3 Pilihan Pengobatan yang Aman dan Efektif Mengatasi Abrasi Kornea

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika mata Anda kelilipan atau kemasukan benda asing, hal pertama yang kebanyakan orang lakukan adalah mengucek mata sampai gatalnya hilang. Padahal, kebiasaan ini justru bisa melukai lapisan kornea mata dan menyebabkan abrasi kornea. Bukan cuma bikin mata gatal dan perih, cedera mata yang satu ini juga bisa mengganggu penglihatan, lho. Kalau sudah telanjur mengalami abrasi kornea, apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Cara membersihkan mata yang terkena abrasi kornea

floppy eyelids syndrome kelopak mata terkulai

Ketika Anda didiagnosis mengalami abrasi kornea, Anda harus ekstra hati-hati saat ingin membersihkan mata. Ingat, jangan sekali-kali mengucek mata meskipun terasa gatal, ya!

Bila mata mulai terasa gatal dan nyeri, coba ikuti langkah-langkah membersihkan mata berikut ini.

  1. Buka mata Anda lebar-lebar dengan dua jari, kemudian perhatikan area mata Anda di depan cermin.
  2. Perhatikan apakah ada debu atau partikel-partikel kecil yang masuk ke mata.
  3. Jika ada, coba keluarkan kotoran tersebut pelan-pelan dengan air bersih atau obat tetes mata saline (air mata buatan).
  4. Lakukan sebanyak 1-2 kali sampai kotoran tersebut hilang. Hindari membilas mata berkali-kali karena justru membuat mata Anda semakin gatal.

Bagi Anda yang sering memakai lensa kontak, sebaiknya hentikan penggunaannya untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk mencegah iritasi mata lebih lanjut dan mempercepat pemulihannya.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi abrasi kornea

Menurut American Academy of Ophthalmology, abrasi kornea ringan umumnya bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan apa pun. Akan tetapi bila rasanya sudah sangat mengganggu, apalagi sampai mengakibatkan mata buram, segera konsultasikan ke dokter mata terdekat.

Pertama-tama, dokter akan meneteskan obat anestesi mata supaya Anda merasa lebih nyaman. Setelah itu, dokter akan memeriksa mata Anda, terutama lapisan kornea, untuk melihat seberapa banyak goresan yang ada di kornea.

Tergantung dari seberapa parah abrasi kornea yang Anda alami, berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang biasanya disarankan oleh dokter, yaitu:

1. Obat tetes mata

cara membersihkan mata

Sebagai langkah awal, dokter akan meresepkan obat tetes mata khusus untuk mengatasi abrasi kornea Anda. Obat tetes mata ini berfungsi untuk menjaga kelembapan dan mengurangi risiko infeksi mata.

Selain itu, dokter mata Anda mungkin juga akan meresepkan obat tetes mata steroid. Berbeda dengan obat tetes mata biasa, kandungan steroidnya dapat membantu mencegah pertumbuhan jaringan parut dari goresan di mata Anda.

2. Obat pereda nyeri

paracetamol mengandung virus

Bila mata Anda terasa nyeri dan semakin gatal, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Biasanya, obat ini baru akan diberikan untuk pasien yang mengalami penurunan kepekaan cahaya sampai abrasi korneanya sembuh.

Beri tahukan dokter jika Anda punya masalah gagal jantung atau gagal ginjal. Orang dengan golongan ini tidak dianjurkan untuk minum obat ibuprofen atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) karena bisa menimbulkan efek samping yang cukup berat.

3. Operasi mata

Jika Anda sudah mencoba berbagai cara tapi abrasi kornea tak kunjung sembuh, operasi mata bisa menjadi solusi terbaik. Terlebih bila goresan di kornea cukup dalam, besar, dan mengganggu penglihatan.

Operasi ini dilakukan dengan cara menambal goresan atau luka pada lapisan kornea mata. Dengan begitu, pandangan mata Anda akan jadi lebih jelas dan terasa lebih nyaman.

Setelah operasi selesai, mata Anda akan ditempelkan perban lensa kontak lunak untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat penyembuhannya. Biasanya, perban ini harus diganti satu kali setiap hari supaya tetap bersih dan steril.

Yang tak kalah penting, gunakan kacamata hitam tiap kali Anda keluar rumah. Ini bertujuan supaya tidak banyak cahaya yang masuk ke mata yang dapat menghambat penyembuhannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Anda Keramas Selama Ini? Cek di Sini!

Walaupun Anda rajin keramas, belum tentu rambut Anda bersih. Berikut ulasan mengenai langkah mencuci rambut dengan benar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

Mudah merasa lelah dan pusing? Bisa jadi gejala kadar hemoglobin atau Hb tinggi. Apa risikonya bagi tubuh? Cari tahu info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 November 2020 . Waktu baca 7 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Terkadang kita terbangun di tengah malam meski tak ada bunyi alarm atau hal lainnya. Kondisi itu ternyata dipengaruhi kesehatan fisik atau mental. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi rambut kering

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit