4 Cara untuk Mengubah Kebiasaan Buruk

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, mengapa Anda begitu sulit mengubah kebiasaan buruk meskipun Anda tahu bahwa hal tersebut tidak baik untuk kesehatan Anda? Studi menemukan bahwa sekitar 70% perokok berkeinginan untuk berhenti merokok namun hanya sedikit yang berhasil mewujudkan keinginan tersebut.

Mengapa kebiasaan buruk sulit diubah?

Pertama, hal yang perlu Anda ketahui adalah bahwa kebiasaan akan terbentuk setelah Anda belajar hal baru. Proses tersebut melibatkan ganglia basal, atau bagian dari otak yang terletak di korteks prefrontal, yang bekerja untuk memulai gerakan dan mengendalikan emosi. Kemudian, akan muncul isyarat yang memberi sinyal ke otak Anda untuk mengubah perilaku tersebut menjadi rutinitas otomatis. Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Duke menunjukkan bahwa kebiasaan atau hal yang sering Anda lakukan akan tertanam di bagian tertentu pada otak.

Hal lain yang membuat kebiasaan buruk sulit untuk diubah adalah bahwa mengganti kebiasaan pertama yang buruk sama halnya dengan belajar perilaku baru, namun tetap tidak menghapus perilaku sebelumnya yang asli. Keduanya akan tetap berada dalam otak Anda. Kemudian Anda sendirilah yang harus mencari cara untuk memperkuat perilaku baru dan menhilangkan perilaku buruk yang sebelumnya.

Dan kabar baiknya adalah, manusia tidak hanya makhluk kebiasaan karena studi menemukan bahwa ada banyak daerah otak yang membantu Anda melakukan apa yang terbaik bagi kesehatan. Hal ini dapat mengatur rutinitas berpotensi berbahaya, seperti makan berlebihan, merokok, penyalahgunaan obat, dll.

Lalu, bagaimana cara untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut?

Satu hal yang pasti adalah Anda tidak dianjurkan untuk menetapkan deadline saat ingin memciptakan perilaku baru karena menurut para peneliti, menciptakan perilaku baru membutuhkan waktu kurang lebih 15 hari. Dan berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengubah kebiasaan buruk Anda.

1. Tahan diri terhadap godaan

Hal yang paling sering terjadi adalah, Anda terlalu mudah untuk tergoda melakukan perilaku yang buruk tersebut. Seperti halnya Anda akan mengalami kesulitan dalam menahan godaan aroma mie instan atau donut dan makanan lainnya. Padahal, langkah pertama untuk mengubah perilaku adalah dengan bertahan terhadap godaan tersebut. Dan setelah Anda berhasil menahan godaan, kuatkan tekad Anda dan yakinkan diri Anda bahwa kesehatan adalah hal yang utama.

Contoh: Salah satu godaan terbesar adalah untuk tidak bermain smartphone sebelum tidur. Namun, jika Anda ingin mendapatkan tidur yang nyenyak, Anda harus tahan terhadap godaan tersebut dengan mematikan smartphone Anda sebelum tidur.

2. Fokus pada kesehatan Anda

Kebiasaan buruk tentu tidaklah sehat untuk tubuh Anda. Oleh karena itu, fokus pada kesadaran bahwa kebiasaan buruk tersebut harus segera diubah untuk mendapatkan kesehatan yang lebih optimal.

Contoh: Membiasakan diri rutin minum air putih terkadang sulit dilakukan karena mungkin Anda lebih tertarik untuk minum minuman yang manis setelah makan. Namun lagi-lagi, Anda harus fokus pada manfaat dari konsumsi air putih yang cukup pada tubuh yang  dapat mencegah terjadinya dehidrasi, memperlancar pencernaan, serta memperbaiki kesehatan kulit Anda.

3. Ciptakan kebiasaan baru

Salah satu cara untuk menghilangkan kebiasaan buruk adalah dengan aktif mengganti rutinitas yang tidak sehat dengan yang baru yang lebih sehat, salah satunya dengan makan makanan yang lebih sehat dan berolahraga.

4. Ulangi kebiasaan baru tersebut

Kebiasaan dapat timbul karena pengulangan karena mengulangi perilaku dalam konteks yang sama akan memudahkan otak Anda mengingat perilaku tersebut untuk kemudian diubah menjadi suatu perilaku yang akan otomatis Anda lakukan.

Kebiasaan buruk mungkin sulit diubah. Dan meskipun tidak ada cara tunggal yang efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk, namun mengubah kebiasaan buruk tetap dapat dilakukan. Anda hanya harus fokus dan konsisten. Atau, Anda dapat meminta dukungan kepada keluarga atau teman supaya meningkatkan motivasi Anda demi mewujudkan hidup yang lebih sehat.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

https://today.duke.edu/2016/01/habits diakses pada 07/01/2017 pukul 05.40 WIB.

https://newsinhealth.nih.gov/issue/jan2012/feature1 diakses pada 07/01/2017 pukul 05.42 WIB.

http://www.health.com/mind-body/break-bad-habit diakses pada 07/01/2017 pukul 05.45 WIB.

http://www.medicaldaily.com/how-habits-are-formed-and-why-theyre-so-hard-change-298372 diakses pada 07/01/2017 pukul 05.50 WIB.

https://newsinhealth.nih.gov/issue/jan2012/feature1 diakses pada 07/01/2017 pukul 05.52 WIB.

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020