Waspada Septikemia, Darah Keracunan Akibat Bakteri

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/06/2020
Bagikan sekarang

Septikemia adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah. Risiko dari kondisi ini bisa mengancam jiwa penderitanya. Septikemia juga bisa terjadi karena dipicu oleh infeksi di dalam tubuh, kemudian bakteri dari infeksi tersebut masuk ke aliran darah kita. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini akan memicu sepsis.

BACA JUGA: Waspada Sepsis Pada Anak yang Bisa Sebabkan Kematian

Apa saja penyebab septikemia?

Sebenarnya bakteri apa yang dapat menyebabkan septikemia? Ternyata tidak dapat diklasifikasi bakteri apa yang dapat menyebabkan kondisi ini. Bermacam-macam bakteri bisa menjadi penyebabnya. Bahkan Anda mungkin akan kesulitan menemukan sumber dari infeksi itu. Tapi berikut ini ada beberapa infeksi yang dapat memicu septikemia, yaitu:

Tidak hanya infeksi di atas saja, jika Anda menjalani operasi, Anda juga berisiko terkena septikemia. Ini yang mesti Anda waspadai, sebab saat Anda melakukan proses medis di rumah sakit – seperti operasi – kemungkinan bakteri akan resisten alias kebal terhadap antibiotik.

Siapa saja yang berisiko terkena septikemia?

Berikut ini kondisi yang dapat membuat Anda berisiko septikemia:

  • Memiliki luka parah atau luka bakar
  • Usia Anda sangat muda (bayi) atau sangat tua
  • Memiliki masalah kekebalan tubuh seperti HIV atau leukemia
  • Memiliki kateter kemih atau intravena
  • Mendapat pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seperti kemoterapi atau suntik steroid

BACA JUGA: Kenapa Wanita Lebih Sering Terkena Infeksi Saluran Kencing?

Apa saja gejala septikemia?

Gejala dari septikemia bisa terjadi sangat cepat. Pada tahap awal, seseorang bisa terlihat seperti orang yang dalam keadaan ‘sangat sakit’. Berikut ini gejala yang umum terjadi:

  • Panas dingin
  • Terjadi peningkatan suhu tubuh (demam)
  • Pernapasan menjadi cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung berdegup cepat

Anda juga bisa mewaspadai gejala yang lebih berat, seperti:

  • Kebingungan atau tidak mampu untuk berpikir jernih
  • Mual dan muntah
  • Bintik merah muncul di kulit
  • Kapasitas buang air kecil yang berkurang
  • Aliran darah rendah atau tidak memadai

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada seseorang, segera bawa ke rumah sakit segera. Jangan menunggu gejala tersebut akan membaik atau tidak, sebab kondisi septikemia perlu ditangani dengan cepat.

BACA JUGA: Benarkah Sistem Imun Memengaruhi Kehidupan Sosial Kita?

Komplikasi yang dapat terjadi akibat septikemia

Berikut ini yang dapat terjadi, jika septikemia tidak segera ditangani:

1. Sepsis

Ada yang beranggapan sepkemia merupakan istilah lain dari sepsis. Perlu diluruskan di sini bahwa sepsis adalah kondisi lebih lanjut dari septikemia. Jika septikemia hanya menyerang aliran darah, maka pada sepsis, bakteri menyerang seluruh organ tubuh. Bakteri tersebut juga menyebabkan peradangan sehingga dapat membuat darah menggumpal dan menghambat oksigen masuk mencapai organ tubuh kita, akhirnya organ mengalami kegagalan fungsi.

2. Septic shock

Bakteri dapat menyebarkan racun di aliran darah yang membuat aliran darah menjadi rendah. Kerusakan organ atau jaringan bisa terjadi karena hal ini. Septic shock merupakan kondisi medis yang darurat, seseorang biasanya akan dirawat di ICU dengan ventilator dan mesin untuk membantu pernapasan.

3. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

Kondisi ini juga dapat mengancam nyawa Anda. Oksigen tidak dapat mencapai paru-paru dan darah. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kondisi ini fatal dan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen. Tak hanya itu, Anda juga berisiko terhadap kerusakan otak yang menyebabkan gangguan memori.

BACA JUGA: Hati-hati, Anda Bisa Tertular 4 Penyakit Ini Kalau Sering ke Rumah Sakit

Bagaimana cara mengobati septikemia?

Sebenarnya, kalau infeksi tertentu cepat mendapat pengobatan, bakteri tidak akan sampai pada aliran darah. Penting bagi Anda untuk memperhatikan kesehatan sendiri, apakah Anda terkena gejala infeksi tertentu atau tidak.

Pengobatan tentu harus melibatkan dokter dan rawat inap di rumah sakit. Antibiotik akan digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Waktu lebih lanjut diperlukan untuk mencari tahu bakteri apa yang menyebarkan racun dan dokter harus berpacu dengan waktu, sehingga antibiotik yang digunakan biasanya tipe yang berfungsi untuk membasmi semua bakteri. Anda juga memerlukan cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh Anda untuk mencegah pembekuan darah  dan menjaga tekanan darah.

Adakah cara untuk mencegah septikemia?

Septikemia bisa terjadi pada siapa saja, tidak mengenal umur. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk selalu memerhatikan jadwal vaksinasi anak.

Bagi Anda yang memang memiliki masalah sistem kekebalan tubuh, sebaiknya hindari hal-hal berikut ini:

  • Merokok
  • Menggunakan obat terlarang
  • Menjalani diet yang tidak sehat
  • Tidak berolahraga
  • Jarang cuci tangan
  • Berdekatan dengan orang sakit

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020