Batu Amandel Menimbulkan Bau Mulut, Ketahui Penyebab dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda melihat bintik putih pada sisi kiri atau kanan kerongkongan, bintik tersebut bisa saja merupakan batu amandel. Penyebab batu amandel dapat berasal dari serpihan makanan, kotoran, dan bahan lain yang mengeras bersama kalsium. Dalam kasus yang ringan, kondisi ini biasanya tidak membahayakan kesehatan. Namun, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman karena terasa ada yang mengganjal di tenggorokan

Penyebab terbentuknya batu amandel

Amandel atau tonsil adalah sepasang jaringan lunak yang terdapat di sisi kiri dan kanan belakang tenggorokan. Jaringan ini berfungsi untuk menghalau bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan. Permukaan amandel terdiri dari banyak celah dan lekukan yang disebut kripta.

Selain radang amandel (tonsilitis), ada kondisi medis lain yang dapat mengganggu kinerja amandel, yaitu batu amandel atau tonsilolits. Ukuran batu bisa bervariasi mulai dari beberapa milimeter hingga sebesar kacang polong. Tonsilolits berwarna putih kekuningan dan menempel sampai ke dalam amandel.

Dalam studi The University of Iowa dijelaskan bahwa tonsilolits terbentuk dari bakteri, sisa makanan, kotoran, sel-sel mati, dan bahan sejenisnya yang terperangkap di dalam kripta. Seluruh kotoran ini kemudian terkumpul dan bertambah banyak. 

Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan mengendap dan mengeras dalam proses yang disebut kalsifikasi. Akhirnya, terbentuklah batuan dengan tekstur yang keras. Tonsilolits dapat terjebak di dalam kripta dan bertambah banyak.

Terdapat beberapa kondisi dan faktor yang dapat menjadi penyebab terbentuknya batu amandel, yaitu:

  • Kebersihan mulut yang kurang terjaga

Perawatan kebersihan mulut dan gigi yang buruk dapat menyebabkan banyak kotoran dan bakteri bersarang dan menumpuk pada amandel. 

  • Struktur amandel yang tersusun banyak kripta

Meski begitu, Anda tetap berisiko mengalami penyakit ini walaupun rajin merawat kebersihan mulut. Faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu amandel bisa berasal dari struktur amandel itu sendiri.

Tonsilolits dapat terbentuk dengan lebih mudah apabila Anda memiliki amandel berukuran besar dengan banyak kripta. Kotoran lebih mudah terperangkap dan menumpuk pada amandel yang memiliki lebih banyak lekukan dan celah yang. Penyebab ini dapat membuat tonsilolits terbentuk berulang kali. 

  • Sering mengalami radang amandel

Peradangan akibat infeksi bakteri atau virus pada amandel bisa membuat amandel bengkak sehingga ukurannya bertambah besar. Kondisi ini menyebabkan makanan, kotoran, dan bakteri mudah tersangkut, kemudian menumpuk di dalam amandel.

Berbagai gejala batu amandel yang perlu diwaspadai

membuka mulut saat periksa dokter

Pada awalnya, tonsilolits sering kali tidak memiliki gejala (asimptomatik). Namun, seiring membesarnya ukuran batu amandel maka amandel bisa membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Selain amandel yang bengkak, terdapat beberapa gejala khas yang mungkin dialami seperti:

1. Bau mulut

Bau mulut (halitosis) adalah gejala umum dari batu amandel. Sebuah penelitian menemukan bahwa pada pasien yang punya tonsilolits kronis, ternyata memiliki senyawa sulfur dalam mulutnya. Zat sulfur tersebut bisa menimbulkan bau mulut.

Dari semua pasien, 75 persen orang dengan kandungan senyawa sulfur yang tinggi pada mulutnya memiliki tonsilolitsBakteri dan jamur yang memakan tumpukan batuan mengeluarkan zat yang membuat napas dari mulut berbau busuk.

2. Sakit tenggorokan karena pembengkakan

Adanya batu pada amandel membuat tenggorokan terasa mengganjal atau terasa sakit saat menelan. Kemungkinan rasa sakit pada tenggorokan akan muncul saat batu mulai membesar.

Ketika tonsilolits dan radang amandel terjadi bersamaan, akan sulit menentukan apakah rasa sakit di tenggorokan disebabkan oleh infeksi atau pembengkakan. Untungnya, batu empedu yang asimptomatik biasanya akan terdeteksi lebih mudah karena adanya radang amandel.

3. Adanya gumpalan putih di tenggorokan

Batu pada amandel terlihat seperti gumpalan padat yang berwarna putih atau kekuningan. Benjolan tersebut terlihat di belakang tenggorokan. Namun, ada juga yang mudah terlihat, misalnya terjadi pada lipatan amandel.

Pada kasus ini, batu amandel hanya akan terlihat dengan bantuan teknik pemindaian non-invasif, seperti CT scan atau pencitraan resonansi magnetik.

4. Kesulitan menelan dan telinga terasa sakit

Amandel yang membengkak karena adanya batuan, bisa menyebabkan kesulitan atau rasa sakit saat menelan makanan dan minuman. Namun, timbulnya rasa sakit tergantung pada lokasi atau ukuran tonsilolits.

Selain kesulitan menelan, pasien juga bisa merasakan sakit pada bagian telinga. Meskipun batuan yang terbentuk tidak menyentuh langsung area telinga, tenggorokan dan telinga memiliki jalur saraf yang sama sehingga rasa sakit bisa menyebar.

Untuk memastikan penyakit ini, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengamati gejalanya. 

Cara menghilangkan batu amandel

operasi amandel

Untuk menghilangkan batu amandel, dokter perlu mengangkatnya dari amandel. Jangan mencoba untuk mencabutnya sendiri dengan alat atau benda tajam apapun.

Apabila Anda sembarangan mengangkat tonsilolits, Anda bisa merusak jaringan amandel sekaligus pembuluh darah yang berada di sekitarnya.

Untuk mengangkat tonsilolits, dokter akan bisa melakukan beberapa pengobatan berikut ini.

1. Operasi laser amandel

Pada operasi laser ini, dokter akan menggunakan laser untuk menghilangkan batu amandel. Setelahnya, dokter akan melapisi dan memperbaiki kembali daerah-daerah tersebut (tidak menghilangkan amandel sepenuhnya).

Operasi laser lebih kecil risikonya daripada operasi amandel lain. Operasi laser amandel ini tidak tidak memerlukan anestesi umum, tidak harus menghilangkan amandel, mengurangi risiko perdarahan, lebih cepat sembuh dan tidak terlalu sakit.

2. Operasi coblation amandel

Cara menghilangkan tonsilolits ini menggunakan energi frekuensi radio dan air garam untuk menghilangkan batu di celah-celah amandel.

Operasi ini juga lebih kecil risikonya dibandingkan dengan operasi pengangkatan amandel. Laser yang digunakan pada operasi juga suhunya rendah dan risiko seperti perdarahan juga tidak terlalu tinggi

3. Tonsilektomi (operasi pengangkatan amandel)

Namun, batu amandel bisa sulit diangkat menggunakan cara tersebut, biasanya terjadi ketika ukuran batu terlampau besar dan terjadi peradangan parah pada amandel. Apalagi jika kondisi ini terjadi berulang kali sehingga berdampak besar pada penurunan kualitas hidup Anda.

Untuk mengatasinya, dokter mungkin akan melakukan operasi pengangkatan amandel. Operasi ini juga bisa menimbulkan risiko komplikasi seperti perdarahan dan infeksi. Setelah amandel diangkat, kemungkinan besar ada rasa nyeri berat pada bagian tenggorokan hingga 2 minggu lebih.

Namun, sebagian besar operasi amandel tidak menyebabkan gangguan jangka panjang dan Anda tetap bisa hidup sehat dan normal meskipun tidak lagi memiliki amandel.

Operasi pengangkatan amandel adalah tindakan yang besar dan membutuhkan pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter apakah operasi pengangkatan amandel menjadi pengobatan yang tepat untuk Anda.

Cara mengobati batu amandel di rumah

Cara menghilangkan tonsilolits di rumah hanya bisa dilakukan apabila batu berukuran kecil, dan tidak menyebabkan sakit. Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:

1. Pakai cuka sari apel

Gunakan 1 sendok makan cuka apel dan 1 cangkir air hangat, lalu kumur tenggorokan. Lakukan kumur pakai cuka apel ini 3 kali satu hari untuk melonggarkan amandel agar batu bisa keluar dengan mudah.

2. Dikeluarkan pakai kapas atau jari

Jika Anda dapat melihat batu di amandel di tenggorokan, Anda kemungkinan bisa mengeluarkannya pakai jari atau kapas.

Untuk mengeluarkan pakai jari atau kapas, Anda harus hati-hati. Apabila kuku menusuk amandel atau jari Anda kotor, ini bisa menyebabkan infeksi dan bikin batu amandel tambah besar. 

3. Kumur air garam

Kumur air garam dapat menjadi cara menghilangkan tonsilolits dengan mudah. Caranya, tambahkan setengah sendok teh garam ke secangkir air hangat. Kumur cairan tersebut di tenggorokan selama 10-15 menit.

Ragam Obat yang Efektif Atasi Radang Amandel, dari Alami Hingga Medis

Cara mencegah terbentuknya batu amandel

Meski demikian, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rutinlah menyikat gigi minimal sebanyak dua kali dalam sehari. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel pada celah gigi.

Kemudian, bersihkan seluruh bagian mulut Anda dengan obat kumur. Utamakan berkumur pada bagian belakang tenggorokan yang menjadi tempat terbentuknya batu amandel.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan, Tanda Harus Periksa ke Dokter THT

Bagaimana kita bisa mengetahui kapan harus periksa ke dokter spesialis THT? Apakah ada tanda khususnya? Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Telinga, Hidung & Tenggorokan, Health Centers 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 19 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Jangan Asal Pilih Permen Pelega Tenggorokan, Pastikan Ada Kandungan Ini

Jangan sembarang memilih permen pelega tenggorokan. Pastikan tiga kandungan penting ini terdapat pada permen agar sakit tenggorokan bisa cepat reda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Boleh Makan Es Krim saat Radang Tenggorokan?

Bolehkah makan es krim saat sedang radang tenggorokan? Jawabannya boleh, namun tidak untuk semua es krim. Ketahui jenis-jenis es krimnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat panas dalam alami

6 Cara Cepat dan Alami Redakan Panas Dalam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala jangka panjang covid-19 harus dilakukan pemeriksaan setelah sembuh

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan, Kapan Perlu Mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyakit tenggorokan musiman

5 Penyakit Musiman yang Mengganggu Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 6 menit
amandel bengkak

3 Hal Utama yang Menyebabkan Amandel Bengkak

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit