Kapan Gejala HPV Akan Muncul Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/10/2018
Bagikan sekarang

Infeksi HPV adalah salah satu jenis penyakit kelamin yang rentan menular lewat hubungan seks tidak aman, terutama seks dengan bergonta-ganti pasangan tanpa pakai kondom. Umumnya virus HPV bisa hilang sendiri dan tidak menyebabkan masalah kesehatan apa pun. Namun, tetap ada peluang bahwa gejala HPV dapat terus berkembang dalam tubuh hingga menyebabkan komplikasi serius.

Lantas, berapa lama gejala HPV bisa mulai muncul setelah berhubungan seks?

Pria dan wanita sama-sama berisiko kena infeksi HPV

Kita selama ini beranggapan bahwa infeksi HPV hanya bisa menyerang wanita. Virus HPV memang menjadi faktor risiko utama dari kanker serviks, kanker yang paling umum dan mematikan pada wanita. Komplikasi infeksi HPV pada wanita juga bisa menyebabkan kanker vagina dan kanker vulva.

Namun kenyataannya, CDC di Amerika Serikat menegaskan bahwa pria dan wanita sama-sama bisa terkena infeksi HPV beserta kemungkinan risiko komplikasinya, seperti kulit kelamin dan kanker. Baik pria dan wanita sama-sama berisiko mengalami kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker anus akibat infeksi HPV. Pria khususnya juga bisa mendapatkan kanker penis dari infeksi tersebut.

Orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah cenderung lebih rentan terinfeksi virus HPV, terlepas dari apa pun jenis kelaminnya.

posisi bercinta woman on top

Kapan gejala HPV mulai muncul setelah berhubungan seks?

Banyak orang yang tidak sadar mereka telah terinfeksi HPV. Pasalnya, penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang terlihat berarti sampai virusnya telah benar-benar berkembang dan menyebar dalam tubuh.

Khalil Ghanem, MD, PhD, seorang dosen fakultas Kesehatan Masyarakat di Johns Hopkins University School of Medicine, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus penyakit kelamin menular biasanya mulai menampakkan gejala dalam kurun waktu 3-10 hari setelah virus pertama kali masuk ke dalam tubuh. Meski begitu, rentang waktu ini adalah patokan rata-rata untuk semua jenis penyakit menular seksual.

Nah, untuk lama waktu munculnya gejala HPV itu sendiri tidak selalu sama pada masing-masing orang. Sebagian besar orang yang terinfeksi HPV umumnya baru mulai menyadari kemunculan kutil kelamin sekitar tiga bulan sejak infeksi awal, dikutip dari Very Well Health. Kutil kelamin memang menjadi salah satu gejala HPV yang paling mungkin muncul pertama kali dan paling kentara disadari.

Kutil berawal dari luka kecil yang kian membesar sampai membentuk benjolan kecil di kulit. Pada wanita, kutil biasa muncul di vulva, vagina, area kulit sekitar anus, hingga di leher rahim. Sedangkan pada pria, kulit penis, buah zakar (testis), dan sekitar anus merupakan beberapa tempat yang paling sering ditumbuhi kutil kelamin sebagai gejala HPV. Baik pada pria dan wanita, kutil juga bisa muncul pada tangan, kaki, atau wajah meski tidak selalu.

Walau demikian, timbulnya kutil di kelamin tidak selalu menjadi pertanda pasti dari infeksi HPV. Jika Anda menemukan kutil yang tiba-tiba tumbuh di bagian tubuh mana pun, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mencari tahu penyebab pasti dan juga pengobatannya.

Bagaimana mengobati infeksi HPV?

Umumnya infeksi HPV ringan bisa hilang sendiri tanpa pengobatan khusus. Dokter mungkin hanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan lamjutan dalam enam bulan ke depan. Tujuannya untuk memastikan apakah infeksi HPV masih ada dan sejauh perkembangannya dalam tubuh.

Jika dokter mencurigai bahwa gejala HPV sudah berkembang cukup parah dalam tubuh, dokter akan menyesuaikan pengobatan tergantung masalah yang muncul dan jenis virus HPV apa yang menyerang.

Yang paling penting adalah tindak pencegahannya sebelum telanjur sakit. Mendapatkan vaksinasi HPV adalah cara yang sudah terbukti efektif untuk menciptakan perlindungan terhadap infeksi HPV dan risiko kanker serviks. Selain itu, pastikan Anda selalu mempraktekkan seks yang aman.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Infeksi HPV pada Bayi dan Anak-anak

Gejala infeksi HPV bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja, anak kecil pun bisa terkena. Apa saja penyebab dan ciri-cirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Umur Berapa Anak Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?

Lindungi buah hati Anda dari kanker serviks sejak dini. Di umur berapa putra dan putri Anda bisa mendapatkan vaksin HPV untuk anak? Cek di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari

Apakah Vaksinasi HPV Aman Dilakukan Pada Anak-anak?

Cara yang paling efektif mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan vaksin HPV. Namun, apakah vaksinasi HPV pada anak-anak aman dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari

Anak Remaja Belum Pernah Vaksin HPV, Apa yang Harus Dilakukan?

Vaksin HPV sejak dini penting. Namun, bagaimana jika ada remaja yang sampai saat ini belum pernah vaksin HPV? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020
virus hpv bisa hilang

Benarkah HPV Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 07/11/2019
terkena kutil kelamin

Apakah Saya Masih Perlu Vaksin HPV Jika Sudah Terkena Kutil Kelamin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 30/10/2018
disunat

Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2018