Benarkah Terapi Psikologis CBT Bisa Atasi Persoalan Hidup Kita?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Saat mengalami luka atau menderita penyakit tertentu, Anda pasti memeriksakan diri dan berobat ke pusat layanan kesehatan. Tindakan tersebut sudah menjadi hal yang wajar dan normatif. Maka, begitu juga halnya dengan kondisi psikis Anda. Ketika Anda mengalami depresi, menghadapi beban hidup yang serius, atau punya kondisi psikologis tertentu, sebaiknya Anda segera mencari pertolongan dengan cara ikut terapi psikologis. Terapi psikologis ada banyak macamnya dan biasanya difasilitasi oleh seorang psikolog, terapis, atau psikiater. Salah satu terapi psikologis yang paling sering ditemui adalah terapi kognitif dan perilaku (CBT).   

Apa itu terapi kognitif dan perilaku (CBT)?

Terapi kognitif dan perilaku (selanjutnya disebut CBT) adalah salah satu cabang psikoterapi yang bertujuan untuk mengubah proses pola pikir (kognitif) serta perilaku Anda jadi lebih baik. Dalam terapi ini, klien akan bertatap muka dengan terapis untuk menggali akar permasalahan yang dihadapi. Setelah itu, klien dan terapis akan bekerja sama untuk mengubah pola pikir dan perilaku klien sesuai target yang diharapkan.

Sebagai contoh, seseorang perokok berat tidak bisa melepaskan diri dari rokok, terutama ketika sedang dilanda stres. Dalam CBT, terapis akan mengajak klien untuk menyadari bahwa pola pikirnya, yaitu rokok bisa melepas stres, adalah pola pikir yang salah dan perlu diubah. Setelah itu, klien akan dilatih untuk membentuk perilaku baru yang positif untuk menggantikan perilaku lama yang merugikan. Daripada merokok, klien tersebut akan dibiasakan untuk berolahraga ringan dan mengambil napas dalam saat stres menyerang. Hal ini dilakukan dengan berbagai teknik, mulai dari bercerita pada terapis, menulis buku harian, atau melakukan relaksasi.  

Kondisi yang bisa ditangani dengan CBT

CBT adalah terapi yang ampuh untuk mengatasi berbagai gangguan psikologis. Namun, terapi ini sebaiknya tidak diterapkan untuk orang-orang yang memiliki masalah perkembangan mental atau cacat mental yang cukup serius. Berikut adalah beberapa contoh gangguan psikologis yang bisa ditangani dengan CBT.

  • Depresi
  • Gangguan kecemasan
  • Kecanduan (alkohol, obat-obatan, rokok, judi, dll.)
  • Fobia atau trauma psikologis
  • Kepribadian ganda
  • Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
  • Gangguan makan (bulimia, anoreksia, dll.)
  • Gangguan tidur (insomnia, mengigau, dll.)
  • Stres karena pekerjaan, hubungan pribadi, dan tekanan lainnya
  • Duka karena kehilangan orang tercinta atau habis bercerai  

Manfaat terapi CBT

CBT adalah salah satu terapi psikologis yang cukup populer dibanding terapi-terapi lainnya. Ini karena CBT menawarkan berbagai keunggulan yang tidak didapat dari terapi lain. Inilah beberapa keunggulannya.

1. Tidak memakan waktu yang terlalu lama

Dibandingkan dengan terapi lain seperti terapi psikonalitik atau psikoterapi interpersonal, terapi kognitif dan perilaku biasanya berlangsung lebih cepat. Ini karena CBT fokus pada pola pikir dan perilaku Anda saat ini. Sementara itu, terapi lain biasanya perlu menggali masalah yang Anda alami di masa kecil atau kejadian di masa lampau.

2. Mencegah ketergantungan pada obat-obatan

Biasanya terapis tidak akan meresepkan obat-obatan seperti antidepresan, obat tidur, atau obat penenang untuk membantu perubahan perilaku. Ini karena pola pikir Anda benar-benar dilatih supaya bisa disetel ulang secara naluriah, bukan karena dibantu obat-obatan. Hasilnya akan lebih terasa dalam jangka panjang. Selain itu, kemungkinan Anda mengalami efek samping atau ketergantungan terhadap obat-obatan pun jadi lebih kecil.  

3. Teknik yang diajarkan bisa diterapkan sendiri seumur hidup

CBT memiliki struktur yang sangat jelas dan mudah diikuti. Maka, meskipun Anda sudah selesai menjalani sesi terapi, teknik perubahan pola pikir dan perilaku tersebut bisa Anda terapkan secara terus-menerus. Tak seperti terapi lain yaitu hipnoterapi atau terapi psikodinamik yang mengharuskan Anda untuk memasuki alam bawah sadar, CBT sifatnya lebih praktis dan bisa dibiasakan sendiri tanpa bantuan terapis.

Kelemahan terapi CBT

Meskipun sangat bermanfaat untuk kesehatan mental, bukan berarti CBT cocok untuk semua orang. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa CBT kurang efektif bagi orang-orang tertentu.

1. Membutuhkan komitmen dan motivasi diri yang sangat kuat

Dalam terapi ini, klien diharuskan memiliki komitmen dan motivasi diri yang kuat untuk berubah. Pasalnya, teknik yang diterapkan dalam CBT tidak bersifat memaksa. Terapis hanya bisa memberikan panduan dan saran, tetapi klien sendiri yang harus mewujudkan perubahan yang diharapkan. Klien harus mau membuka diri dan menerapkan teknik yang diajarkan terapis. Jika ikut CBT hanya karena dipaksa orang lain, hampir tak mungkin seorang klien bisa mencapai hasil yang diinginkan.

2. Kurang ampuh untuk yang kondisi psikologisnya cukup rumit

CBT tidak bisa menangani berbagai gangguan psikologis sekaligus. Maka, sulit bagi orang yang memiliki lebih dari satu gangguan psikologis, misalnya PTSD dan gangguan makan untuk mencapai perubahan yang ditargetkan. Terapis dan klien harus fokus dulu pada satu masalah. Namun, hal ini sulit karena biasanya satu gangguan psikologis berkaitan sangat erat dengan gangguan lainnya.   

3. Hanya fokus pada faktor individu di masa sekarang

Terapi kognitif dan perilaku menargetkan masalah yang sangat spesifik, yaitu pola pikir dan perilaku Anda sendiri pada saat ini. Padahal, kadang faktor eksternal seperti keluarga atau lingkungan sosial Anda sangat berpengaruh terhadap pembentukan pola pikir dan perilaku Anda. Begitu juga dengan kejadian yang Anda alami di masa lalu. Sayangnya, faktor-faktor eksternal tersebut tidak begitu diolah dalam terapi ini.

BACA JUGA:

Sumber