Bolehkah Melakukan Oral Seks Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda bingung apa kaitannya cabut gigi dengan melakukan seks oral. Mencabut gigi terkadang membuat beberapa masalah gigi dan mulut muncul, seperti rasa nyeri atau mungkin sariawan. Sementara itu, kehidupan seks Anda membutuhkan variasi, seperti melakukan seks oral. Lantas, apakah boleh melakukan seks lewat mulut setelah cabut gigi?

Masalah pada mulut setelah cabut gigi

Cabut gigi menyebabkan adanya luka terbuka di gusi. Kondisi ini menimbulkan perasaan tidak nyaman. Mungkin butuh beberapa hari bagi Anda untuk dapat makan dan berbicara tanpa rasa nyeri.

Selain rasa nyeri, ternyata cabut gigi sering kali menyebabkan masalah pada mulut, yakni sariawan. Kondisi ini biasanya terjadi jika gigi yang dicabut tidak terlalu goyah, sehingga butuh tarikan agar terlepas.

Biasanya, dokter gigi akan menarik dengan menggoyangkannya terlebih dulu. Tindakan ini berisiko menimbulkan gesekan pada gigi. Pada akhirnya, gesekan akan memperbesar tekanan pada gusi dan menimbulkan sariawan.

Lantas, bolehkah seks oral setelah cabut gigi?

wanita sering masalah gigi

Boleh atau tidaknya melakukan seks oral setelah mencabut gigi, bergantung pada banyak pertimbangan. Pertama, Anda perlu mempertimbangkan kenyamanan.

Bila sariawan menimbulkan rasa tidak nyaman di mulut, sebaiknya hindari dulu seks oral. Seks oral bisa menimbulkan gesekan pada area sariawan sehingga memicu rasa perih. Anda bisa kembali melakukan aktivitas seksual ini ketika sariawan sudah sembuh.

Jangan lupa bicarakan lebih dahulu dengan pasangan mengenai kondisi Anda. Dengan begitu, pasangan Anda tidak salah paham karena Anda menolak melakukan seks oral.

Kedua, ini sangat berkaitan dengan risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Luka terbuka setelah cabut gigi, memberi peluang bakteri atau virus untuk menginfeksi.

Menurut laman tanya jawab yang dikelola oleh Columbia University, melakukan seks oral setelah cabut gigi, akan meningkatkan risiko tertularnya virus HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Pasalnya, mulut Anda melakukan kontak langsung dengan sperma atau cairan vagina dari pasangan yang kemungkinan membawa virus.

Jamur dan bakteri dari organ intim juga bisa berpindah ke mulut Anda. Hal ini bisa mengganggu keseimbangan bakteri dan jamur yang ada di mulut. Akibatnya, pertumbuhan jamur dan bakteri semakin gencar untuk menyebabkan infeksi.

Jika tidak sakit, tetap boleh melakukan seks oral?

Bila cabut gigi tidak menimbulkan sariawan atau nyeri mengganggu, seks oral bisa dilakukan. Syaratnya, Anda perlu menerapkan seks yang aman. Akan lebih baik lagi jika Anda melakukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Dokter akan membantu mengambil keputusan mengenai seberapa besar risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Bila mengkhawatirkan, dokter akan menyarankan Anda untuk tidak melakukan oral seks sementara.

Anda akan diminta untuk memulihkan lebih dahulu kondisi Anda. Sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu.

Jagalah kebersihan mulut dengan rajin menyikat gigi. Mengonsumsi makanan yang lebih lunak, tidak pedas, tidak terlalu asin dan asam, agar sariawan cepat sembuh. Bisa juga dengan minum obat untuk mempercepat penyembuhan sariawan.

Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda menggunakan pelindung, seperti kondom atau dental dam. Cara ini lebih aman dan meminimalisir terjadinya infeksi di mulut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit