Panduan Tepat Memilih dan Memakai Pelumas Terbaik untuk Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pelumas seks kadang dibutuhkan untuk membantu penetrasi lebih lancar dan tidak menyakitnya selama bercinta. Jangan khawatir kalau Anda adalah pemula dalam urusan pakai pelumas untuk hubungan intim. Kami telah menyiapkan panduan memilih jenis lubrikan yang tepat, serta langkah-langkah cara memakainya untuk menambah kenikmatan berdua.

Jenis pelumas mana yang aman untuk Anda?

Pelumas alias lubrikan adalah gel yang digunakan sebagai bala bantuan untuk mengatasi masalah vagina kering. Namun, beberapa pasangan juga pakai pelumas seks ketika melakukan seks anal.

Terlepas dari aktivitas seks manapun yang Anda akan lakukan, penting untuk mengetahui macam-macam jenis pelumas yang ada di pasaran. Jenisnya dibedakan dari bahan dasarnya: pelumas air, pelumas silikon, dan pelumas minyak. Pada umumnya, pelumas berbahan dasar air atau silikon adalah pilihan yang terbaik untuk berhubungan seks. Kedua jenis ini tidak akan merusak kondom. Sementara pelumas berbahan dasar minyak akan membuat bahan kondom lateks cepat aus menipis, sehingga mudah sobek.

Di sisi lain, pelumas berbahan dasar air mengandung gliserin yang notabene adalah gula. Terlalu banyak gula dalam vagina dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina dan infeksi saluran kencing pada wanita yang rentan terhadap penyakit ini. Pelumas berbahan dasar air juga mengandung paraben dan glikol propelin yang dapat mengiritasi kulit.

Bagaimana cara menggunakan pelumas untuk hubungan intim?

Anda bisa menggunakan pelumas untuk hubungan seks dengan cara yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan kreativitas Anda bersama pasangan. Namun, pelumas sebaiknya dioleskan tipis-tipis pada penis (atau kondom yang sudah terpasang) – cukup satu-dua tetes. Dengan begitu, seluruh bagian penis akan tetap terlindungi dari gesekan ketika sudah penetrasi ke dalam vagina atau anus.

Anda juga bisa menggunakan pelumas pada jari, sex toys, ataupun bagian tubuh lain yang ingin “dijelajahi”. Jika pelumas yang dituang ke penis terlalu banyak, lap perlahan dengan handuk atau tisu untuk menyingkirkan kelebihannya. Ingat, meski niatnya ingin memperlancar penetrasi tapi jangan menggunakan pelumas sampai basah kuyup. Salah-salah, penis Anda bisa tergelincir karena terlalu licin dan akhirnya cedera.

Meski begitu, pelumas berbahan dasar air biasanya lebih cepat kering dan menguap. Jadi, Anda harus sering-sering mengoleskannya lagi kalau sesi bercinta Anda dan pasangan masih jalan terus.

pelumas untuk seks

Ada beberapa risiko juga yang bisa didapat karena pakai pelumas

Pelumas atau lubrikan seks memang bermanfaat untuk mencegah rasa sakit saat penetrasi seks dilakukan. Namun, bukan berarti hal itu bisa membuat Anda terbebas dari risiko yang lain. Pasalnya, jika Anda dan pasangan bercinta tanpa kondom, pelumas tak akan mampu membunuh virus atau bakteri yang hidup di area kemaluan. Maka, Anda tetap berisiko tertular penyakit kelamin seperti klamidia, gonore, dan HIV jika berhubungan seks tidak memakai kondom.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pelumas mengandung banyak bahan kimia. Pada orang-orang yang sensitif, paparan zat kimia ini, terutama di area penis dan vagina, dapat menimbulkan iritasi kulit. Biasanya gejala yang muncul adalah area kemaluan jadi kemerahan, terasa panas seperti terbakar, bengkak, atau terasa gatal. Zat kimia dalam pelumas juga dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan meningkatkan risiko infeksi bakteri maupun jamur vagina.

Kuncinya hanya satu: pakai pelumas untuk hubungan intim hanya secukupnya saja.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit