Yang Terjadi Selama Serangan Gas Kimia (dan yang Harus Dilakukan Jika Anda Mengalaminya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Lebih dari 80 orang tewas (20 di antaranya adalah anak-anak) meninggal dunia dan banyak lagi yang terluka dalam dugaan serangan gas kimia sarin di wilayah utara-barat Suriah pada April 2017 lalu. Sarin adalah agen saraf buatan manusia yang menyebabkan rasa sakit menyengat tak tertahankan.

Apa sebenarnya sarin itu, apa jadinya jika tubuh terkena paparan gas sarin dalam jumlah besar, dan seperti apa penanganan daruratnya — jika Anda suatu saat terjebak dalam situasi yang sama?

Apa itu sarin?

Sarin adalah senjata perang kimia buatan manusia yang tergolong agen saraf. Agen saraf adalah agen senjata kimia yang paling beracun dan menimbulkan gejala cepat hanya dalam hitungan detik.

Sarin hampir tidak mungkin dideteksi sampai terlambat. Kita bahkan tidak tahu itu ada di sana sampai tubuh kita bereaksi. Ini karena sarin adalah cairan yang tak berwarna, serta tidak memiliki bau dan rasa yang dapat diuraikan. Namun, sarin bisa menguap dengan cepat menjadi uap (gas) dan menyebar ke lingkungan.

Sarin digunakan dalam dua serangan teroris di Jepang pada tahun 1994 dan 1995, dan kemudian digunakan lagi pada serangan teroris di kota Damascus tahun 2013. Padahal bahan kimia ini awalnya tidak dimaksudkan sebagai senjata.

Seorang ahli kimia asal Jerman, Gerhard Schrader, pada tahun 1937 hanya bermaksud mengembangkan sarin sebagai insektisida. Oleh para ilmuwan Nazi, sarin kemudian dikembangkan menjadi gas saraf senjata perang setelah mengetahui potensi dampaknya yang mengerikan pada tubuh manusia.

Bagaimana sarin bekerja menyerang tubuh?

Ketika digunakan sebagai senjata, sarin biasanya ditembakkan lewat roket atau peluru yang kemudian pecah dan menyemprotkan cairan tersebut sebagai gas aerosol — jutaan tetesan kecil yang cukup halus untuk dihirup atau menghujani kulit dan mata. Bayangkan semprotan nyamuk, atau saat Anda menyemprotkan parfum. Sarin kemudian akan menguap menjadi gas yang bercampur dengan udara sekitarnya.

Sarin mudah bercampur dengan air. Setelah sarin tercampur ke dalam air, orang-orang bisa terpapar dengan menyentuh atau meminum air yang mengandung sarin. Mereka juga bisa terpapar sarin dari makanan yang telah tercemar sarin. Pakaian seseorang bisa melepaskan sarin setelah bersentuhan dengan uap sarin, yang bisa menyebabkan penyebaran paparan pada orang lain.

Saraf kita berbicara satu sama lain dengan melepaskan zat kimia yang disebut neurotransmitter. Agen saraf seperti sarin bekerja mengubah fungsi neurotransmitter tersebut. Begitu masuk ke dalam tubuh, sarin mengganggu enzim yang disebut asetilkolinesterase, neurotransmiter yang berfungsi sebagai “saklar” tubuh untuk kerja saraf pengendali kelenjar dan otot. Tanpa “saklar off”, kelenjar dan otot terus dirangsang secara brutal, menyuruh mereka melakukan hal-hal yang biasanya mereka lakukan, tapi dengan frekuensi yang berubah. Akibatnya, tubuh akan bekerja seperti kaset rusak — terus melakukan instruksi yang sama berulang kali.

Dalam beberapa detik terpapar sarin, kontrol otot polos kemudian juga akan terhambat. Otot polos adalah jaringan yang memastikan organ seperti lambung, usus dan kandung kemih bekerja secara efektif. Akibatnya, akan ada produksi air mata berlebihan, diikuti pula oleh air liur, air kencing, feses, dan muntah yang tak terkendali. Penglihatan juga kabur dan pernapasan jadi sangat terbatasi karena dada terasa sesak.

Jika seseorang telah terpapar dengan jumlah sarin yang mematikan, tubuh akan mulai mengalami kejang hebat dan kemudian lumpuh. Beberapa korban menggambarkannya seperti sekantong cacing yang menggeliat di bawah kulit. Anda mendapatkan banyak gerakan kecil dari semua otot di tubuh Anda. Kemudian, setelah satu atau dua menit, otot Anda lumpuh, dan Anda tidak dapat mengoperasikan otot yang dibutuhkan untuk bernapas.

Tanda dan gejala langsung dari paparan sarin saat serangan gas kimia

Gejala pertama meliputi kebingungan, rasa kantuk, dan sakit kepala; mata berair, mata nyeri, penglihatan buram, pupil kecil; batuk, mengiler, pilek, pernapasan cepat, sesak dada; korban menggambarkan gas sarin sebagai “pisau yang terbuat dari api” yang merobek paru-paru mereka; berkeringat berlebihan, otot berkedut di lokasi tubuh yang terkena paparan; mual, muntah, sakit perut, kencing meningkat, diare; hingga kelemahan tubuh, tekanan darah dan denyut jantung abnormal.

Paparan dalam dosis mematikan dapat menyebabkan kejang parah berlanjut, hilang kesadaran hingga koma, kelumpuhan total, hingga kegagalan bernapas.

Bagaimana penanganan darurat untuk menghadapi serangan gas kimia

Setelah menghirup langsung dosis yang mematikan, dibutuhkan waktu sesedikit 60 detik untuk korban bisa mati. Serangan kimia skala besar bisa membunuh dalam waktu 10 menit. Sarin tidak selalu membunuh, tapi korbannya bisa menderita parah sampai efeknya lenyap.

CDC merekomendasikan untuk meninggalkan daerah di mana gas sarin hadir dan mencari udara segar. Mereka juga merekomendasikan untuk mengungsi naik ke tempat yang lebih tinggi, karena gas sarin tenggelam ke bawah. CDC juga mengatakan bahwa korban serangan gas kimia sarin harus:

  • Tanggalkan pakaian dengan cepat, robek jika perlu.
  • Untuk melindungi dari paparan lebih lanjut, letakkan pakaian yang terkontaminasi di dalam tas, lalu segel dalam tas lain sesegera mungkin.
  • Cuci seluruh tubuh dengan sabun dan air banyak
  • Siram mata selama 10-15 menit jika penglihatan kabur
  • Jika tertelan, jangan memaksakan muntah atau minum cairan

Membilas tubuh korban yang terkena paparan sarin dalam dosis tinggi dengan air mengalir dapat membantu peluruhan racun yang menempel di kulit. Pemberian napas bantuan dengan oksigen dapat mengurangi kesulitan bernapas, namun cara ini tidak dapat menghentikan efek sarin atau membalikkan kerusakan yang ditimbulkannya pada saraf. Sebaiknya segera dapatkan bantuan medis.

Pengobatan utamanya adalah suntikan dengan obat penawar kimia yang disebut atropin atau pralidoxime. Keduanya bekerja menghambat efek sarin pada sistem saraf dan dapat menghidupkan kembali korban serangan gas kimia yang hampir mati. Baik atropin dan pralidoxime harus diberikan kepada korban dalam waktu 10 menit setelah paparan pertama untuk efek penawarnya bekerja efektif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat pisang

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit