Panduan Tepat Memilih dan Memakai Pelumas Terbaik untuk Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pelumas seks kadang dibutuhkan untuk membantu penetrasi lebih lancar dan tidak menyakitnya selama bercinta. Jangan khawatir kalau Anda adalah pemula dalam urusan pakai pelumas untuk hubungan intim. Kami telah menyiapkan panduan memilih jenis lubrikan yang tepat, serta langkah-langkah cara memakainya untuk menambah kenikmatan berdua.

Jenis pelumas mana yang aman untuk Anda?

Pelumas alias lubrikan adalah gel yang digunakan sebagai bala bantuan untuk mengatasi masalah vagina kering. Namun, beberapa pasangan juga pakai pelumas seks ketika melakukan seks anal.

Terlepas dari aktivitas seks manapun yang Anda akan lakukan, penting untuk mengetahui macam-macam jenis pelumas yang ada di pasaran. Jenisnya dibedakan dari bahan dasarnya: pelumas air, pelumas silikon, dan pelumas minyak. Pada umumnya, pelumas berbahan dasar air atau silikon adalah pilihan yang terbaik untuk berhubungan seks. Kedua jenis ini tidak akan merusak kondom. Sementara pelumas berbahan dasar minyak akan membuat bahan kondom lateks cepat aus menipis, sehingga mudah sobek.

Di sisi lain, pelumas berbahan dasar air mengandung gliserin yang notabene adalah gula. Terlalu banyak gula dalam vagina dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina dan infeksi saluran kencing pada wanita yang rentan terhadap penyakit ini. Pelumas berbahan dasar air juga mengandung paraben dan glikol propelin yang dapat mengiritasi kulit.

Bagaimana cara menggunakan pelumas untuk hubungan intim?

Anda bisa menggunakan pelumas untuk hubungan seks dengan cara yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan kreativitas Anda bersama pasangan. Namun, pelumas sebaiknya dioleskan tipis-tipis pada penis (atau kondom yang sudah terpasang) – cukup satu-dua tetes. Dengan begitu, seluruh bagian penis akan tetap terlindungi dari gesekan ketika sudah penetrasi ke dalam vagina atau anus.

Anda juga bisa menggunakan pelumas pada jari, sex toys, ataupun bagian tubuh lain yang ingin “dijelajahi”. Jika pelumas yang dituang ke penis terlalu banyak, lap perlahan dengan handuk atau tisu untuk menyingkirkan kelebihannya. Ingat, meski niatnya ingin memperlancar penetrasi tapi jangan menggunakan pelumas sampai basah kuyup. Salah-salah, penis Anda bisa tergelincir karena terlalu licin dan akhirnya cedera.

Meski begitu, pelumas berbahan dasar air biasanya lebih cepat kering dan menguap. Jadi, Anda harus sering-sering mengoleskannya lagi kalau sesi bercinta Anda dan pasangan masih jalan terus.

pelumas untuk seks

Ada beberapa risiko juga yang bisa didapat karena pakai pelumas

Pelumas atau lubrikan seks memang bermanfaat untuk mencegah rasa sakit saat penetrasi seks dilakukan. Namun, bukan berarti hal itu bisa membuat Anda terbebas dari risiko yang lain. Pasalnya, jika Anda dan pasangan bercinta tanpa kondom, pelumas tak akan mampu membunuh virus atau bakteri yang hidup di area kemaluan. Maka, Anda tetap berisiko tertular penyakit kelamin seperti klamidia, gonore, dan HIV jika berhubungan seks tidak memakai kondom.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pelumas mengandung banyak bahan kimia. Pada orang-orang yang sensitif, paparan zat kimia ini, terutama di area penis dan vagina, dapat menimbulkan iritasi kulit. Biasanya gejala yang muncul adalah area kemaluan jadi kemerahan, terasa panas seperti terbakar, bengkak, atau terasa gatal. Zat kimia dalam pelumas juga dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan meningkatkan risiko infeksi bakteri maupun jamur vagina.

Kuncinya hanya satu: pakai pelumas untuk hubungan intim hanya secukupnya saja.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Badan lemas, ngantuk, dan mata berat? Itu tandanya Anda butuh tidur siang! Yuk, intip trik power nap ini agar tidur siang lebih berkualitas dan bermanfaat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit menular seksual

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 13 menit
cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit
tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit