Keluar Darah Saat Berhubungan Seks Selama Pakai KB Spiral, Apakah Wajar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

KB Spiral atau yang lebih dikenal dengan IUD adalah salah satu metode kontrasepsi yang banyak diminati oleh perempuan Indonesia. Setelah pasang IUD, Anda dan pasangan bisa berhubungan seks tanpa harus khawatir kebobolan. Tergantung dari jenisnya, IUD efektif mencegah kehamilan sampai 10 tahun. Namun, kenapa beberapa wanita melaporkan vagina mereka berdarah setelah berhubungan saat pakai IUD?

Anda mungkin mengalami flek setelah pasang IUD

Kebanyakan wanita mungkin mengalami bercak flek ringan selama beberapa hari setelah pasang IUD. Ini adalah efek samping sementara yang wajar terjadi karena tubuh masih beradaptasi dengan alat tersebut.

Di sisi lain, beberapa wanita mungkin akan terus mengalami flek di antara jadwal menstruasinya hingga berbulan-bulan setelahnya. Efek samping ini biasanya akan mereda seiring waktu.

Vagina berdarah sehabis berhubungan saat pakai IUD, apa ini normal?

Jika belakangan Anda mengeluhkan kram dan sakit saat berhubungan seks padahal sebelumnya tidak pernah begitu, ini mungkin karena posisi IUD telah bergeser dari tempatnya. Ya! IUD terkadang bisa berpindah sendiri. Biasanya terjadi jika prosedur pemasangannya kurang tepat atau karena Anda cemas dan tegang selama prosesnya.

KB spiral seharusnya disematkan dalam rahim. Ketika posisinya bergeser dan malah melorot hingga ke leher rahim, hal ini dapat menyebabkan vagina Anda berdarah setelah berhubungan saat pakai IUD.

Bagaimana cara saya tahu posisi IUD sudah geser?

Di ujung bawah alat IUD terdapat untaian tali (string) yang cukup panjang. Itu kenapa sesaat setelah dipasangkan ke rahim, dokter akan memotong sedikit tali tersebut.

Anda seharusnya bisa merasakan di mana letak tali tersebut. Begitu Anda menyadari bahwa tali tersebut malah memendek atau memanjang dari sebelumnya, ini adalah tanda bahwa posisi IUD sudah bergeser. Pada beberapa kasus, pergeseran posisi IUD bahkan bisa menarik tali tersebut ke dalam vagina sehingga tampak seperti “tertelan”.

Beberapa kondisi ini lebih cenderung membuat IUD mudah berpindah:

  • Pasang IUD di usia remaja.
  • Langsung pasang IUD setelah melahirkan.
  • Menstruasi yang menyakitkan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Setelah 3-6 bulan pasang IUD, Anda seharusnya sudah tidak lagi mengalami flek. Termasuk saat berhubungan seks. Jika Anda mengalami rasa sakit atau perdarahan setelah berhubungan seks yang tidak wajar, sebaiknya hubungi dokter Anda.

Apabila benar disebabkan oleh posisi IUD yang bergeser, dokter dapat membenarkan kembali posisinya atau memasangkan ulang dengan yang baru. Ingat, posisi KB spiral yang tidak pada tempatnya bisa meningkatkan risiko Anda kebobolan hamil.

Jika penyebabnya bukan alat IUD Anda, dokter dapat membantu menentukan penyebab pastinya dan mendiskusikan pilihan pengobatan terbaik untuk Anda.

Lantas, adakah efek samping lainnya dari memakai IUD?

Efek samping paling umum dari IUD termasuk:

  • Menstruasi tidak teratur selama beberapa bulan pertama.
  • Jika Anda pakai IUD tembaga, menstruasi akan keluar lebih banyak dan gejala PMS (kram perut dan sakit punggung) lebih menyakitkan.
  • Jika pakai IUD hormon, menstruasi cenderung jauh lebih cepat dan ringan dari biasanya, atau bahkan tidak menstruasi sama sekali.
  • Gejala mirip PMS, seperti sakit kepala, jerawat, dan linu pada payudara dengan IUD hormon

Siklus menstruasi Anda kemungkinan akan kembali normal setelah enam bulan. Jika tidak, Anda harus segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca