3 Mitos Tentang Ekstrovert yang Sebenarnya Salah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kepribadian merupakan ciri atau watak yang diperlihatkan oleh seseorang, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku. Kepribadian adalah bagian dari apa yang membuat Anda menjadi diri Anda sendiri dan memiliki pengaruh terhadap kehidupan Anda, termasuk dalam hal berbahasa maupun berperilaku. Dua tipe kepribadian yang umum dimiliki adalah kepribadian introvert dan ekstrovert.

Setiap orang tidak ada yang 100 persen introvert maupun 100 persen extrovert, karena yang ada adalah kepribadian yang lebih dominan di antara introvert dan extrovert. Kepribadian tersebutlah yang pada akhirnya lebih terlihat dalam wujud sikap atau perilaku seseorang.

Apa yang membedakan introvert dan ekstrovert?

Dua hal utama yang menjadi pembeda antara kepribadian introvert dan extrovert adalah cara mereka memproses sesuatu yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Seorang introvert cenderung memproses sesuatu secara internal, dengan berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Sementara, seorang ekstrovert cenderung memproses sesuatu secara eskternal, bekerja paling baik dengan berbicara untuk menyampaikan gagasan dengan orang lain.

Studi menemukan bahwa introvert memiliki lebih banyak aliran darah di lobus frontal, daerah otak yang terlibat dengan mengingat kejadian, membuat rencana, dan memecahkan masalah. Sedangkan ekstrovert memiliki lebih banyak aliran darah di daerah otak yang terlibat dengan menyetir, mendengarkan, dan memperhatikan.

Sikap keterbukaan yang dimiliki oleh extrovert sering kali membuat orang lain yang berada di sekitarnya menganggap bahwa extrovert adalah seseorang yang ekspresif, pencari perhatian, dan narsis. Namun, apakah anggapan tersebut benar?

Mitos yang salah mengenai orang-orang extrovert

Berikut adalah beberapa mitos atau anggapan yang salah mengenai extrovert yang perlu Anda ketahui:

Mitos 1: extrovert tidak pernah sedih

Sikap extrovert yang selalu ceria seolah menandakan bahwa mereka adalah individu yang selalu bahagia dan tidak pernah sedih. Namun layaknya manusia biasa, ekstrovert juga dapat merasakan sedih atau kehilangan kepercayaan diri, terutama ketika mereka tidak memiliki interaksi yang cukup dengan orang-orang di sekitarnya.

Mitos 2: extrovert adalah individu yang egois

Ekstrovert sering kali dianggap sebagai individu yang selalu ingin didengar dan tidak peduli terhadap orang lain. Padahal, sama seperti introvert, ekstrovert juga dapat menunjukkan kepeduliannya terhadap orang lain.

Introvert mungkin terkesan lebih perhatian karena mereka bisa menjadi pendengar yang baik dengan cara memperhatikan dan diam. Tapi ekstrovert juga bisa menjadi pendengar yang baik dengan menanyakan pertanyaan terbuka.

Extrovert juga dapat menjadi orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya, meskipun dengan cara yang berbeda dengan introvert. Ekstrovert yang banyak bicara, dapat mengira bahwa orang yang diam mungkin sedang sedih. Untuk itu, ekstrovert akan membuat lelucon untuk membuat orang lain tidak bersedih, meskipun hal ini terkadang membuat orang lain menganggap bahwa hal tersebut mengganggu.

Mitos 3: extrovert tidak suka kesendirian

Sama seperti introvert, ekstrovert tetap membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang semangat, motivasi, dan mood mereka. Mungkin yang membedakan adalah, introvert lebih memilih tempat yang sunyi untuk benar-benar mengisi waktu sendiri, seperti di kamar tidur. Sedangkan ekstrovert mengisi waktu sendiri di tempat ramai, seperti kafe dan mall.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit