Apakah Vaginismus Bisa Disembuhkan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Saat seks tidak terasa nikmat karena otot vagina terus menegang, mungkin saja Anda mengalami vaginismus. Ketika otot di sekitar vagina menegang, penetrasi pun jadi sulit sehingga pasangan juga akan bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan dirinya atau Anda?

Mungkin Anda pernah mengalami hal ini. Tak perlu cemas, Anda bisa menyembuhkan vaginismus dengan beberapa cara mudah. Tapi sebelumnya ketahui dulu mengapa vaginismus bisa terjadi pada perempuan.

Kenapa bisa terjadi vaginismus?

Vaginismus merupakan bagian dari disfungsi seksual. Namun, kondisi ini tidak mempengaruhi libido atau hasrat seksual seorang perempuan. 

Melansir laman Patient, dikatakan seorang fisioterapi Helen Forth, vaginismus ditandai dengan ketegangan otot pada saluran vagina. Ada sensasi dan tekanan yang kuat saat ada hal yang memasuki vagina. Dalam konteks ini bisa dirasakan saat penetrasi, ketika penis masuk ke dalam vagina.

Sebetulnya tidak ada alasan spesifik terjadinya vaginismus. Namun beberapa kondisi bisa mempengaruhi psikologis seorang perempuan dan trauma tertanam pada dirinya, sehingga memicu terjadinya vaginismus.

Jika ditilik dari sebabnya, ada beberapa alasan perempuan bisa mengalami vaginismus, misalnya kekerasan seksual, seks yang kasar, dan faktor emosional internal seperti pikiran bahwa seks adalah hal yang memalukan dan menjijikkan.

Forth menjelaskan, otot pada vagina mengubah perannya menjadi garda proteksi sebagai respon terhadap hal yang ditafsirnya sebagai ancaman. Kadang, reaksi fisiologis bertentangan dengan keinginan perempuan ingin melangsungkan hubungan seks. Sehingga saat melangsungkan penetrasi, vagina terasa menyakitkan.

Meskipun Anda memiliki masalah vaginismus, seks bisa kembali terasa nikmat. Untuk menyembuhkan vaginismus, bisa ditilik pada penjelasan selanjutnya.

Santai saja, ada cara untuk menyembuhkan vaginismus

Perempuan yang mengalami vaginismus merasakan ketidaknyamanan saat berhubungan intim. Namun ada cara tertentu untuk mengatasi kondisi vaginismus, sehingga Anda dapat merasakan seks dengan nyaman.

1. Konseling dan seks terapi

Langkah awal menyembuhkan vaginismus bisa dilakukan dengan konseling dan seks terapi. Ini lebih kepada sesi edukasi mengenai anatomi organ intim perempuan. Biasanya konselor akan menjelaskan apa yang terjadi saat perempuan mengalami rangsangan seksual dan sesi intercourse. 

Konselor juga menerangkan apa kenapa kontraksi otot vagina bisa terjadi pada vaginismus. Konseling ini membantu perempuan memahami apa yang terjadi pada respon tubuh. Sebaiknya pasangan turut serta dalam sesi konseling, sehingga kedua pihak saling mengerti soal kondisi vaginismus.

Anda juga akan diajari bagaimana cara menghadapi gangguan seksual ini. Teknik relaksasi dan hipnosis juga mendukung Anda untuk lebih nyaman saat melakukan intercourse.

2. Dilator vaginal

Menyembuhkan vaginismus dapat dibantu dengan dilator vaginal. Namun untuk pemakaian perlu mendapatkan rekomendasi konselor atau dokter. Dilator vaginal merupakan alat yang terbuat dari plastik untuk melatih otot vagina terbuka lebih lebar dan fleksibel. 

Biarkan pasangan membantu Anda untuk memasangkan dilator vaginal. Selain membuat diri Anda lebih rileks, tentu membangun suasana menjadi semakin intim.

3. Latihan kegel

Latihan kegel juga menjadi langkah mandiri untuk menyembuhkan vaginismus. Kegel bisa dilakukan di rumah dengan cara yang mudah. Intinya, melatih kekuatan otot panggul yang mengontrol vagina, rektum, serta kandung kemih.

Latihan kegel bisa dipraktikan saat buang air kecil. Cobalah ketika BAK, tahan alirannya dengan menggunakan otot panggul. Ketika aliran kemih berhenti, berarti Anda sudah bisa melakukan latihan kegel. Namun, latihan ini tidak harus dilakukan saat BAK.

Anda bisa melatih otot panggul dasar dengan kontraksi seperti menahan BAK, hitung 10 detik. Kemudian istirahatkan otot selama 10 detik. Ulangi selama 10 kali, setidaknya tiga kali dalam sehari.

Tiga langkah diatas dapat menyembuhkan vaginismus. Jika ada pertanyaan lebih detail soal kondisi tersebut, jangan ragu untuk menghubungi dokter atau konselor.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 23, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 23, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca