Seks Terasa Sakit Akibat Vaginismus (Vagina Menutup), Adakah Cara Mengatasinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Seks seharusnya menjadi kegiatan yang romantis dan paling dinanti pasangan sejoli. Namun, beberapa wanita selalu merasakan sakit setiap kali berhubungan intim sehingga seks justru menjadi momok yang mengerikan. Keluhan sakit saat seks umumnya diakibatkan oleh vaginismus, kelainan yang membuat otot-otot dasar panggul malah mengejang dan mengencang erat sehingga vagina menutup saat mendapatkan rangsangan. Akibatnya, penetrasi terasa sangat sakit atau bahkan mustahil untuk dilakukan. Adakah cara mengatasi vaginismus?

Apa saja penyebab vaginismus?

Vaginismus bisa membuat seks terasa sakit karena berbagai faktor penyebab, baik secara fisik, emosional.

Umumnya, trauma kekerasan seksual di masa lalu, pola pikir yang negatif tentang seks, takut kebobolan hamil, masalah kepercayaan diri (citra tubuh), permasalahan dalam hubungan itu sendiri, efek samping obat atau pascaoperasi, hingga kondisi medis seperti infeksi atau riwayat cedera pada vagina bisa memicu terjadinya vaginismus.

Vaginismus juga bisa dipicu oleh minimnya persiapan sebelum seks pada wanita yang tidak memiliki faktor risiko di atas. Misalnya, foreplay kurang lama dan kurang mantap sehingga vagina belum benar-benar “basah” saat penetrasi telanjur berlangsung.

Vaginismus terjadi ketika otak membaca faktor risiko tersebut sebagai bahaya sehingga mengirimkan sinyal-sinyal pada tubuh untuk melindungi Anda dari ‘hal yang mengancam’. Kemudian, otot-otot dasar panggul dan sekitar vagina meresponnya dengan menutup diri.

Berbagai cara mengatasi vaginismus

Meski tidak secara langsung memengaruhi gairah seks (libido), vaginismus bisa membuat wanita enggan atau bahkan takut bercinta karena tidak ingin merasakan sakitnya. Kondisi ini lambat laun bisa menjadi masalah bagi urusan ranjang Anda dan pasangan.

Vaginismus juga bisa membuat Anda kesakitan saat memasukkan tampon selama menstruasi atau ketika dokter memasukkan spekulum untuk tes Pap smear. Lantas, bagaimana cara mengatasi vaginismus?

Senam Kegel

Pada umumnya, vagina yang mengencang dapat diperbaiki dengan rutin melakukan senam Kegel. Tujuannya adalah untuk melemaskan otot-otot di sekitar vagina. Cara melakukan Kegel mirip dengan insting mengencangkan otot panggul untuk menahan buang air kecil, yaitu:

  1. Kencangkan otot panggul Anda dan tahan selama 10 detik. Jangan kencangkan otot-otot perut, pantat, atau paha saat melakukan Kegel.
  2. Lemaskan kembali.
  3. Ulangi sebanyak 20 kali. Anda dapat melakukan Kegel berkali-kali dalam sehari.

Terapi seks

Apabila penyebab nyeri saat seks Anda lebih mengacu pada masalah psikologis, seperti trauma dan ketakutan-ketakutan tertentu, konsultasi pada psikolog atau terapis seks bisa jadi langkah yang paling tepat untuk mengatasi vaginismus.

Konseling mungkin bisa dilakukan oleh Anda sendiri atau berdua dengan pasangan untuk mencari solusi yang terbaik bersama-sama. Teknik relaksasi dan hipnosis juga dapat meningkatkan relaksasi dan membantu Anda  merasa lebih nyaman dengan hubungan seksual.

Selain itu, terapis atau dokter yang menangani Anda juga mungkin menyarankan menggunakan dilator vagina. Dilator vagina adalah alat medis berbahan silikon yang bentuknya mirip mainan seks dildo. Alat ini dimasukkan ke dalam vagina untuk membuat vagina Anda jadi lebih elastis, sehingga memungkinkan Anda melakukan penetrasi vaginal tanpa rasa sakit..

Sebaiknya Anda tetap konsultasi dulu ke dokter untuk mencari cara mengatasi vaginismus sesuai dengan penyebabnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca