Bagaimana Cara Kemoterapi Melawan Kanker?

Oleh

Dalam rentang waktu dua dekade, kejadian penyakit kanker telah meningkat sebanyak 70%. Menurut World Health Organization, terdapat 14 juta kasus kanker baru dan 8,2 juta orang meninggal dunia akibat mengalami kanker pada tahun 2012. Pengobatan kanker biasanya terdiri dari kemoterapi, radiasi, dan operasi. Masing-masing prosedur medis tersebut memiliki perannya masing-masing untuk mengatasi penyakit kanker di dalam tubuh. Berikut adalah penjelasan bagaimana kemoterapi terus dilakukan untuk mengatasi kanker di berbagai belahan dunia.

Apa itu kemoterapi?

Kemoterapi adalah salah satu pengobatan kanker yang diberikan dalam bentuk obat kimia yang menggunakan dosis yang cukup banyak, dan jenis obat yang keras untuk menghancurkan sel kanker. Pengobatan ini dilakukan atas beberapa tujuan tertentu sesuai dengan tingkat keparahan kanker dan jenis kanker yang diderita oleh seorang pasien. Berikut adalah pembagian kemo berdasarkan tujuannya, yaitu:

  • Kemoterapi kuratif, ditujukan untuk membasmi semua sel kanker yang ada di tubuh dan benar-benar bertujuan untuk menyembuhkan seorang pasien.
  • Kemoterapi adjuvan, biasanya dilakukan setelah pasien melakukan operasi atau berbagai proses terapi kanker lainnya. Kemoterapi adjuvan kemudian diberikan untuk menghilangkan sisa sel kanker yang mungkin masih tertinggal di dalam tubuh, yang kemudian bertujuan untuk menyembuhkan pasien.
  • Kemoterapi neoadjuvan, yang justru diberikan pada pasien sebelum melakukan operasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi sel kanker atau mengurangi ukuran tumor yang ada, sehingga mudah melakukan pengangkatan tumor ketika operasi.
  • Kemoterapi paliatif, disebut paliatif jika kemoterapi sudah tidak mungkin menyembuhkan dan menghilangkan kanker dari dalam tubuh yang terjadi pada pasien dengan kanker stadium lanjut. Namun, terapi ini tetap perlu dilakukan untuk meringankan gejala serta memperlambat perkembangan kanker.

Siklus kemoterapi

Pada dasarnya, kemoterapi diberikan dengan dua cara yaitu dengan melalui infus dan melalui aliran darah vena. Aliran pembuluh darah vena yang mengalir di setiap bagian tubuh dimanfaatkan oleh para dokter untuk mengaliri obat kemo di dalamnya, sehingga akan menjangkau seluruh bagian tubuh dan menghancurkan sel kanker yang mungkin saja sudah menyebar ke bagian lain.

Setiap kemoterapi memiliki siklusnya tersendiri, setiap satu siklus terdiri dari beberapa hari dan beberapa jenis obat yang diberikan. Kemudian setelah satu siklus selesai dilakukan, pasien akan diberikan jeda waktu untuk memulihkan diri untuk selanjutnya melakukan siklus berikutnya. Setiap pasien kanker memiliki jeda waktu dan jumlah siklus yang berbeda-beda, tergantung dengan jenis kanker, kondisi tubuh serta stadium kanker yang dialaminya. Oleh karena itu, setiap pasien kanker akan diberikan lembar prosedur dan protokolnya masing-masing ketika melakukan kemoterapi.

Bagaimana kemoterapi membunuh sel kanker?

Pada keadaan yang normal, sel tubuh baru akan membelah diri ketika sel tersebut mengalami kerusakan. Pembelahan yang terjadi pada sel normal juga tidak secepat sel kanker, saat membelah menjadi dua, maka sel akan membelah lagi dan menjadi empat, begitu pun seterusnya. Sedangkan pada sel kanker, pembelahan yang terjadi sangat cepat dan banyak, dari sekali pembelahan sel dapat menghasilkan sel dua kali lebih banyak dari pada sel normal.

Obat-obatan kemoterapi yang masuk ke tubuh akan langsung bereaksi dengan sel kanker yang sedang melakukan pertumbuhan dan pembelahan. Beberapa obat kanker akan membunuh sel kanker dengan cara merusak sistem pengendalian pembelahan sel, sehingga sel tersebut tidak bisa lagi membelah diri. Sementara obat yang lainnya akan merusak sel dengan merusak inti sel, merusak ketika sel sedang melakukan proses penggandaan gen, dan merusak ketika sel kanker sedang ‘istirahat’. Berbagai kombinasi obat yang diberikan ketika kemoterapi membuat sel kanker rusak dalam berbagai macam cara dan berkesempatan untuk menghentikan pertumbuhan kanker.

Cara kerja obat kemoterapi yang merusak sel kanker yang sedang membelah juga membuat sel normal pada tubuh yang sedang melakukan pembelahan ikut rusak. Jaringan kulit, sumsum tulang, dan sistem pencernaan yang selnya selalu melakukan pembelahan juga akan rusak akibat obat tersebut. 

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: November 24, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca