Vasektomi Tak Menyebabkan Impotensi, Malah Meningkatkan Performa Seks

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/02/2018 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Vasektomi adalah prosedur medis untuk mencegah sperma tercampur dengan air mani. Ini dilakukan untuk mencegah kehamilan yang sifatnya permanen, sehingga saat berhubungan seksual tidak perlu direpotkan lagi dengan alat kontrasepsi. Selain mencegah kehamilan ternyata vasektomi bisa meningkatkan kejantanan pria, menurut sebuah penelitian. Benarkah demikian? Cari tahu soal efek vasektomi pada performa seksual pria di bawah ini.

Efek vasektomi pada kehidupan seks

Normalnya, saat ejakulasi, otot-otot yang berkontraksi dan mendorong sperma keluar dari penis. Namun, pada pria yang menjalani vastektomi, yang dikeluarkan hanya cairan dari kelenjar prostat dan air mani yang diproduksi oleh kelenjar kantong semen (vesikula seminalis).

Selama ini, efek vasektomi yang sering dikhawatirkan yaitu menyebabkan pria mengalami impotensi, yaitu ketidakmampuan untuk mencapai ereksi saat berhubungan seks. Namun, dilansir dari Healthline, vasektomi tidak akan berpengaruh pada kemampuan seksual pria. Pasalnya, dokter hanya akan membedah area bawah skrotum (kantong buah pelir), yang dikenal dengan istilah vas deferens dan mencegah sperma melewati testis dan uretra supaya tidak tercampur dengan air mani.

Prosedur ini tidak mengubah tampilan penis, rasa, dan jumlah air mani yang dikeluarkan setelah operasi. Kemudian, proses pembedahan tidak mendekati saraf yang bertanggung jawab atas ereksi, klimaks, atau orgasme. Libido juga tetap aman sebab hormon testosteron yang berfungsi sebagai pendorong untuk melakukan hubungan seksual tidak terpengaruh dengan vastektomi.

Hal ini didukung dengan sebuah penelitian yang dilansir dari Men’s Health. Empat dari sepuluh pria dalam survei mengatakan bahwa kehidupan seks mereka meningkat setelah vasektomi. Kemudian, 12,4 persen di antaranya melaporkan bahwa mereka justru lebih sering melakukan hubungan seks setelah vasektomi.

Sebuah studi di Stanford menemukan bahwa pria dengan vasektomi berhubungan intim 5,9 kali per bulan dibandingkan dengan pria yang tidak menjalani prosedur tersebut, yaitu 4,9 kali per bulan. Ini disebabkan karena pasangan yang tidak menjalani vastektomi cenderung berpikir dua kali untuk melakukan seks supaya tidak terjadi kehamilan di luar rencana. Namun, vasektomi tidak menjadi jaminan Anda tidak akan terkena infeksi penyakit seksual yang menular. Oleh karena itu, pria dengan vasektomi sebaiknya tetap menggunakan kondom sebagai perlindungan terbaik pada diri Anda dari penyakit tersebut.

faktor risiko kanker prostat

Vasektomi tidak akan mengganggu performa seks Anda, asal…

Walaupun prosedur rawat jalan dapat dilakukan dengan cepat, maksudnya pasien tidak perlu mengunjungi rumah sakit dan bisa pulang ke rumah pada hari yang sama, dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengambil cuti kerja selama dua atau tiga hari.

Ya, efek vasektomi yang mungkin Anda alami setelah operasi adalah Anda harus menghindari aktivitas berat seperti mengangkat barang atau terlalu banyak bergerak. Aktivitas seksual juga tidak boleh dilakukan dulu selama seminggu. Anda harus kembali mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lanjutan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Anda harus menjalani tes untuk mengecek apakah masih ada sperma dalam air mani Anda. Biasanya tes akan dilakukan setelah Anda mengalami 10 sampai 20 ejakulasi setelah vasektomi. Jika hasilnya menunjukkan bahwa masih ada sperma dalam air mani Anda, dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes lagi di hari lain untuk memastikan kembali tidak ada lagi sperma di air mani.

Sebelum menjalani vasektomi, Anda harus benar-benar yakin bahwa Anda tidak berkeinginan untuk memiliki anak di masa depan. Sebab vasektomi adalah cara mencegah kehamilan yang sifatnya permanen atau hampir tidak bisa dikembalikan seperti semula.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 mins read

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 mins read

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 mins read