Tanda-tanda Anda Memiliki Masalah dalam Mengendalikan Amarah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Marah adalah cara untuk mengekspresikan emosi yang kuat dan agresif, yang dapat dimulai dengan frustrasi, kekecewaan, atau kekesalan. Pada beberapa kasus, marah baik untuk kesehatan Anda, karena marah membantu mengurangi rasa kesal dan menenangkan emosi Anda. Marah adalah perasaan yang normal, namun dapat memiliki dampak buruk jika Anda tidak mengekspresikan kemarahan Anda dengan benar, atau masalah penanganan amarah. Emosi dari kemarahan tidak baik atau buruk, namun dapat menyebabkan masalah dengan cara Anda menangani dan mengekspresikannya.

Seseorang yang kesulitan mengendalikan kemarahan mereka dapat menyebabkan salah paham dan memicu perilaku konfrontasi. Orang-orang dengan masalah penanganan amarah lebih sulit menyadari ejspresi mereka atau bagaimana mereka mempengaruhi orang lain.

Apa saja ciri-ciri umum pada orang dengan masalah pengendalian amarah?

Orang-orang dengan masalah pengendalian amarah sering memiliki reaksi yang intens saat dikonfrontasikan dengan kemarahan mereka, seperti:

  • Kesulitan merasa tenang dan mengendalikan perasaan marah.
  • Sering bertengkar dengan teman, kerabat atau rekan kerja dengan masalah yang sama yang memicu kemarahan.
  • Bertingkah cepat dan kasar terhadap masalah kecil. Mereka cenderung memiliki perilaku kasar terhadap masalah kecil, seperti air yang tertumpah atau tidak sengaja tertabrak seseorang di jalan.
  • Memukul objek tertentu, seperti dinding atau meja, pintu, untuk melepaskan marah.
  • Menuduh orang lain tidak menghargai atau menunjukkan perilaku negatif terhadap mereka.
  • Memiliki rasa frustrasi terhadap aksi selama argumentasi. Kadang, Anda merasa menyesal terhadap apa yang telah Anda perbuat.
  • Secara tidak sadar merusak objek, seperti kaca atau jendela selama kemarahan.
  • Marah tanpa alasan tertentu.
  • Merasa sangat marah terhadap kejadian lampau atau orang dari masa lalu.
  • Bereaksi terhadap situasi tertentu dengan kemarahan yang berlebihan.
  • Sering merasa awas saat memiliki interaksi dengan orang lain.
  • Memiliki gejala fisik seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, kelelahan, tekanan di kepala atau sinus cavity, palpitasi jantung atau sesak pada dada.

Apa saja gejala emosional dari masalah pengendalian amarah?

Anda mungkin merasa banyak perasaan dan emosi yang tercampur dengan kemarahan Anda dan Anda selalu terobsesi dengan hal-hal tersebut. Emosi ini dapat menjadi gejala dari kondisi kesehatan mental tertentu dengan akibat kekurangan pengendalian amarah. Jika Anda memiliki perasaan berikut beberapa kali dan menjadi bertambah serius, Anda perlu mempertimbangkan mengunjungi dokter:

  • Depresi
  • Paranoia
  • Frustrasi
  • Gelisah
  • Kurang tidur
  • Isolasi sosial
  • Mood swing

Masalah penanganan amarah dapat menyebabkan banyak efek jangka pendek dan panjang, seperti merusak hubungan dengan orang-orang terdekat, teman dan hubungan sosial lainnya, atau bahkan menyakiti tubuh Anda dengan mempengaruhi kesehatan Anda. Jika Anda menduga Anda memiliki masalah dengan pengendalian amarah, atau seseorang memberi tahu Anda, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat perawatan yang terbaik untuk kasus Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

    Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Psikologi 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu depresi

    Penyakit Mental

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    psikoterapi

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
    sumber stres dalam pernikahan

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit