Apakah Minuman Isotonik Boleh Diminum Setiap Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda sering mengonsumsi minuman isotonik? Apakah Anda mengetahui kandungan yang ada di dalamnya?

Apa itu minuman isotonik?

Minuman isotonik sering kali disamakan dengan minuman berenergi atau energy drink, namun keduanya adalah hal yang berbeda. Minuman isotonik termasuk jenis sport drink yang mengandung karbohidrat, mineral, dan elektrolit, sedangkan minuman berenergi lebih banyak mengandung zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh seperti kafein, taurine, guarana, kreatin, dan berbagai zat aditif yang digunakan untuk menstimulasi tubuh.

Minuman isotonik merupakan minuman yang ditujukan untuk para atlet, untuk menggantikan cairan, elektrolit, serta gula pada atlet secara cepat. Jenis minuman ini dapat cepat diserap oleh tubuh karena memiliki konsentrasi serta tekanan osmotik yang sama seperti cairan yang ada di dalam tubuh.

Setidaknya minuman isotonik mengandung setidaknya 12 hingga 16% karbohidrat, serta air, 19 gram gula, 200 mg sodium, dan 80 kalori per 250 ml, tergantung merek.

Minuman isotonik baik untuk orang yang mengalami dehidrasi berat

Faktanya, 70% dari komposisi tubuh merupakan cairan. Oleh karena itu cairan memiliki peran penting untuk menjaga fungsi tubuh, seperti mengatur suhu tubuh, melindungi organ dan jaringan  dalam tubuh, dan menjadi pelumas pada persendian.

Namun jumlah cairan di dalam tubuh selalu berubah-ubah sesuai dengan tingkat aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Tubuh mengeluarkan cairan melalui pernapasan, urin, dan keringat.

Cairan yang dikeluarkan oleh tubuh tersebut tidak hanya terdiri dari air saja, namun juga berbagai elektrolit terkandung di dalamnya, sehingga ketika kita berkeringat, kita juga akan mengalami kekurangan elektrolit. Satu liter keringat terdiri dari 0,02 gram kalsium, 0,05 magnesium, 1,15 gram sodium, 0,23 potasium, dan 1,48 gram, dan hal ini dapat berbeda-beda pada tiap orang.

Dehidrasi dapat terjadi pada siapa saja, namun yang paling berisiko mengalami dehidrasi adalah atlet atau orang yang melakukan olahraga yang ekstrem, atau ketika tubuh mengalami dehidrasi berat yang dapat menimbulkan berbagai dampak buruk pada tubuh, seperti sakit kepala, halusinasi, kelelahan, hingga kejang-kejang.

Oleh karena itu, minuman ini cocok diminum oleh orang-orang yang sedang mengalami dehidrasi berat karena minuman isotonik mempunyai kemampuan rehidrasi yang baik, yaitu kemampuan untuk mengembalikan cairan tubuh ke dalam keadaan normal. Saat rehidrasi terjadi, maka terjadi penggantian elektrolit dalam tubuh.

Ketika atlet melakukan latihan setidaknya 30-40 menit, akan terjadi penurunan karbohidrat dalam tubuh yang biasa digunakan sebagai sumber energi utama, peningkatan suhu tubuh, dan penurunan sirkulasi cairan dalam tubuh yang dapat menyebabkan kelelahan.

Air saja tidak cukup untuk menggantikan cairan yang keluar dari dalam tubuh ketika melakukan olahraga yang berat. Akibatnya, para atlet membutuhkan minuman seperti minuman isotonik yang dapat menggantikan karbohidrat, air, dan elektrolit yang hilang secara cepat.

Selain itu, berbagai riset juga telah membuktikan bahwa atlet yang mengonsumsi minuman isotonik ketika sedang latihan maupun dalam pertandingan, dapat meningkatkan performa dan menurunkan kelelahan akibat dehidrasi.

Apakah minuman isotonik diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari?

Telah disebutkan sebelumnya bahwa minuman isotonik merupakan minuman yang dikhususkan untuk para atlet atau pun orang yang mengalami dehidrasi berat, seperti orang yang mengalami diare akut maupun kronis. Namun, tidak sedikit orang yang tahu bahwa minuman isotonik bukanlah minuman yang dapat diminum sehari-hari. Survei yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa dari 78 remaja, setidaknya 56,4% nya hampir mengonsumsi minuman isotonik sehari-hari. Alasan mereka mengonsumsi minuman isotonik juga beragam, seperti minuman isotonik memiliki rasa yang enak, lebih sehat dari pada minuman bersoda, dan dapat menghilangkan haus secara tepat. Lalu apakah minuman ini sehat dan baik untuk dikonsumsi setiap hari?

Minuman isotonik sebenarnya hanya cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang melakukan olahraga rutin setidaknya 90 menit dalam sehari. Jika Anda tidak melakukan olahraga yang berat dan tidak mengalami dehidrasi yang berat, maka dianjurkan untuk tidak sering mengonsumsi minuman isotonik. Hal ini disebabkan oleh minuman isotonik memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Sehingga jika Anda mengonsumsinya secara rutin tanpa diiringi dengan  olahraga, maka hanya akan menambahkan konsumsi kalori Anda dalam sehari dan dapat menyebabkan Anda mengalami kelebihan berat badan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan  di New Zealand, konsumsi minuman isotonik berhubungan dengan peningkatan kejadian kelebihan berat badan, diabetes melitus  tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi akibat kadar gula dan sodium yang cukup tinggi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, konsumsi minuman isotonik yang tidak tepat akan memperberat kerja ginjal. Jadi, mengonsumsi air putih adalah pilihan yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit Anda, serta menghindarkan Anda dari dehidrasi.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

    Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

    Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

    Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat garam untuk kesehatan

    6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
    olahraga bareng teman

    4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    krim muka dari dokter bikin ketagihan

    Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit