Sudah Punya Pasangan Tapi Masih Suka Masturbasi, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Masturbasi erat kaitannya dengan aktivitas seksual orang-orang jomblo. Itu mungkin kenapa Anda jadi terheran-heran dan bingung harus bersikap bagaimana saat mengetahui pasangan masih suka masturbasi sampai saat ini. Tak jarang banyak yang justru sakit hati karena mungkin mengira mereka tidak mampu memuaskan pasangannya di atas ranjang, sehingga si dia memilih masturbasi. Yang lainnya mungkin beranggapan bahwa masturbasi sama dengan perselingkuhan, apalagi jika pasangan membayangkan orang lain dalam fantasi seksnya.

Sebenarnya, apakah pasangan yang masih suka masturbasi sendirian itu normal?

Pasangan masih suka masturbasi sendirian itu wajar, kok!

Ada berbagai alasan seseorang melakukan masturbasi. Mungkin mereka bermasturbasi untuk belajar mengenal dan lebih mencintai tubuhnya sendiri. Orang-orang lajang mungkin lebih sering masturbasi untuk melampiaskan gairah seksual yang terpendam selama ini sementara sedang tidak punya pasangan. Bagi orang-orang yang masih sendiri, seks solo juga dapat dijadikan alternatif seks aman untuk menghindari penularan penyakit kelamin dari cinta satu malam atau gonta-ganti pasangan.

Lalu, apa yang menjadi alasan bagi seseorang yang sudah berpasangan masih tetap suka masturbasi? Beberapa orang mungkin masturbasi untuk mendapatkan manfaat sehatnya. Rutin masturbasi bantu wanita menguatkan otot-otot vagina, mengurangi nyeri haid, hingga mencegah risiko serangan jantung. Sementara untuk pria, masturbasi bermanfaat untuk meningkatkan kualitas sperma, mengurangi risiko kanker prostat, hingga mencegah ejakulasi dini.

Yang lainnya merasa masih perlu masturbasi meski sudah berpasangan untuk mengusir stres harian dan membantu tidur nyenyak. Masturbasi dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang dapat menimbulkan rasa senang dan tenang. Bagi beberapa orang, masturbasi bisa dijadikan aktivitas seks alternatif sebagai usaha untuk mencegah kehamilan.

Masturbasi juga bermanfaat untuk kepuasan seks Anda dan pasangan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang suka masturbasi bisa merasakan kepuasan seks yang lebih banyak. Saat masturbasi, Anda akan belajar tentang seluk-beluk diri Anda dan belajar lebih jeli untuk mengukur kemampuan Anda menahan orgasme.

Apabila pria semakin mampu tahan lama di ranjang, hal ini membantu menyenangkan pasangan. Sementara itu, wanita bermasturbasi sebagai caranya belajar mencapai orgasme dengan lebih mudah. Manfaat masturbasi masing-masing ini pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan seks Anda berdua.

Masturbasi sendiri-sendiri juga bisa dijadikan sesi foreplay sebagai cara meningkatkan gairah seksual sebelum bercinta.

Lalu bagaimana cara memahami pasangan yang masturbasi?

Jangan sontak langsung kecewa dan marah begitu menangkap basah pasangan masih suka masturbasi.

  • Bicara dan bersikaplah jujurlah tentang bagaimana perasaan Anda saat mengetahui pasangan masturbasi sendirian.
  • Cari tahu mengapa ia masturbasi, tapi tanyakan di saat kondisi Anda tidak sedang emosi. Mengetahui jawabannya mungkin bisa membuat Anda merasa lebih baik dan lega.
  • Setelah mengetahui jawabannya, cobalah untuk menerima bahwa masturbasi adalah sesuatu yang normal dan bisa dilakukan pada orang yang punya pasangan ataupun tidak.
  • Selain itu, Anda juga perlu mengamati apakah masturbasi yang dilakukan oleh pasangan memengaruhi kehidupan seks Anda berdua.
  • Jika sering masturbasi membuat pasangan mengabaikan pekerjaannya atau malah menjadi alasan untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan Anda, mungkin butuh dibicarakan lebih dalam.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit