Jika Dibiarkan Terus, Stres Berat Bisa Bikin Gigi Ompong!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua hal yang terjadi dalam hidup bisa membuat kita stres. Entah itu krisis keuangan di akhir bulan, proyek kantor, menunggu jadwal sidang skripsi, hingga masalah percintaan dan rumah tangga. Tapi ternyata selain bikin sakit kepala dan tensi darah naik, stres berat lama kelamaan bisa bikin gigi copot alias ompong! Lho, kok bisa?

Bagaimana stress bisa bikin gigi copot?

Kebanyakan orang tanpa sadar mengepalkan rahang kuat-kuat gara-gara hati dongkol dilanda stres yang berkepanjangan. Beberapa orang lainnya mungkin juga sekaligus menggemeretakkan gigi secara bersamaan. Kebiasaan ini disebut dengan bruxism. Jika dilakukan terus-terusan, menggemeretakkan gigi kuat-kuat akan menyebabkan gigi geraham aus sehingga melonggarkan gigi dari kantung gusinya dan tulang pendukungnya ikut hancur.

Efek menggemeretakkan gigi bukan cuma bisa gigi copot saja. Jika kebiasaan ini terus dilanjutkan, lama kelamaan rahang Anda akan menderita sindrom TMJ. Sindrom TMJ adalah gangguan pada persendian temporomendibular di rahang yang menyebabkan rasa sakit luar biasa, yang bisa menjalar hingga ke wajah dan telinga.

Stres juga menyebabkan gusi berdarah

Merokok sering dijadikan kegiatan pelampiasan untuk melupakan stres sejenak. Selain itu, stres berat seringnya membuat orang-orang lupa makan atau malah malas karena tidak nafsu makan. Merokok dan kekurangan zat gizi penting dari makanan adalah dua faktor risiko yang bisa memicu gusi berdarah. Ditambah lagi, perubahan hormon dalam tubuh juga berperan serta untuk memicu kondisi ini karena produksi hormon stres kortisol yang berlebihan.

Tingginya kadar hormon stres kortisol dalam tubuh telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko gusi berdarah dan penyakit gusi, misalnya gingivitis. Penyakit gusi (periodontal) adalah penyebab nomor satu di dunia untuk masalah gigi copot pada orang dewasa, dan telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa penyakit gusi bisa dipicu oleh stres. Ini karena stres bisa melemahkan sistem imun, yang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri penyebab penyakit gigi dan gusi.

Stres berat membuat seseorang mengabaikan kebersihan pribadinya

Orang-orang yang sedang stres berat atau bahkan depresi pada umumnya tidak memiliki semangat untuk beraktivitas, dan ini bisa berdampak pada kelalaian menjaga kebersihan diri — termasuk juga jarang sikat gigi. Anda juga mungkin merasa malas atau enggan pergi ke dokter untuk periksa kesehatan. Lama kelamaan, bakteri penyebab penyakit bisa menumpuk dan menggerogoti gusi, menyebabkan peradangan gusi. Sebuah studi tahun 2009 menemukan bahwa orang yang mengabaikan perawatan mulut mereka selama stres dan depresi cenderung mengalami gigi copot.

Tapi tenang, tak semua orang yang stres giginya akan copot

Dilansir dari Reader’s Digest, Janet Zaiff, DDS, seorang dokter gigi di New York, mengatakan bahwa ketika Anda menggabungkan ketiga faktor di atas — menggemeretakkan gigi, penyakit gusi, dan kebersihan gigi yang buruk — bukannya mustahil stres berat benar-benar bisa menyebabkan gigi copot. Namun begitu, efek mengerikan dari stres ini termasuk langka, dan kalaupun benar terjadi, tidak akan langsung terjadi tiba-tiba dalam semalam.

Hal ini ditegaskan oleh dr. Ronald Burakoff, kepala departemen Kesehatan Gigi di North Shore University Hospital, New York. Burakof berkata pada Live Science bahwa, benar jika seseorang menggemeratakkan giginya karena stres, ditambah lagi juga punya penyakit periodontal yang mendasarinya, kebiasaan ini bisa memicu gigi copot. Tapi, “Stres sendiri bukanlah penyebab langsung dari gigi copot. Anda harus terlebih dulu punya penyakitnya atau ‘bakatnya’,” tutup Burakoff.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ada banyak manfaat masturbasi untuk perempuan, salah satunya meredakan nyeri perut saat PMS. Tapi masturbasi tak boleh sembarangan, bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Anda ingin mencoba mendaki gunung? Ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaki gunung khususnya bagi pemula agar pendakian aman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gambar Anatomi Gigi, Jenis-Jenis Gigi, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Selain untuk mengunyah, gigi juga berperan untuk berbicara. Namun, tahukah Anda ada apa saja yang ada di dalam gigi? Simak gambar anatomi gigi di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
sakit gigi atau gigi sakit

Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit