Mau Coba Mainan Seks? Bujuk Pasangan Dengan 4 Strategi Ini, Yuk!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini, sex toys (mainan seks) sudah cukup dikenal banyak kalangan suami istri. Alat bantu perangsang seksual ini digadang-gadang mampu meningkatkan kepuasan hubungan intim.

Dilansir dari laman Psychology Today, sebuah studi tahun 2016 yang dipimpin oleh David Frederick, Ph.D., dari Davidman University menemukan bahwa pria dan wanita merasa lebih puas dengan hubungan mereka setelah mencoba berbagai cara baru dalam berhubungan seksual, salah satunya menggunakan sex toys.

Meski cukup dikenal, tidak semua pasangan sudah mencoba sex toys untuk membantu mereka untuk mencapai orgasme. Jika Anda ingin mengenalkan mainan seks pada pasangan Anda, simak ulasannya berikut ini.

Tips sukses mengenalkan mainan seks pada pasangan Anda

Selain mandi bersama atau mencoba posisi baru di tempat tidur, menggunakan mainan seks juga bisa menjaga kelanggengan hubungan suami istri dalam jangka panjang. Jika Anda ingin memulai rencana untuk menggunakan alat bantu seks ini, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Pastikan Anda dan pasangan memang membutuhkannya

Kebanyakan orang menggunakan sex toys untuk masturbasi. Namun, tidak ada salahnya jika Anda menggunakan alat bantu seks ini dengan pasangan. Sebelum mengenalkan perangkat seks tersebut pada pasangan, pastikan apakah alat ini dibutuhkan atau tidak.

Perlu Anda ketahui bahwa wanita butuh waktu lebih lama untuk merasa cukup terangsang dibanding pria. Mereka mungkin membutuhkan lebih banyak rangsangan atau foreplay, untuk mencapai orgasme sekaligus mengurangi rasa sakit selama penetrasi. Jika Anda pasangan atau Anda susah mencapai klimaks atau penasaran ingin merasakan sensasi baru saat berhubungan intim, Anda boleh mencoba menggunakan sex toys.

2.  Pilih situasi yang tepat untuk membicarakan hal ini

Banyak orang merasa malu dan canggung membicarakan hal ini kepada pasangan. Jika Anda merasakan hal ini, hal pertama harus Anda siapkan adalah keberanian.

Kemudian, siapkan momen yang tepat dan tempat yang sesuai untuk membicarakannya, misalnya di dalam kamar ketika Anda dan pasangan selesai beraktivitas seharian. Hindari memulai pembicaraan saat pasangan Anda sibuk dengan pekerjaannya.

3. Pikirkan apa tanggapan pasangan Anda dan siapkan jawabannya

Mengenalkan sex toys secara tiba-tiba akan membuat pasangan Anda kaget dan berujung dengan penolakan. Jadi, siapkan bagaimana tanggapan Anda jika pasangan menanyakan beberapa hal, misalnya keamanan sex toys. 

Penggunaan alat bantu seks ini jika tidak digunakan dengan benar dan tidak bersih bisa jadi perantara penularan penyakit menular seksual atau HIV. Selain keamanan, pasangan yang cenderung menolak biasanya merasa dirinya akan tergantikan dengan adanya mainan seks.

Untuk bisa menjawab dan menjelaskan berbagai hal yang sex toys, Anda tentu perlu mencari tahu lewat internet, buku, atau konsultasi pada ahli seks. Bukan cuma seputar sex toys, Anda juga bisa mempelajari bagaimana melakukan seks yang aman. Nah, panduan seks aman bisa Anda temukan dalam tautan ini.

4. Ajak pasangan untuk memilih mainan seks bersama

Ada banyak mainan seks yang bisa Anda pilih, misalnya vibrator . Jika Anda membeli tanpa kesepakatan dari pasangan, alat bantu seks tersebut belum tentu disukai oleh pasangan Anda. Pertama-tama, riset dulu bagaimana bentuk, fungsi, dan cara penggunaannya. Kemudian, diskusikan mana yag Anda dan pasangan akan gunakan.

Kunci untuk menyampaikan keinginan Anda untuk meningkatkan hubungan seks yang lebih baik harus Anda sampaikan dengan saling membuka diri, kepercayaan, dan kejujuran. Komunikasi yang berjalan dengan baik antara Anda dan pasangan, tentu bisa meningkatkan kualitas hubungan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Harus Dilakukan Pria Menjelang Malam Pertama

Malam pertama memang butuh persiapan untuk pria dan wanita. Lalu apa yang harus dilakukan pria menjelang malam pertama? Simak jawabannya di sini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Masih Ingin Merokok? Ini Akibatnya pada Sperma dan Kesuburan Anda

Merokok terbukti membahayakan kesehatan. Khususnya bagi pria, rokok bisa menyempitkan peluang Anda menghasilkan keturunan. Apa efeknya pada sperma perokok?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mencuri waktu untuk berhubungan seks

Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit
fantasi threesome; seks threesome

Kenapa Banyak Pria Punya Fantasi Seks Bercinta Bertiga (Threesome)?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
masturbasi memengaruhi nafsu seks

Apakah Masturbasi Bisa Memengaruhi Nafsu Seks?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit