Sering Ribut dengan Ipar Atau Mertua? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Suasana “panas” dalam keluarga bukan hanya disebabkan oleh adanya orang ketiga. Pasutri tidak harmonis bisa jadi berasal dari hubungan dengan masing-masing keluarga pasangan. Banyak yang bilang jika menikah bukan hanya hubungan antar suami istri, melainkan seluruh keluarga. Ya, supaya harmonis semua anggota harus akur satu sama lain. Terlebih untuk keluarga yang masih tinggal serumah dengan mertua, adik ipar, atau saudara yang lain.

Sebenarnya, apa yang membuat Anda sering bertengkar dengan keluarga pasangan? Lalu, bagaimana cara menghadapi situasi ini?

Penyebab Anda sering bertengkar dengan keluarga pasangan

Pertengkaran Anda dengan pasangan memang umum terjadi dan membuat sebagian besar pasangan memilih untuk berpisah. Namun, tidak akur dengan keluarga pasangan juga bisa ‘menyulut api’ sehingga membuat suasana rumah jadi tidak nyaman dan akhirnya merusak hubungan Anda dengan pasangan. Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?

Jangan khawatir, untuk keluar dari situasi ini Anda harus memahami betul apa penyebabnya sehingga lebih mudah untuk mendapatkan solusinya. Beberapa penyebab kenapa Anda sering bertengkar dengan keluarga pasangan, antara lain:

1. Anda merasa tidak dihargai

emboli paru

Setiap orang memiliki aturan dan batasan pada suatu hal. Namun, banyak orang tidak peka dan melewati batasan yang telah dibuat, termasuk keluarga pasangan Anda.

Misalnya saja kebiasaan adik ipar yang membiarkan TV menyala sampai tengah malam atau mengajak temannya bermalam tanpa memberitahu atau izin lebih dulu pada Anda.

Padahal, sebelumnya Anda sudah memberi tahu batas waktu menonton TV, menghemat listrik, dan aturan mengajak orang lain ke rumah. Tentunya hal ini membuat Anda merasa gerah dan jengkel, bukan?

Jika Anda menghadapinya dengan kemarahan, tentu suasana rumah akan jadi kusut. Anda memang perlu meluruskan hal ini, tapi dengan pikiran yang lebih tenang.

Bicarakan lebih dulu hal ini dengan pasangan Anda. Kemudian, ciptakan suasana yang tepat untuk membuka pembicaraan. Jelaskan apa saja permasalahannya dengan bahasa yang ramah dan tekankan kembali aturan yang berlaku.

2. Sering mengkritik dan memberi komentar yang kelewat batas

faktor risiko skizofrenia

Pernikahan berarti menyatukan dua keluarga. Anda menjadi bagian dari keluarga pasangan, begitu pula sebaliknya. Mertua atau adik ipar Anda memang menganggap Anda seperti keluarga sendiri, tapi kadang cara mereka untuk menunjukkan hal tersebut kurang berkenan di hati Anda.

Misalnya, ketika mertua Anda memberi komentar pedas pada masakan Anda. Penilaian tersebut memang bisa membuat Anda memasak jauh lebih baik lagi, namun pilihan kata yang diucapkan mungkin bisa menyakiti hati Anda. Hal ini kadang membuat hubungan Anda dan mertua jadi kurang dekat.

Memang tidak mudah untuk mengatasi hal ini, tapi Anda perlu memahami bagaimana watak mertua Anda. Jika mertua Anda memang keras kepala dan suka mengkritik, lebih baik Anda tidak menanggapinya dengan emosi dan membiarkannya. Bila kelewat batas, bicarakan hal ini dengan pasangan Anda untuk mengatasi hal ini bersama-sama.

3. Berbeda pendapat dan kesukaan

dampak stres

Setiap orang memiliki pendapat dan kegemaran yang berbeda-beda. Ini bisa jadi faktor penyebab kenapa Anda jadi sering bertengkar dengan adik ipar atau mertua jika tinggal serumah dengan Anda. Perbedaan pendapat saat musyawarah keluarga bahkan sampai hal yang sepele, seperti pemilihan menu makanan yang saling bertolak belakang.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Anda perlu menemukan hal apa yang bisa dinikmati dan disukai oleh Anda dan keluarga yang lain. Ini bisa meningkatkan hubungan Anda dan keluarga pasangan. Anda bisa memulainya dengan ajakan untuk makan malam bersama di luar, jalan-jalan, atau olahraga pagi bersama.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca