Cetirizine untuk Anak: Dosis dan Cara Pakainya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Alergi biasanya muncul pada anak. Anda sebagai orangtua mungkin khawatir ketika anak gatal-gatal secara tiba-tiba, kulitnya menjadi kemerahan, bengkak, atau muncul gejala alergi yang lain. Anda pun mungkin tidak tahu apa yang menyebabkan anak menjadi alergi. Namun, jangan khawatir. Anda bisa mengobatinya dengan obat cetirizine. Lalu, bagaimana penggunaan cetirizine untuk anak?

Apa itu cetirizine?

Sebelum membahasnya lebih lanjut, lebih baik Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu cetirizine. Cetirizine adalah antihistamin yang dapat mengurangi histamin alami dalam tubuh dengan cara memblokir atau membatasi pelepasan histamin oleh tubuh. Histamin merupakan senyawa kimia dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi, seperti bersin, gatal, mata berair, dan hidung meler. Tubuh akan banyak melepaskan histamin selama anak mengalami alergi.

Jadi, dengan mengambil obat cetirizine, gejala alergi anak dapat dikurangi. Tidak hanya untuk gejala alergi, cetirizine juga dapat digunakan untuk mengobati gatal-gatal dan bengkak akibat gatal. Cetirizine biasa digunakan untuk mengobati alergi rhinitis dan biduran atau kaligata pada anak.

Bagaimana penggunaan cetirizine untuk anak?

Anda bisa melihat cara pemakaian obat dalam kemasan atau sesuai dengan saran dokter. Ingat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memberikan cetirizine untuk anak. Pastikan anak mengambil cetirizine sesuai dengan dosis. Tidak lebih atau tidak kurang dari dosis yang dianjurkan. Dosis cetirizine untuk anak berbeda dengan dosis untuk orang dewasa.

Dosis cetirizine untuk anak adalah:

Usia 6 bulan sampai 2 tahun: 2,5 mg per oral (½ sendok teh) satu kali sehari, jika anak sudah berusia lebih dari 12 bulan maka dosisnya dapat ditingkatkan menjadi 2,5 mg per oral dua kali sehari.

Usia 2 sampai 6 tahun: 2,5 mg per oral satu kali sehari dan dapat ditingkatkan sampai 5 mg per oral per hari dalam satu atau dua kali pemberian (dosis terbagi).

Usia 6 tahun atau lebih: 5-10 mg per hari per oral atau dikunyah satu kali per hari.

Anak dapat mengambil cetirizine sebelum atau setelah makan. Jika anak mengambil cetirizine dalam bentuk cair (per oral), pastikan Anda memberikannya dalam sendok takar yang sesuai. Sehingga, dosisnya tidak berlebihan atau kekurangan. Cetirizine dalam bentuk cair tersedia dalam bentuk sirup maupun tetes. Sebaiknya baca aturan pakai sebelum memberikan obat pada anak.

Jika anak mengambil cetirizine dalam bentuk tablet, anak harus mengunyah tablet cetirizine terlebih dahulu sebelum menelannya. Tenang, rasanya tidak pahit seperti obat kebanyakan. Anda bisa memberi pengertian ini kepada anak. Jika Anda lupa memberikan anak cetirizine di waktu seharusnya, sebaiknya lewatkan saja. Berikan anak cetirizine di waktu selanjutnya, tapi jangan melebihkan dosisnya.

Setelah menerima cetirizine, gejala alergi anak mungkin akan membaik. Namun, jika gejala alergi tidak membaik setelah 3 hari pengobatan dan justru bertambah buruk, sebaiknya segera bawa anak ke dokter. Cetirizine tidak dapat mengobati reaksi alergi yang serius, seperti anafilaksis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, alergi obat antibiotik juga perlu diperhatikan. Apa itu alergi antibiotik? Cari tahu penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ctm sebagai obat tidur

Bolehkah Menggunakan CTM Sebagai Obat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
obat alergi alami

Obat Alergi dari Bahan Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit