Apakah Semua Pria Pasti Mengalami Impotensi di Usia Tua?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selain masalah hidup, pertambahan usia ternyata juga mampu menghadirkan kekhawatiran lain bagi sejumlah besar pria. Salah satunya adalah, apakah pria usia tua pasti impotensi?

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria mencapai dan mempertahankan ereksi yang memadai untuk mendapatkan hubungan intim yang memuaskan.

Faktanya, jumlah kasus pria dengan impotensi memang meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, tahukah Anda bahwa bahkan pria usia muda pun bisa mengalami disfungsi ereksi?

Faktor-faktor yang mempengaruhi impotensi

Ereksi dan kepuasan seksual terjadi karena dipengaruhi banyak faktor. Begitu pula dengan disfungsi ereksi. Suatu literatur memang mengatakan bahwa impotensi berkaitan dengan usia seseorang. Hal ini didukung oleh suatu penelitian yang mengungkapkan bahwa sensitivitas penis turut dipengaruhi usia.

Beberapa literatur lain mengatakan bahwa, yang terpenting dari pemeliharaan aktivitas seksual seseorang adalah kesehatan fisik, ketersediaan pasangan, dan pengaruh pola aktivitas seksual sebelumnya. Kesehatan fisik juga menjadi faktor internal yang dapat memicu disfungsi ereksi, contohnya keberadaan penyakit seperti hipertensi, kanker prostat, jantung, diabetes.

Sedangkan penelitian di lapangan mengungkapkan bahwa beberapa hal yang sering kali menyebabkan terjadinya perubahan fungsi seksualitas pada lanjut usia, antara lain:

  • Orang yang memperoleh kepuasan dari perilaku seksualnya, dan orang yang cenderung secara seksual aktif pada masa-masa awal tahun pernikahannya, cenderung akan tetap memilki fungsi seksualitas yang terus aktif pada masa lanjut usianya.
  • Bagaimana pandangan sosialnya terhadap seks. Orang yang menganggak aktivitas seksual tidak layak lagi dilakukan oleh orang lanjut usia terkadang menyebabkan seseorang menekan keinginan seksual dari dalam dirinya.
  • Pada beberapa kasus, terdapat penurunan fungsi seksualitas seseorang di usia lanjut, saat dirinya ditinggal (meninggal maupun bercerai) oleh pasangannya dan tidak memiliki dorongan yang cukup kuat untuk mencari pasangan baru.
  • Masalah hidup, seperti masalah keuangan, juga terkadang mampu memperlemah aktivitas seksual seseorang. Beberapa orang dengan masalah seperti ini biasanya cenderung menghindari masalahnya dengan cara merokok dan konsumsi alkohol, yang merupakan faktor risiko pemicu disfungsi ereksi. Beberapa penelitan mengungkapkan bahwa nikotin memiliki efek merugikan terhadap fungsi seksualitas seseorang; karena mampu memicu penyakit penyerta dan mengganggu peredaran darah ke organ seksual.

Apa dampak dari impotensi?

Keadaan impotensi pada pria, mampu mempengaruhi keadaan jasmani dan rohaninya sehingga turut mempengaruhi kualitas sumber dayanya pula. Hal ini dikarenakan, impotensi pada pria memiliki peranan besar dalam pembentukan rasa percaya diri seorang pria.

Bagaimana mengatasi impotensi?

Bila impotensi memang benar Anda alami, melakukan tindakan medis lewat pemberian Viagra bisa dilakukan. Belakangan juga terdapat beberapa terapi yang diperuntukkan penanganan masalah ini. Perlu diperhatikan bahwa tindakan-tindakan ini sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Perlu dicatat bahwa perubahan aktivitas seksual bukan merupakan bagian normal dari proses penuaan. Hasrat seksual Anda tentu akan terus berlanjut. Meskipun akan ada penurunan kuantitas aktivitas seksual, tapi aktivitas seksual takkan berhenti begitu saja. Hal ini didukung dengan sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen pria lanjut usia dengan usia rata-rata 68 tahun masih tetap melakukan aktivitas seksualnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis Non-Gonore

Uretritis non-gonore adalah penyakit urologi yang menyerang kelamin. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mencegah dari salah satu jenis uretritis ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Uretritis Gonore

Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
hemokromatosis

Hemokromatosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit