Tak Ada Untungnya Stalking Mantan! Bahkan, Ini Dampak Psikologisnya Bagi Anda.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/12/2017
Bagikan sekarang

Putus cinta memang menyakitkan, tapi bukan akhir dari segalanya. Setelah putus cinta, Anda berharap bisa hidup seperti biasa lagi tanpa harus memikirkan mantan kekasih. Namun, terkadang kisah putus cinta semulus itu.

Setelah putus cinta, Anda cenderung sedih berlarut-larut dan masih memikirkan mantan kekasih. Anda juga biasanya masih mencari tahu bagaimana keadaan mantan Anda sekarang dengan segala macam cara. Anda tidak bisa menahan godaan untuk kepo alias stalking mantan Anda. Sebenarnya inilah yang justru akan semakin memperburuk suasana hati Anda. Masih ada beberapa dampak lainnya dari Anda stalking mantan. Apa saja?

Stalking mantan, semakin susah move on

Kecenderungan untuk stalking atau memata-matai mantan pacar lewat media sosial kerap muncul setelah putus. Setiap kali membuka media sosial, hal pertama kali yang Anda lakukan adalah melihat akun mantan Anda. Alasannya hanya untuk sekedar mengetahui kabarnya. Anda berpikir dengan stalking mantan Anda bisa mengetahui keadaan dia sekarang dan tak jarang untuk melihat wajah mantan saja karena rindu. Ditambah lagi karena kebiasaan ini tidak akan diketahui oleh mantan Anda, Anda semakin ketagihan dan tidak bisa menahan kebiasaan ini.

Namun, kebiasaan ini justru malah membuat Anda jadi susah move on dari mantan. Anda akan semakin susah untuk move on jika terus-terusan memantau foto atau status terbarunya. Atau yang lebih parah, Anda mungkin tergoda untuk stalking segala gerak-gerik mantan Anda (dan mungkin pacar baru dan teman-temannya) di media sosial. Ini adalah kebiasaan yang sama sekali tidak sehat. Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, membuktikan dampak negatif ini.

Penelitian tersebut dilakukan pada sebagian besar mahasiswa perempuan, untuk menganalisis penggunaan Facebook. Selain itu, mereka juga diminta untuk memerhatikan sejauh mana proses move on mereka setelah putus dari kekasihnya. Seberapa sering mereka membuka dan mengamati isi media sosial mantan. Penelitian ini juga mengamati apakah mereka memiliki ketertarikan baru terhadap lawan jenis, atau hanya berhenti pada si mantan saja tanpa adanya perubahan.

media sosial

Stalking mantan, rentan stres dan emosi menjadi tidak stabil

Penelitian tersebut juga melakukan pengukuran tingkat stres karena putus cinta, begitu juga dengan hasrat seksual dan perasaan negatif terhadap mantan. Indikator ukuran stres yang digunakan adalah tingkat kemarahan, kecewa, bingung, dan benci. Hasil pengukuran tersebut kemudian diamati seberapa besar perubahan dalam hidup karena putus cinta.

Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat stres orang yang suka stalking mantan akan lebih tinggi, memiliki pemikiran negatif lebih besar, selalu merindukan mantan kekasih dan perkembangan kepribadiannya lebih rendah. Melihat atau memata-matai mantan melalui media sosial bisa dihubungkan dengan lambatnya tingkat pemulihan emosional dan perkembangan kepribadian akibat putus cinta.

Berhenti stalking mantan, haruskah menghapusnya dari daftar teman di media sosial?

Menghindari kontak dan informasi tentang mantan kekasih, baik secara nyata maupun di dunia maya mungkin menjadi cara terbaik untuk menyembuhkan patah hati. Untuk mengatasi kesedihan dan sakit hati akibat putus cinta, Anda tidak harus selamanya menghapus dari daftar teman di media sosial Anda.

Namun, sebisa mungkin tahan diri untuk tidak terlalu sering mengecek akun mantan. Jangan setiap kali Anda buka media sosial, Anda membuka akunnya. Gunakan media sosial Anda dengan baik dan bijak, tidak perlu terlalu berlebihan. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020