Keluar Darah Saat Berhubungan Seks Selama Pakai KB Spiral, Apakah Wajar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/08/2018 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

KB Spiral atau yang lebih dikenal dengan IUD adalah salah satu metode kontrasepsi yang banyak diminati oleh perempuan Indonesia. Setelah pasang IUD, Anda dan pasangan bisa berhubungan seks tanpa harus khawatir kebobolan. Tergantung dari jenisnya, IUD efektif mencegah kehamilan sampai 10 tahun. Namun, kenapa beberapa wanita melaporkan vagina mereka berdarah setelah berhubungan saat pakai IUD?

Anda mungkin mengalami flek setelah pasang IUD

Kebanyakan wanita mungkin mengalami bercak flek ringan selama beberapa hari setelah pasang IUD. Ini adalah efek samping sementara yang wajar terjadi karena tubuh masih beradaptasi dengan alat tersebut.

Di sisi lain, beberapa wanita mungkin akan terus mengalami flek di antara jadwal menstruasinya hingga berbulan-bulan setelahnya. Efek samping ini biasanya akan mereda seiring waktu.

Vagina berdarah sehabis berhubungan saat pakai IUD, apa ini normal?

Jika belakangan Anda mengeluhkan kram dan sakit saat berhubungan seks padahal sebelumnya tidak pernah begitu, ini mungkin karena posisi IUD telah bergeser dari tempatnya. Ya! IUD terkadang bisa berpindah sendiri. Biasanya terjadi jika prosedur pemasangannya kurang tepat atau karena Anda cemas dan tegang selama prosesnya.

KB spiral seharusnya disematkan dalam rahim. Ketika posisinya bergeser dan malah melorot hingga ke leher rahim, hal ini dapat menyebabkan vagina Anda berdarah setelah berhubungan saat pakai IUD.

Bagaimana cara saya tahu posisi IUD sudah geser?

Di ujung bawah alat IUD terdapat untaian tali (string) yang cukup panjang. Itu kenapa sesaat setelah dipasangkan ke rahim, dokter akan memotong sedikit tali tersebut.

Anda seharusnya bisa merasakan di mana letak tali tersebut. Begitu Anda menyadari bahwa tali tersebut malah memendek atau memanjang dari sebelumnya, ini adalah tanda bahwa posisi IUD sudah bergeser. Pada beberapa kasus, pergeseran posisi IUD bahkan bisa menarik tali tersebut ke dalam vagina sehingga tampak seperti “tertelan”.

Beberapa kondisi ini lebih cenderung membuat IUD mudah berpindah:

  • Pasang IUD di usia remaja.
  • Langsung pasang IUD setelah melahirkan.
  • Menstruasi yang menyakitkan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Setelah 3-6 bulan pasang IUD, Anda seharusnya sudah tidak lagi mengalami flek. Termasuk saat berhubungan seks. Jika Anda mengalami rasa sakit atau perdarahan setelah berhubungan seks yang tidak wajar, sebaiknya hubungi dokter Anda.

Apabila benar disebabkan oleh posisi IUD yang bergeser, dokter dapat membenarkan kembali posisinya atau memasangkan ulang dengan yang baru. Ingat, posisi KB spiral yang tidak pada tempatnya bisa meningkatkan risiko Anda kebobolan hamil.

Jika penyebabnya bukan alat IUD Anda, dokter dapat membantu menentukan penyebab pastinya dan mendiskusikan pilihan pengobatan terbaik untuk Anda.

Lantas, adakah efek samping lainnya dari memakai IUD?

Efek samping paling umum dari IUD termasuk:

  • Menstruasi tidak teratur selama beberapa bulan pertama.
  • Jika Anda pakai IUD tembaga, menstruasi akan keluar lebih banyak dan gejala PMS (kram perut dan sakit punggung) lebih menyakitkan.
  • Jika pakai IUD hormon, menstruasi cenderung jauh lebih cepat dan ringan dari biasanya, atau bahkan tidak menstruasi sama sekali.
  • Gejala mirip PMS, seperti sakit kepala, jerawat, dan linu pada payudara dengan IUD hormon

Siklus menstruasi Anda kemungkinan akan kembali normal setelah enam bulan. Jika tidak, Anda harus segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Posisi Seks yang Bisa Anda Coba di Pantai Bersama Pasangan

Supaya liburan Anda bersama pasangan lebih intim dan menyenangkan, ada beberapa posisi yang bisa Anda berdua lakukan saat bercinta di pantai.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/12/2019 . 4 menit baca

Panduan Menjadwalkan Hubungan Seks dengan Pasangan Agar Lebih Mesra

Siapa bilang seks dilakukan secara spontan? Anda juga bisa membuat jadwal hubungan seks bersama pasangan untuk hubungan yang lebih mesra.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21/12/2019 . 4 menit baca

Cara Mencegah Tiba-tiba Kentut dari Vagina Saat Berhubungan Seks (Queefing)

Kentut bisa bunyi kapan saja, termasuk saat bercinta. Namun, kentut yang keluar dari tubuh wanita saat seks biasanya dari vagina. Lantas, bisakah dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 22/10/2019 . 3 menit baca

Kapan Bisa Mulai Haid Lagi Setelah Aborsi?

Setelah aborsi, Anda tentu saja akan bisa haid lagi karena Anda sudah tidak lagi hamil. Namun, waktu kedatangannya bisa berbeda untuk tiap wanita.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 07/09/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 4 menit baca
pantangan menggunakan KB spiral

Apa Pantangan Menggunakan KB Spiral atau IUD?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020 . 4 menit baca
bdsm dan kekerasan seksual

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020 . 6 menit baca
stres setelah berhubungan intim

Pria Ternyata Juga Bisa Stres Setelah Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2020 . 4 menit baca