3 Pilihan Pengobatan yang Aman dan Efektif Mengatasi Abrasi Kornea

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ketika mata Anda kelilipan atau kemasukan benda asing, hal pertama yang kebanyakan orang lakukan adalah mengucek mata sampai gatalnya hilang. Padahal, kebiasaan ini justru bisa melukai lapisan kornea mata dan menyebabkan abrasi kornea. Bukan cuma bikin mata gatal dan perih, cedera mata yang satu ini juga bisa mengganggu penglihatan, lho. Kalau sudah telanjur mengalami abrasi kornea, apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Cara membersihkan mata yang terkena abrasi kornea

floppy eyelids syndrome kelopak mata terkulai

Ketika Anda didiagnosis mengalami abrasi kornea, Anda harus ekstra hati-hati saat ingin membersihkan mata. Ingat, jangan sekali-kali mengucek mata meskipun terasa gatal, ya!

Bila mata mulai terasa gatal dan nyeri, coba ikuti langkah-langkah membersihkan mata berikut ini.

  1. Buka mata Anda lebar-lebar dengan dua jari, kemudian perhatikan area mata Anda di depan cermin.
  2. Perhatikan apakah ada debu atau partikel-partikel kecil yang masuk ke mata.
  3. Jika ada, coba keluarkan kotoran tersebut pelan-pelan dengan air bersih atau obat tetes mata saline (air mata buatan).
  4. Lakukan sebanyak 1-2 kali sampai kotoran tersebut hilang. Hindari membilas mata berkali-kali karena justru membuat mata Anda semakin gatal.

Bagi Anda yang sering memakai lensa kontak, sebaiknya hentikan penggunaannya untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk mencegah iritasi mata lebih lanjut dan mempercepat pemulihannya.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi abrasi kornea

Menurut American Academy of Ophthalmology, abrasi kornea ringan umumnya bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan apa pun. Akan tetapi bila rasanya sudah sangat mengganggu, apalagi sampai mengakibatkan mata buram, segera konsultasikan ke dokter mata terdekat.

Pertama-tama, dokter akan meneteskan obat anestesi mata supaya Anda merasa lebih nyaman. Setelah itu, dokter akan memeriksa mata Anda, terutama lapisan kornea, untuk melihat seberapa banyak goresan yang ada di kornea.

Tergantung dari seberapa parah abrasi kornea yang Anda alami, berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang biasanya disarankan oleh dokter, yaitu:

1. Obat tetes mata

cara membersihkan mata

Sebagai langkah awal, dokter akan meresepkan obat tetes mata khusus untuk mengatasi abrasi kornea Anda. Obat tetes mata ini berfungsi untuk menjaga kelembapan dan mengurangi risiko infeksi mata.

Selain itu, dokter mata Anda mungkin juga akan meresepkan obat tetes mata steroid. Berbeda dengan obat tetes mata biasa, kandungan steroidnya dapat membantu mencegah pertumbuhan jaringan parut dari goresan di mata Anda.

2. Obat pereda nyeri

paracetamol mengandung virus

Bila mata Anda terasa nyeri dan semakin gatal, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Biasanya, obat ini baru akan diberikan untuk pasien yang mengalami penurunan kepekaan cahaya sampai abrasi korneanya sembuh.

Beri tahukan dokter jika Anda punya masalah gagal jantung atau gagal ginjal. Orang dengan golongan ini tidak dianjurkan untuk minum obat ibuprofen atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) karena bisa menimbulkan efek samping yang cukup berat.

3. Operasi mata

Jika Anda sudah mencoba berbagai cara tapi abrasi kornea tak kunjung sembuh, operasi mata bisa menjadi solusi terbaik. Terlebih bila goresan di kornea cukup dalam, besar, dan mengganggu penglihatan.

Operasi ini dilakukan dengan cara menambal goresan atau luka pada lapisan kornea mata. Dengan begitu, pandangan mata Anda akan jadi lebih jelas dan terasa lebih nyaman.

Setelah operasi selesai, mata Anda akan ditempelkan perban lensa kontak lunak untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat penyembuhannya. Biasanya, perban ini harus diganti satu kali setiap hari supaya tetap bersih dan steril.

Yang tak kalah penting, gunakan kacamata hitam tiap kali Anda keluar rumah. Ini bertujuan supaya tidak banyak cahaya yang masuk ke mata yang dapat menghambat penyembuhannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca