Berapa Lama Efek Samping Kemoterapi Bertahan di Tubuh Pengidap Kanker?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/06/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Salah satu metode pengobatan yang sering dilakukan oleh pasien kanker, yakni dengan kemoterapi. Tentunya, diperlukan pertimbangan yang matang ketika seorang pengidap kanker memutuskan untuk melakukan kemoterapi. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan akan timbul satu atau lebih efek samping dari pengobatan ini yang mungkin bisa membuat pengidap kanker tidak nyaman. Memangnya, berapa lama efek kemoterapi mulai muncul usai pengobatan?

Apa yang menyebabkan efek samping dari kemoterapi?

Kemoterapi banyak dikenal sebagai metode pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan khusus guna membunuh sel-sel kanker yang bersarang di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan ini yang sering kali menyebabkan efek samping pada pengidapnya yang meliputi mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, perubahan pada kulit, nafsu makan menurun, penurunan memori, perubahan emosional, masalah kesuburan, dan lain sebagainya.

Efek samping dari kemoterapi ini tentunya tidak selalu sama pada setiap orang. Seorang terkena kanker bisa saja mengalami sakit yang luar biasa usai menjalani kemoterapi, sementara efek samping yang muncul pada pasien lainnya mungkin tidak terlalu parah.

Sebenarnya, efek samping kemoterapi tidak selalu seburuk yang Anda duga. Prosesnya, pertumbuhan sel-sel kanker yang tergolong cepat, sehingga obat-obatan kemoterapi juga harus bekerja ekstra untuk membunuh perkembangan sel kanker. Namun, karena obat-obatan ini menyebar ke seluruh bagian tubuh, maka bisa dengan mudah memengaruhi organ dan sel-sel lainnya yang masih normal dan sehat.

Itu sebabnya, organ dan sel-sel lain yang terserang dampak kemoterapi secara berangsur-angsur akan melemah dan rusak hingga akhirnya menimbulkan efek samping. Beberapa sel normal yang bisa rusak akibat kemoterapi seperti sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang belakang; folikel rambut; dan sel yang ada di area mulut, saluran pencernaan, dan sistem reproduksi.

Sementara di organ, efek obat-obat kemoterapi bisa memengaruhi sel-sel di jantung, ginjal, kandung kemih, paru-paru, dan sistem saraf. Maka itu, perawatan pendamping diperlukan guna meringankan efek samping.

puasa untuk pasien kanker

Berapa lama efek kemoterapi bertahan hingga benar-benar hilang?

Umumnya, lama efek kemoterapi ini bisa segera hilang usai perawatan berakhir. Namun, beberapa efek lainnya membutuhkan waktu yang lebih lama hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sampai benar-benar menghilangkan efek tersebut, dilansir dari American Cancer Society.

Contohnya, ketika perawatan kemoterapi mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada organ jantung, paru-paru, ginjal, atau organ reproduksi. Jenis kemoterapi tertentu terkadang juga dapat menyebabkan efek samping yang tertunda, seperti kanker lanjutan yang baru mulai muncul bertahun-tahun kemudian.

Waktu yang diperlukan untuk menghilangkan efek kemoterapi pun tidak selalu sama pada setiap orang dengan kanker. Hal ini tergantung dari berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan secara keseluruhan serta obat-obatan yang dikonsumsi.

Tidak sedikit pengidap kanker yang menjadi putus asa dalam menjalani perawatan kanker, maupun menerima efek samping dari kemoterapi.

Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah efek samping kemoterapi ini?

Tentunya, masih ada cara yang bisa diupayakan untuk membuat pasien kanker merasa lebih baik dengan meringankan sebagian besar efek dari kemoterapi. Biasanya, dokter akan memberikan solusi pengobatan atau perawatan pendamping guna mengurangi ketidaknyamanan dan rasa sakit akibat efek kemoterapi.

Obat yang digunakan dalam perawatan kemoterapi tidak selalu sama pada setiap orang. Itu sebabnya, beberapa obat kemoterapi bisa lebih meningkatkan risiko munculnya efek samping dibandingkan obat yang lainnya. Selain itu, kesehatan dan kebugaran tubuh Anda juga bisa memengaruhi respon tubuh terhadap perawatan kemoterapi.

Sebagian pasien kanker mungkin bisa dengan lancar melanjutkan kehidupannya meskipun harus tetap disertai dengan rutin melakukan kemoterapi. Namun, sebagian lainnya mungkin harus mendapatkan perawatan di rumah sakit selama menjalankan pengobatan kanker. Maka itu, solusi terbaiknya dengan tetap konsultasikan semua kondisi kesehatan dengan dokter yang menangani Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Pasien kanker adalah salah satu kelompok orang yang cukup berisiko terinfeksi Coronavirus. Lantas, bagaimana perawatan kanker selama wabah COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 26/03/2020 . Waktu baca 6 menit

3 Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Serviks

Mencegah kanker serviks selalu lebih baik daripada mengobati. Makanan berikut ini bisa menjadi alternatif Anda sebagai pencegah kanker serviks. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers 27/02/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 27/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 7 menit