Sering Ribut dengan Ipar Atau Mertua? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/10/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Suasana “panas” dalam keluarga bukan hanya disebabkan oleh adanya orang ketiga. Pasutri tidak harmonis bisa jadi berasal dari hubungan dengan masing-masing keluarga pasangan. Banyak yang bilang jika menikah bukan hanya hubungan antar suami istri, melainkan seluruh keluarga. Ya, supaya harmonis semua anggota harus akur satu sama lain. Terlebih untuk keluarga yang masih tinggal serumah dengan mertua, adik ipar, atau saudara yang lain.

Sebenarnya, apa yang membuat Anda sering bertengkar dengan keluarga pasangan? Lalu, bagaimana cara menghadapi situasi ini?

Penyebab Anda sering bertengkar dengan keluarga pasangan

Pertengkaran Anda dengan pasangan memang umum terjadi dan membuat sebagian besar pasangan memilih untuk berpisah. Namun, tidak akur dengan keluarga pasangan juga bisa ‘menyulut api’ sehingga membuat suasana rumah jadi tidak nyaman dan akhirnya merusak hubungan Anda dengan pasangan. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Jangan khawatir, untuk keluar dari situasi ini Anda harus memahami betul apa penyebabnya sehingga lebih mudah untuk mendapatkan solusinya. Beberapa penyebab kenapa Anda sering bertengkar dengan keluarga pasangan, antara lain:

1. Anda merasa tidak dihargai

emboli paru

Setiap orang memiliki aturan dan batasan pada suatu hal. Namun, banyak orang tidak peka dan melewati batasan yang telah dibuat, termasuk keluarga pasangan Anda.

Misalnya saja kebiasaan adik ipar yang membiarkan TV menyala sampai tengah malam atau mengajak temannya bermalam tanpa memberitahu atau izin lebih dulu pada Anda.

Padahal, sebelumnya Anda sudah memberi tahu batas waktu menonton TV, menghemat listrik, dan aturan mengajak orang lain ke rumah. Tentunya hal ini membuat Anda merasa gerah dan jengkel, bukan?

Jika Anda menghadapinya dengan kemarahan, tentu suasana rumah akan jadi kusut. Anda memang perlu meluruskan hal ini, tapi dengan pikiran yang lebih tenang.

Bicarakan lebih dulu hal ini dengan pasangan Anda. Kemudian, ciptakan suasana yang tepat untuk membuka pembicaraan. Jelaskan apa saja permasalahannya dengan bahasa yang ramah dan tekankan kembali aturan yang berlaku.

2. Sering mengkritik dan memberi komentar yang kelewat batas

faktor risiko skizofrenia

Pernikahan berarti menyatukan dua keluarga. Anda menjadi bagian dari keluarga pasangan, begitu pula sebaliknya. Mertua atau adik ipar Anda memang menganggap Anda seperti keluarga sendiri, tapi kadang cara mereka untuk menunjukkan hal tersebut kurang berkenan di hati Anda.

Misalnya, ketika mertua Anda memberi komentar pedas pada masakan Anda. Penilaian tersebut memang bisa membuat Anda memasak jauh lebih baik lagi, namun pilihan kata yang diucapkan mungkin bisa menyakiti hati Anda. Hal ini kadang membuat hubungan Anda dan mertua jadi kurang dekat.

Memang tidak mudah untuk mengatasi hal ini, tapi Anda perlu memahami bagaimana watak mertua Anda. Jika mertua Anda memang keras kepala dan suka mengkritik, lebih baik Anda tidak menanggapinya dengan emosi dan membiarkannya. Bila kelewat batas, bicarakan hal ini dengan pasangan Anda untuk mengatasi hal ini bersama-sama.

3. Berbeda pendapat dan kesukaan

dampak stres

Setiap orang memiliki pendapat dan kegemaran yang berbeda-beda. Ini bisa jadi faktor penyebab kenapa Anda jadi sering bertengkar dengan adik ipar atau mertua jika tinggal serumah dengan Anda. Perbedaan pendapat saat musyawarah keluarga bahkan sampai hal yang sepele, seperti pemilihan menu makanan yang saling bertolak belakang.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Anda perlu menemukan hal apa yang bisa dinikmati dan disukai oleh Anda dan keluarga yang lain. Ini bisa meningkatkan hubungan Anda dan keluarga pasangan. Anda bisa memulainya dengan ajakan untuk makan malam bersama di luar, jalan-jalan, atau olahraga pagi bersama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Menyikapi Perbedaan Pendapat dalam Keluarga

Perbedaan pendapat bisa ditemui di mana pun, bahkan di dalam keluarga. Lalu, bagaimana cara mengatasi perbedaan sudut pandang antara tiap anggota keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 31/07/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Membangun Hubungan Baik dengan Calon Anak Tiri

Membangun hubungan dan mendekati calon anak tiri dari pasangan kita membutuhkan upaya keras, sikap konsisten, dan kesabaran. Berikut ragam tipsnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Tips Parenting 29/06/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Trik Menata Emosi yang Memuncak Saat Bertengkar Dengan Pasangan

Tidak ada hubungan asmara yang bebas dari pertengkaran antar kedua pasangan. Agar kondisi tidak semakin runyam, yuk, pahami cara mengendalikan emosi diri!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 02/02/2019 . Waktu baca 3 menit

3 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan Kakak Adik Remaja Supaya Lebih Akrab

Kakak adik yang sama-sama remaja biasanya bukan makin akur tapi makin gampang ribut. Lantas, orangtua harus bagaimana biar kakak adik akrab terus?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 03/11/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melerai anak bertengkar di rumah karena bosan

Begini Caranya Melerai Anak yang Kerap Berkelahi saat Karantina di Rumah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . Waktu baca 6 menit
grup whatsapp kesehatan mental

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/02/2020 . Waktu baca 5 menit
memaafkan orang yang dibenci

5 Langkah Sederhana untuk Memaafkan Orang yang Dibenci

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31/01/2020 . Waktu baca 4 menit
cara melerai anak bertengkar

4 Cara Melerai Si Anak yang Bertengkar Dengan Temannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20/11/2019 . Waktu baca 4 menit