Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Akhir-akhir ini, kesehatan mental mulai menjadi sorotan baik di dunia maupun di Indonesia. Tingginya angka bunuh diri akibat terganggunya kesehatan jiwa membuat ranah kejiwaan kini mulai mendapat perhatian. Lantas, pertolongan pertama seperti apa yang bisa diberikan pada pasien dengan gangguan jiwa?

Pertolongan pertama untuk pasien gangguan jiwa

Berdasarkan data dari WHO, pada tahun 2013 terdapat 840 kasus bunuh diri di Indonesia.

Pertolongan pertama pada kesehatan mental atau gangguan jiwa merupakan cara kita mengidentifikasi, memahami, dan merespons orang-orang yang menunjukkan tanda-tanda kesehatan mentalnya terganggu.

Beberapa hal yang tercakup dalam pertolongan pertama pada kesehatan mental bahasa Inggris disingkat menjadi ALGEE. 

1. Assess for risk of suicide or harm (Menilai risiko bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri/orang lain)

Perilaku bunuh diri dan menyakiti diri sendiri/orang lain merupakan salah satu gejala berat pada seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada pasien gangguan jiwa adalah dengan mengenali gejala ini terlebih dulu.

Adanya gejala ini merupakan tanda bahaya, sehingga seseorang perlu mendapatkan perhatian dan pengawasan lebih.

Beberapa tanda yang mengarah ke tindakan bunuh diri di antaranya ungkapan tidak ingin melanjutkan hidup, adanya ide untuk mengakhiri hidup, dan perilaku-perilaku melukai diri sendiri.

2. Listen non-judgmentally (Mendengarkan tanpa menghakimi)

Sering kali teman atau keluarga yang sedang mengalami gangguan kesehatan mental membutuhkan seseorang untuk menjadi tempat untuk mengungkapkan apa yang dirasakan.

Untuk itu, pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan sebagai orang terdekat mereka yang mengalami gangguan jiwa adalah mendengarkan tanpa menghakimi.

Terkadang yang dibutuhkan oleh para pasien itu hanyalah seseorang yang mendengarkan tanpa banyak memberikan nasihat menggurui.

3. Give re-assurance and information (Memberikan dukungan dan informasi)

Dukungan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami depresi atau kesedihan yang mendalam. Beberapa dari mereka, ada yang tidak paham dan mengetahui kondisi yang sedang dialami.

Pertolongan pertama pada orang dengan gangguan jiwa selanjutnya adalah Anda bisa memberikan bantuan dengan memberikan pemahaman dan informasi terkait kesehatan mental.

Misalnya, pada seseorang yang mengalami penurunan minat, kehilangan semangat, dan cenderung mengurung diri, Anda bisa memberikan pengertian tentang gejala depresi yang perlu diwaspadai.

Namun, perlu diingat juga jangan sampai Anda menyampaikannya seperti menghakimi atau menasihati. Ajak mereka bersama-sama Anda untuk mempelajari kondisi yang sedang dialami.

4. Encourage appropriate professional help (Mendorong mereka untuk mendapatkan bantuan profesional)

Jika Anda merasa tidak mampu membantunya secara langsung atau kondisi yang dialami kerabat Anda tidak membaik, Anda dapat mendorong mereka untuk meminta bantuan tenaga profesional.

Beberapa penderita gangguan kesehatan mental merasa enggan menemui bantuan profesional karena khawatir akan stigma yang muncul di masyarakat.

Oleh karena itu, dukungan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan untuk membangun kepercayaan dirinya menemui bantuan profesional. Anda dapat mendorong mereka untuk menemui psikolog atau pun psikiater sesuai dengan kebutuhannya.

5. Encourage self-help and other support strategies (Mendorong tindakan yang dapat menolong diri sendiri dan strategi suportif lainnya)

Pertolongan pertama pada pasien gangguan jiwa yang terakhir adalah self-help.

Self-help merupakan metode yang dapat dilakukan seseorang untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Beberapa contohnya adalah tindakan-tindakan seperti menarik napas, menenangkan diri, dan mengelola pikiran pada orang yang memiliki gangguan kecemasan.

Bantu orang terdekat Anda untuk melakukan latihan-latihan yang tergolong self-help atau kegiatan suportif lainnya seperti bergabung ke komunitas dengan kondisi yang sama. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Salah satu benda asing yang paling sering masuk ke dalam telinga adalah serangga. Lantas, bagaimana pertolongan pertama saat telinga kemasukan serangga?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Kejang febrile terkadang dialami anak-anak ketika sedang demam tinggi. Jika terjadi pada anak Anda, langkah ini dapat Anda lakukan.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pikiran bunuh diri karena depresi positif covid-19

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
iga nefropati penyakit berger

Nefropati: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit