulit mempunyai sel yang mengandung pigmen melanin. Melanin melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang dapat membakar kulit, mengurangi elastisitas kulit, dan dapat menyebabkan Anda mengalami penuaan dini.

Terlalu banyak dan sering kulit Anda terkena sinar matahari dapat menyebabkan kulit Anda terbakar. Sinar UV dapat menembus lapisan kulit luar dan masuk ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam lagi, sehingga dapat merusak atau membunuh sel-sel kulit. Terkena paparan sinar ultraviolet selama bertahun-tahun dapat menyebabkan Anda terkena kanker kulit.

Sinar UV dapat mengakibatkan kerusakan DNA pada sel-sel kulit. Saat sel-sel kulit sedang aktif membelah dan berkembang biak, sel-sel tersebut sangat rentan terhadap kerusakan DNA. Kerusakan DNA yang terlalu parah dapat menyebabkan kematian sel.

Namun, sebenarnya sel-sel kulit mempunyai mekanisme untuk merespon dan memperbaiki kerusakan DNA dalam sel. Jika mekanisme tersebut tidak memungkinkan perbaikan semua DNA dalam sel, maka akan terjadi kegagalan fungsi. Kegagalan fungsi sel-sel kulit dalam memperbaiki kerusakan ini dapat menyebabkan DNA dalam sel bermutasi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkontrol, transformasi sel, dan perkembangan kanker kulit.

Efek sinar ultraviolet pada kulit ini tergantung pada:

  • Jenis sinar ultraviolet, proporsi UV B dan UV A
  • Jumlah dan intensitas kulit terkena sinar ultraviolet
  • Tahap di mana sel-sel kulit sedang dalam proses pembelahan normal atau dalam pembaharuan

Pertumbuhan kanker kulit

Kanker mulai tumbuh ketika sel-sel kulit normal mulai berubah dan tumbuh tidak terkendali. Terdapat tiga jenis utama kanker kulit, yaitu melanoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel basal.

Melanoma

Melanoma berkembang di melanosit, yang merupakan sekelompok sel yang memproduksi melanin untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet. Melanoma adalah bentuk paling berbahaya dari kanker kulit, bisa berkembang dengan sangat cepat jika tidak segera diobati dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Paparan sinar ultraviolet dan kulit terbakar, terutama selama masa anak-anak merupakan faktor risiko penyakit ini. Faktor genetik dan kelemahan sistem kekebalan tubuh juga dapat berkontribusi pada penyakit ini.

Kanker kulit nonmelanoma

Kanker kulit jenis ini kurang mematikan daripada melanoma. Kanker kulit nonmelanoma ini terdiri dari karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal, serta bentuk lainnya yang lebih jarang.

Karsinoma sel skuamosa

Jenis kanker kulit ini biasanya disebabkan oleh radiasi sinar UV, tetapi juga bisa muncul pada kulit yang terbakar, rusak karena bahan kimia, atau terkena sinar-x. Kanker jenis ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Karsinoma sel basal

Merupakan jenis yang paling umum dari kanker kulit. Karsinoma sel basal dapat disebabkan oleh paparan radiasi UV dari matahari dalam jangka panjang atau dapat berkembang pada orang yang menerima terapi radiasi ketika masa anak-anak. Jenis kanker kulit ini biasanya tumbuh perlahan dan jarang menyebar ke bagian lain tubuh.

Masalah kulit lain karena radiasi matahari

Selain kanker kulit, radiasi matahari juga dapat menyebabkan keratosis aktinik dan penuaan dini. Keratosis aktinik adalah pertumbuhan kulit yang terjadi pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari. Biasanya, yang terkena keratosis aktinik adalah bagian tubuh yang sering terkena sinar matahari, seperti wajah, tangan, lengan, dan leher. Keratosis aktinik adalah faktor risiko untuk karsinoma sel skuamosa.

Penuaan dini ditandai dengan kulit menjadi tebal, berkerut, dan kasar. Paparan sinar matahari dari waktu ke waktu dapat menyebabkan hal ini terjadi. Namun, jangan khawatir, penuaan dini dapat dihindari dengan cara melindungi kulit Anda dari radiasi sinar UV.

Individu yang tidak banyak memiliki pigmen melanin dan mudah mengalami kulit terbakar harus melindungi kulitnya dari sinar UV dengan cara menutupi daerah sensitif, memakai sunscreen atau sunblock tergantung kebutuhan, membatasi waktu mereka terkena matahari, terutama antara jam 10 pagi sampai 2 siang (waktu di mana matahari sedang terik-teriknya).

Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan kulit belang, perubahan warna kulit, telangiectasis (pelebaran pembuluh darah kecil di bawah kulit), dan elastosis (kerusakan jaringan elastis dan kolagen yang menyebabkan kulit bergaris, keriput, dan kulit kendur).

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mitos atau Fakta: Sinar Matahari Mampu Membunuh COVID-19?

    Baru-baru ini beredar informasi bahwa berjemur di bawah sinar matahari dapat membunuh coronavirus alias COVID-19. Benarkah?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 02/04/2020 . Waktu baca 5 menit

    Manfaat Tanaman Mugwort untuk Kesehatan Kulit

    Mugwort mengandung vitamin serta senyawa antioksidan dan antiradang sehingga memiliki manfaat bagi kesehatan kulit. Apa saja manfaat tersebut?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Perawatan Kulit, Hidup Sehat 17/03/2020 . Waktu baca 3 menit

    Radiasi Nuklir di Serpong, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

    Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mendeteksi radiasi nuklir saat menyisir wilayah suatu perumahan di Serpong. Apa dampaknya bagi kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Berita Dalam Negeri, Berita 18/02/2020 . Waktu baca 6 menit

    5 Tips Liburan Nyaman untuk Pasien Kanker Kulit

    Siapa bilang pasien kanker kulit tidak bisa merasakan liburan seru? Yuk, simak tips untuk membuat liburan Anda aman dan nyaman!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kanker Kulit, Health Centers 15/02/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    glass skin

    5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    merawat kulit saat karantina

    Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 6 menit
    manfaat minyak biji rosehip

    8 Manfaat Minyak Rosehip untuk Kecantikan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020 . Waktu baca 5 menit
    berjemur di pagi hari

    Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit