Berbagai Penyebab Libido Rendah Pada Pria

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/10/2019
Bagikan sekarang

Libido rendah pada pria adalah kondisi penurunan gairah dalam aktivitas seksual. Wajar untuk kehilangan gairah seks dari waktu ke waktu, karena tingkat libido memang berubah seiring Anda menjalani kehidupan. Namun, libido rendah pada pria dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kekhawatiran. Libido yang rendah terkadang juga bisa menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Tanda-tanda libido rendah pada pria

Hilangnya gairah seks biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba, ia akan muncul secara bertahap. Meskipun sulit untuk mengukurnya, Edward Laumann, seorang dosen sosiologi dari University of Chicago yang juga merupakan kawan penulis buku berjudul The Social Organization of Sexuality, menyatakan bahwa libido rendah ditandai oleh penurunan gairah seks untuk beberapa bulan dalam satu tahun terakhir.    

Untuk membantu Anda mengidentifikasi gejala awal menurunnya libido, Anda dapat merespon beberapa pernyataan di bawah ini dengan jawaban “benar” atau “salah”:

  1. Menyentuh satu sama lain hanya terjadi di tempat tidur.
  2. Seks tidak memberikan Anda perasaan saling menyatu dan berbagi.
  3. Hanya salah satu dari pasangan yang berinisiatif dan yang lainnya merasa tertekan.
  4. Anda tidak berharap lagi untuk melakukan seks.
  5. Seks tidak bergairah dan hal itu terjadi terus menerus.
  6. Anda hampir tidak pernah berpikir atau berfantasi seksual terhadap pasangan Anda.
  7. Anda berhubungan seks paling banyak 2 kali dalam sebulan.

Jika Anda merespon “benar” untuk sebagian besar pernyataan di atas, maka Anda secara bertahap telah memasuki kondisi libido rendah. Untuk itu, memahami berbagai penyebabnya merupakan langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat.

Penyebab libido rendah pada pria

1. Testosteron rendah

Testosteron adalah hormon pria yang penting untuk membangun otot dan massa tulang, serta merangsang produksi sperma. Testosteron juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi gairah seks Anda. Kadar testosteron dianggap rendah jika berada di bawah 300-350 nanogram per desiliter (ng/dL). Ketika kadar testosteron menurun, maka keinginan Anda untuk berhubungan seksual juga menurun. Meskipun testosteron menurun sering penuaan, tetapi ia akan menyebabkan libido rendah pada pria ketika ia menurun secara drastis.

2. Obat-obatan

Mengonsumsi obat tertentu dapat menurunkan kadar testosteron, yang pada akhirnya menyebabkan libido menurun. Misalnya, obat tekanan darah, seperti ACE inhibitors dan beta-blockers dapat mencegah ejakulasi dan ereksi.

3. Depresi

Depresi mengubah seluruh bagian dari kehidupan seseorang. Orang dengan pengalaman depresi memiliki penurunan gairah pada aktivitas yang biasanya menyenangkan, seperti seks. Libido rendah juga dapat merupakan efek samping dari beberapa antidepresan, terutama selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI).

4. Penyakit kronis

Ketika Anda tidak merasa dalam kondisi yang baik karena efek dari penyakit kronis, seperti nyeri kronis, maka seks mungkin akan menjadi daftar prioritas yang paling terakhir.  Penyakit tertentu, seperti kanker, dapat mengurangi jumlah produksi sperma Anda, karena tubuh berfokus untuk dapat bertahan hidup.

5. Masalah tidur

Sebuah penelitian dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (JCEM), menemukan bahwa pria yang mengalami sleep apnea obstruktif memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Pada akhirnya, ini menyebabkan penurunan libido dan aktivitas seksual.

6. Penuaan

Kadar testosteron yang berkaitan dengan libido ada di tingkat tertinggi pada masa akhir remaja, namun penurunan kadar testosteron akan terlihat pada usia 60-65 tahun. Ketika Anda menginjak usia paruh baya, Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terangsang, ejakulasi, dan orgasme.

7. Stres

Jika Anda terganggu oleh situasi yang membuat Anda stres, hasrat seksual Anda akan menurun. Hal ini disebabkan karena kadar stres dapat mengganggu kadar hormon Anda. Arteri dapat menyempit ketika stres. Penyempitan ini membatasi aliran darah, sehingga berpotensi menyebabkan disfungsi ereksi.

8. Hubungan terlalu intim

Keintiman dalam hubungan tidak selalu membuat seks menjadi lebih baik. Terkadang terlalu banyak keintiman malah menghambat gairah seksual. Jadi, ketika seseorang memiliki gairah yang rendah, bukan berarti ia memiliki jarak dalam hubungan yang ia jalani, justru hubungan yang terlalu intimlah yang dapat menghambat gairah.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Mainan seks berupa vibartor harus Anda bersihkan dengan rutin. Namun, bagaimana cara membersihkan vibrator? Lihat di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ada beberapa cara memenuhi hasrat kepuasan seksual wanita, salah satunya memakai vibrator. Tapi kalau terlalu sering pakai vibrator, apa efeknya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    minyak esensial untuk meredakan stres

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    suplemen hormon testosteron

    3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
    minyak kelapa memengaruhi testosteron

    Benarkah Minyak Kelapa Memengaruhi Hormon Testosteron Pria?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020