Bolehkah Menggunakan CTM Sebagai Obat Tidur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

CTM atau klorfeniramin maleat adalah obat untuk mengobati gejala alergi. Namun, belakangan ini CTM juga dipakai sebagai obat tidur oleh banyak orang. Efek samping CTM yang dapat menyebabkan kantuk membuat orang yang susah tidur beranggapan dapat menggunakan obat ini untuk membantu tidur. Artinya, penggunaan obat ini untuk tidur bukanlah hal yang seharusnya. Lalu, apakah aman menggunakan CTM sebagai obat tidur?

Apa itu CTM?

CTM adalah salah satu obat yang bisa digunakan untuk mengobati reaksi alergi, termasuk anafilaksis. Selain itu, obat CTM juga dapat digunakan untuk menyembuhkan pilek, rhinitis, atau alergi yang berhubungan dengan saluran pernapasan lainnya. Obat ini merupakan obat yang mengandung antihistamin, sehingga dapat menghentikan kerja histamin dalam tubuh yang dapat menimbulkan reaksi alergi.

Apakah CTM termasuk obat tidur?

CTM bukan termasuk obat tidur. Walaupun efek samping CTM adalah kantuk setelah meminumnya, namun CTM tidak tepat digunakan sebagai obat tidur. Penggunaan CTM untuk obat tidur termasuk salah satu penyalahgunaan obat.

Jika Anda mengalami gangguan tidur, mungkin yang salah adalah dari gaya hidup Anda. Misalnya, minum kopi beberapa jam sebelum tidur yang membuat Anda tidak bisa tidur atau waktu tidur Anda terlambat dari waktu biasanya Anda tidur.

Jadi, jangan terburu-buru minum obat saat Anda mengalami gangguan tidur. Jika masalah tidur yang Anda alami sering terjadi dan mengganggu keseharian Anda, sebaiknya konsultasikan masalah tidur Anda ke dokter. Dokter akan meresepkan obat tidur yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apa efek samping CTM sebagai obat tidur?

Walaupun sebagian besar obat tidur juga mengandung antihistamin (seperti yang ditemukan pada CTM), namun penggunaan CTM sebagai obat tidur tetap kurang tepat. Lagipula, semakin lama Anda menggunakan CTM sebagai obat tidur, maka semakin kecil kemungkinannya CTM tersebut dapat membuat Anda mengantuk.

Mengapa? Karena toleransi tubuh Anda terhadap efek sedatif (menenangkan dan membuat kantuk) antihistamin dapat berkembang dengan cepat. Akibatnya, Anda mungkin akan mengambil CTM dalam dosis yang lebih banyak lagi dan lagi untuk membuat Anda mengantuk. Tentu, hal ini tidak baik dan dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

Dosis dalam sekali minum CTM untuk orang dewasa adalah 4 mg/ hari. Sedangkan, batasan penggunaan CTM dalam sehari adalah maksimal 24 mg/ hari. Jika Anda mengambil CTM dalam dosis yang lebih dari batasan anjuran, efek samping mungkin akan terjadi.

Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan CTM adalah:

  • Pusing
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering
  • Sembelit
  • Penglihatan kabur
  • Detak jantung lebih cepat dan tidak beraturan
  • Merasa gugup atau gelisah
  • Perubahan suasana hati
  • Tremor atau kejang
  • Tubuh mudah memar atau berdarah
  • Sesak napas
  • Buang air kecil lebih sedikit atau tidak sama sekali

Jika Anda merasakan efek samping tersebut, sebaiknya hentikan penggunaan CTM dan segera periksakan diri Anda ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Tidak selamanya hidung berair atau meler merupakan tanda Anda sedang sakit flu. Berikut penyebab hidung sering meler yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
penyebab hidung meler
Batuk, Health Centers 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Ingin Warnai Rambut? Hati-hati, Kenali Dulu Gejala Alergi Cat Rambut

Alergi cat rambut terkadang dapat berakibat fatal. Ini sederet gejala alergi yang harus Anda waspadai sebelum menggunakan cat rambut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit
obat semprot hidung alergi

Benarkah Obat Semprot Hidung Ampuh Mengatasi Gejala Alergi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit