Batuk Terus-menerus? Waspada, Bisa Jadi Itu Gejala Kanker Paru

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sebenarnya, batuk adalah respon tubuh melindungi diri dan membersihkan paru-paru dari kuman penyebab penyakit. Batuk paling umum terjadi saat Anda terserang flu dan pilek. Namun, hati-hati jika Anda mengalami batuk terus-menerus, karena bisa jadi itu salah satu gejala kanker paru-paru.

Apa benar batuk terus-menerus adalah gejala kanker paru-paru?

Pada dasarnya tidak semua batuk menandakan kanker paru. Namun, banyak orang dengan kanker paru mengalami batuk terus-menerus yang tidak kunjung reda dalam waktu yang cukup lama. Biasanya kondisi ini terjadi selama delapan minggu berturut-turut.

Jadi, jika Anda mengalami hal ini sebaiknya langsung periksakan diri ke dokter, karena bisa saja batuk yang dialami adalah salah satu tanda kanker paru.

Batuk sebagai gejala kanker paru-paru bisa berupa batuk kering atau batuk berdahak. Kondisi ini bisa terjadi sepanjang hari bahkan di malam hari saat Anda tidur. Jika Anda terkena penyakit ini Anda biasanya mengalami berbagai gejala lainnya seperti:

  • Batuk darah
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Suara serak
  • Sulit menelan
  • Selera makan menurun
  • Berat badan menurun drastis tanpa alasan yang jelas
  • Rasa lelah yang cukup hebat
  • Infeksi saluran napas

Meski begitu, batuk terus-menerus bukan hanya terjadi ketika seseorang terkena kanker paru. Bisa saja kondisi ini menandakan gejala penyakit lainnya. Jadi, untuk mengetahui apa yang terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana memastikan batuk yang dialami itu termasuk gejala kanker paru-paru?

Biasanya, selain melihat dari berbagai gejalanya dokter akan mendiagnosis kanker paru melalui rontgen dada melalui sinar X. Akan tetapi, terkadang prosedur medis ini tidak dapat mendeteksi kanker paru stadium awal, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahuinya.

kelebihan vitamin b complex

Untuk lebih akurat, dokter akan melakukan CT-scan pada dada. CT-scan tidak hanya bisa mendeteksi kanker paru tahap awal tetapi juga mendeteksi penyakit paru-paru lain yang tidak terdeteksi lewat sinar X.

Selain itu, dokter juga bisa menganjurkan Anda untuk memeriksa sampel dahak, jika Anda batuk berdahak. Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah Anda terkena infeksi paru atau kanker paru-paru.

Bila memang tak ditemukan bakteri atau kuman penyakit pada dahak Anda, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti bronkoskopi. Bronkoskopi adalah pemeriksaan yang memasukkan suatu alat ke dalam paru-paru dan dokter dapat melihat kondisi paru secara nyata dari alat tersebut.

Ketahui juga apa saja risiko dari kanker paru

Jika Anda mengalami batuk terus-menerus, coba lihat apakah Anda memiliki atau mengalami beberapa faktor risiko kanker paru atau tidak:

1. Merokok

Dikutip dari Verywell Health, hampir 80 persen orang yang terkena kanker paru memiliki riwayat merokok. Meskipun saat ini telah berhenti tetapi jika Anda mantan perokok Anda tetap berisiko terkena kanker paru. Bahkan perokok pasif yang hanya menghirup asap dari orang-orang di sekelilingnya dalam waktu yang cukup lama bisa terkena kanker paru.

2. Riwayat keluarga yang memiliki kanker paru

Jika Anda memiliki keluarga yang terkena kanker paru, Anda memiliki risiko terkena penyakit yang sama. Oleh karena itu, rutin melakukan medical check up satu tahun sekali bisa menjadi cara pencegahan terbaik.

3. Memiliki pekerjaan yang berisiko

Pekerjaan yang banyak bersentuhan dengan zat kimia seperti asbes, solar, arsen, dan lainnya bisa menaikkan risiko Anda terkena kanker paru. Bahkan hal ini terbukti berkontribusi sebanyak 27 persen penyebab kasus kanker paru pada pria.

Oleh sebab itu, jangan sepelekan gejala batuk yang Anda alami. Terlebih jika yang Anda alami adalah batuk terus-menerus dan tak kunjung hilang. Periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi penyebab batuk yang Anda alami agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca