Tanda-tanda Anda Memiliki Masalah dalam Mengendalikan Amarah

Oleh

Tanggal update April 20, 2020
Bagikan sekarang

Marah adalah cara untuk mengekspresikan emosi yang kuat dan agresif, yang dapat dimulai dengan frustrasi, kekecewaan, atau kekesalan. Pada beberapa kasus, marah baik untuk kesehatan Anda, karena marah membantu mengurangi rasa kesal dan menenangkan emosi Anda. Marah adalah perasaan yang normal, namun dapat memiliki dampak buruk jika Anda tidak mengekspresikan kemarahan Anda dengan benar, atau masalah penanganan amarah. Emosi dari kemarahan tidak baik atau buruk, namun dapat menyebabkan masalah dengan cara Anda menangani dan mengekspresikannya.

Seseorang yang kesulitan mengendalikan kemarahan mereka dapat menyebabkan salah paham dan memicu perilaku konfrontasi. Orang-orang dengan masalah penanganan amarah lebih sulit menyadari ejspresi mereka atau bagaimana mereka mempengaruhi orang lain.

Apa saja ciri-ciri umum pada orang dengan masalah pengendalian amarah?

Orang-orang dengan masalah pengendalian amarah sering memiliki reaksi yang intens saat dikonfrontasikan dengan kemarahan mereka, seperti:

  • Kesulitan merasa tenang dan mengendalikan perasaan marah.
  • Sering bertengkar dengan teman, kerabat atau rekan kerja dengan masalah yang sama yang memicu kemarahan.
  • Bertingkah cepat dan kasar terhadap masalah kecil. Mereka cenderung memiliki perilaku kasar terhadap masalah kecil, seperti air yang tertumpah atau tidak sengaja tertabrak seseorang di jalan.
  • Memukul objek tertentu, seperti dinding atau meja, pintu, untuk melepaskan marah.
  • Menuduh orang lain tidak menghargai atau menunjukkan perilaku negatif terhadap mereka.
  • Memiliki rasa frustrasi terhadap aksi selama argumentasi. Kadang, Anda merasa menyesal terhadap apa yang telah Anda perbuat.
  • Secara tidak sadar merusak objek, seperti kaca atau jendela selama kemarahan.
  • Marah tanpa alasan tertentu.
  • Merasa sangat marah terhadap kejadian lampau atau orang dari masa lalu.
  • Bereaksi terhadap situasi tertentu dengan kemarahan yang berlebihan.
  • Sering merasa awas saat memiliki interaksi dengan orang lain.
  • Memiliki gejala fisik seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, kelelahan, tekanan di kepala atau sinus cavity, palpitasi jantung atau sesak pada dada.

Apa saja gejala emosional dari masalah pengendalian amarah?

Anda mungkin merasa banyak perasaan dan emosi yang tercampur dengan kemarahan Anda dan Anda selalu terobsesi dengan hal-hal tersebut. Emosi ini dapat menjadi gejala dari kondisi kesehatan mental tertentu dengan akibat kekurangan pengendalian amarah. Jika Anda memiliki perasaan berikut beberapa kali dan menjadi bertambah serius, Anda perlu mempertimbangkan mengunjungi dokter:

  • Depresi
  • Paranoia
  • Frustrasi
  • Gelisah
  • Kurang tidur
  • Isolasi sosial
  • Mood swing

Masalah penanganan amarah dapat menyebabkan banyak efek jangka pendek dan panjang, seperti merusak hubungan dengan orang-orang terdekat, teman dan hubungan sosial lainnya, atau bahkan menyakiti tubuh Anda dengan mempengaruhi kesehatan Anda. Jika Anda menduga Anda memiliki masalah dengan pengendalian amarah, atau seseorang memberi tahu Anda, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat perawatan yang terbaik untuk kasus Anda.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Dampak Self Diagnosis Kesehatan Mental, Bahaya Tidak, Ya?

    Kesadaran akan kesehatan mental memang semakin tinggi, namun hal ini memicu Anda melakukan self diagnosis. Apakah self diagnosis bisa berdampak buruk?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Psikologi Desember 5, 2019

    Beberapa Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

    Pasien masalah kejiwaan bisa memiliki banyak gangguan jiwa sekaligus bila kondisinya tidak ditangani dengan baik. Mengapa demikian?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Hidup Sehat, Psikologi Desember 3, 2019

    Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

    Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

    Ditulis oleh dr. Ayuwidia Ekaputri
    Hidup Sehat, Psikologi Oktober 15, 2019

    Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

    Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Psikologi Oktober 10, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    4 Cara Mengatasi Masalah Kepercayaan yang Dapat Anda lakukan

    4 Cara Mengatasi Masalah Kepercayaan yang Dapat Anda lakukan

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang Maret 11, 2020
    6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

    6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Februari 15, 2020
    5 Langkah Sederhana untuk Memaafkan Orang yang Dibenci

    5 Langkah Sederhana untuk Memaafkan Orang yang Dibenci

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Januari 31, 2020
    Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

    Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Widya Citra Andini
    Tanggal tayang Januari 9, 2020