Panduan Keselamatan Ketika Terjadi Letusan Gunung Berapi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 November 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bencana alam seperti letusan gunung api memang tidak mungkin bisa dilawan dan ditundukkan. Meski begitu, bukan berarti bencana satu ini tidak bisa Anda antisipasi. Itu sebabnya, Anda harus pandai-pandai menyusaikan diri dengan selalu waspada dan siap siaga saat bencana alam tersebut terjadi. Lantas, apa yang seharusnya bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah bencana letusan gunung berapi terjadi? Simak tips-tipsnya dalam artikel ini.

Mengenal bahaya yang timbul akibat letusan gunung berapi

Sebelum mengetahui segala persiapan yang harus dilakukan sebelum, selama, dan sesudah bencana letusan gunung berapi terjadi, Anda harus pahami dulu bahaya yang nantinya akan timbul akibat letusan gunung api. Berikut ini bahaya-bahaya yang akan timbul akibat letusan gunung berapi:

  • Aliran lava. Lava adalah magma yang meleleh ke permukaan bumu melalui rekahan, suhunya bisa mencapai lebih dari seribu derajat celsius dan dapat merusak segala bentuk insfrastruktur di sekitarnya.
  • Awan panas. Awan panas adalah aliran material vulkanik panas yang terdiri atas batuan berat, ringatn (berongga), larva massif dan butiran klastik yang pergerakkan dipengaruhi oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui lembah.
  • Gas beracun. Gas beracun adalah gas vulkanik yang dapat mematikan seketika apabila terhirup dalam tubuh. Gas beracun ini adalah karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam hidroklorida (HCL), asam flourida (HF), dan asam sulfat (H2SO4).
  • Lahar letusan. Lahar letusan terjadi pada gunung berapi yang mempunyai danau kawah dan terjadi bersamaan ketika letusan.
  • Abu vulkanik. Abu vulkanik atau disebut juga sebagai jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan gunung api.

Persiapan sebelum terjadi letusan gunung berapi

Bersiaplah untuk berlindung dan mengungsi ke tempat yang biasanya sudah disiapkan oleh petugas berwenang sebelumnya. Perhatikan baik-baik rencana evakuasi dan perlindungan untuk untuk diri Anda sendiri dan keluarga setelah gunung berapi dikatakan bersatus siaga. Tinjau ulang rencana tersebut dan pastikan setiap orang memahaminya. 

Jangan lupa, susunlah perlengkapan darurat dalam satu tas sehingga saat terjadinya letusan Anda dan keluarga bisa langsung bersiap untuk proses evakuasi tanpa harus memikirkan barang apa saja apa yang harus dibawa. Namun ingat, karena perlengkapan darurat, Anda disarankan membawa hal-hal yang paling penting saja, misalnya:

  • Senter dan baterai ekstra
  • Kotak P3K
  • Makanan darurat dan air
  • Masker (usahakan pilihlah masker jenis N 95 karena mampu menghalangi 95 persen partikel yang masuk ke saluran pernapasan)
  • Kacamata
  • Kantung tidur
  • Pakaian hangat
  • Radio yang menggunakan baterai. Radio dengan baterai lebih disarankan karena saat listrik padam, Anda masih bisa mengandalkan radio. Memantau informasi lewat media berguna untuk menentukan langkah selanjutnya.

Selain perlengkapan, Anda juga harus memikirkan beberapa jalur alternatif atau jalur evakuasi untuk menuju zona aman karena letusan gunung berapi biasanya datang secara tiba-tiba.

Saat terjadi letusan gunung api

Biasanya saat terjadi letusan terdapat bunyi sirine sebagai tanda peringatan. Jika Anda tinggal di area yang masuk daerah rawan, bergegaslah menuju titik kumpul sambil membawa perlengkapan darurat yang sudah disiapkan sebelumnya dan lakukan proses evakuasi sesuai dengan instruksi yang diarahkan petugas.

Perhatikan instruksi darurat saat terjadi letusan dengan baik dan seksama. Instruksi ini akan mengarahkan Anda harus dievakuasi ke tempat lain atau dapat tetap berada di tempat karena efeknya diketahui tak begitu besar. Korban letusan biasanya banyak berjatuhan akibat tidak mengindahkan instruksi darurat ini.

Meski kelihatannya aman tinggal di rumah dan menunggu letusan, hal itu bisa sangat berbahaya. Pasalnya, gunung berapi memuntahkan gas panas, abu, lahar, dan batu yang sangat merusak. Jadi, jangan pernah abaikan instruksi darurat yang diberikan petugas berwenang.

Berikut ini beberapa hal yang harus perhatikan ketika sedang terjadi letusan gunung berapi.

  • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah, dan aliran lahar.
  • Jauhi daerah yang mengarah angin dari gunung berapi untuk menghindari hujan abu.
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi, dan lainnya.
  • Gunakan kacamata dan jangan memakai lensa kontak.
  • Pakai masker atau kain untuk menutup mulut dan hidung.

Setelah terjadi letusan gunung berapi

  • Pastikan Anda tetap menyalakan radio untuk mengetahui situasi terkini. Jika Anda salah satu penduduk yang tidak dinstruksikan mengungsi, pastikan Anda tetap berada di dalam rumah hingga Anda mendengar kabar bahwa telah aman bagi Anda dan keluarga untuk keluar rumah.
  • Jauhi wilayah yang terkena hujan abu karena abu vulkanik mengandung partikel-partikel kecil yang bisa merusak paru-paru.
  • Jika situasi dirasa sudah aman, bersihkan atap rumah dari timbunan abu karena timbunan abu yang menumpuk pada atap bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.
  • Jangan menyalakan AC atau membuka ventilasi rumah sebelum abu vulkanik benar-benar dibersihkan.
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin kendaraan seperti rem, persneling, hingga knalpot.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Tak hanya membuat kita lupa waktu, bermain smartphone terlalu lama juga bisa memicu berbagai jenis gangguan kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Psikologi 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
obat alami oral thrush

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
manfaat garam untuk kesehatan

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit
krim muka dari dokter bikin ketagihan

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit