Bagi beberapa orang, sengaja melukai diri sendiri — dengan menyayat lengan pakai silet atau benda tajam lainnya, sengaja tidak makan, menggaruk hingga mencakar kulit, atau bahkan membenturkan kepala — adalah cara mereka untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang membuat mereka stres berat atau trauma. Bagi yang lainnya, menyakiti diri sendiri merupakan cara mereka untuk menghukum dirinya atas kesalahan yang ia rasa pernah perbuat.

Meskipun beberapa orang sadar bahwa tindakan ini berbahaya dan salah, masih banyak juga yang tidak menyadari bahwa melukai diri sendiri bukanlah cara terbaik untuk mengelola emosi maupun trauma yang dimiliki. Mereka justru berpikir bahwa melukai diri sendiri adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh.

Namun begitu, dorongan untuk menyakiti diri sendiri bisa dicegah. Di lain waktu Anda merasakan hasrat untuk meraih silet, segeralah lakukan salah satu hal di bawah ini untuk mengalihkan perhatian Anda. 

Berbagai cara mencegah keinginan untuk menyakiti diri sendiri

Sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk mencegah perilaku menyakiti diri sendiri. Namun, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengalihkan hasrat merugikan tersebut, sebelum benar-benar memerangkap Anda.

1. Bersihkan lingkungan Anda dari benda-benda yang bisa melukai

Singkirkan benda-benda yang dapat menyebabkan Anda terluka, dan hindari tempat di mana Anda cenderung menyakiti diri sendiri bila Anda merasakan dorongan tersebut. Misalnya, Anda biasa menyayat di kamar mandi. Segera hindari dekat-dekat dengan kamar mandi saat hasrat melukai diri tersebut mulai tampak ke permukaan.

Sebagai gantinya, Anda bisa ganti memusatkan fokus hanya pada satu hal — misalnya memandang lukisan atau memandangi batu, menghitung mundur 100 sampai 1, merobek-robek kertas jadi serpihan kecil, memencet bubble wrap, berlatih teknik pernapasan, meditasi, atau mengatur ulang koleksi buku atau CD musik Anda sesuai alfabet.

2. Ngobrol dengan teman

Sebisa mungkin, jangan biarkan Anda sendirian. Tetaplah bersama orang lain, entah itu orangtua, kakak atau adik, hingga teman dekat. Alihkan pikiran Anda dengan mengobrol (tidak harus blak-blakan tentang hasrat self-harm Anda; bicarakan apapun sesuka hati Anda).

Jika Anda tidak bisa berbicara dengan seseorang, coba menunggu 15 menit. Jika Anda berhasil melewati 15 menit tanpa melukai diri sendiri, berikan pujian pada diri sendiri karena sudah berhasil. Lalu coba tunggu 15 menit lagi, dan terus begitu. Mungkin awalnya tidak terasa mudah, tapi dorongannya akan berlalu secara bertahap.

3. Siapkan “kotak darurat”

Siapkan sebuah kotak atau tas dan isi dengan barang-barang yang bisa Anda gunakan untuk mengalihkan perhatian saat Anda memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri. Kotak itu harus mencakup hal-hal yang membutuhkan konsentrasi, yang bisa Anda nikmati dan yang aman (tidak bisa dipakai untuk melukai.

Isinya bisa termasuk buku mewarnai, merajut, peralatan untuk membuat gelang, puzzle, balok-balok Lego atau rubiks, buku TTS, buku cerita favorit, kertas dan krayon, stress ball, video game, cat kuku warna-warni, balon karet untuk ditiup, hingga mainan favorit — apapun yang bisa membuat Anda nyaman.

4. Tuliskan keluh kesah Anda

Menulis jurnal dapat menjadi cara yang sangat membantu untuk membenahi perasaan Anda dan apa yang membuat Anda merasa seperti itu. Tulis juga berbagai alasan “Kenapa aku mencintai diriku sendiri” atau kebahagiaan/keberuntungan yang selama ini pernah Anda alami untuk disimpan dan dibaca ulang saat Anda merasa sedang down.

Jika Anda malu untuk mulai menumpahkan isi hati ,Anda bisa mulai dengan mencoret-coret gambar acak di secarik kertas. Jika Anda lebih bisa meluapkan curahan hati dengan menulis lirik lagu atau bait-bait puisi, juga tidak masalah. Yang penting adalah Anda bisa menjadi lebih mawas diri akan emosi Anda, untuk dapat membantu Anda lebih sadar akan apa yang menyebabkan Anda ingin menyakiti diri sendiri.

5. Olahraga

Olahraga membantu melepaskan ketegangan fisik dan bisa menjadi cara yang bagus untuk mengatasi stres. Pergilah berlari atau berjalan-jalan di taman, lompat-lompat di tempat, tinju samsak atau bantal, atau mintalah seorang teman untuk melakukan sesuatu yang aktif bersama Anda.

6. Menangis

Ya, tidak apa untuk menangis di kala Anda sudah merasa sangat kewalahan dengan semua yang terjadi dalam hidup.

Menangis saat Anda stres merupakan salah satu cara terbaik untuk menyalurkan stres Anda dan memberikan Anda perasaan lega. Saat Anda menangis karena stres, sebenarnya tubuh juga sedang melepaskan hormon stres atau racun dari tubuh melalui air mata yang menetes. Itu sebabnya menangis dapat memperbaiki suasana hati Anda.

Penelitian dari University of South Florida tahun 2008 membuktikan bahwa menangis bekerja lebih baik untuk menenangkan diri dan meningkatkan suasana hati Anda daripada obat antidepresan apapun.

7. Berbagai hal lainnya

Menyakiti diri sendiri adalah cara Anda menghadapi emosi dan situasi sulit. Jadi jika Anda akan berhenti, Anda harus memiliki cara alternatif untuk mengatasi masalah itu sehingga Anda dapat bertindak dengan cara lain saat Anda mulai merasa ingin menyayat atau melukai diri sendiri.

Anda bisa pijat-pijat leher, tangan, dan kaki; mendengarkan alunan musik yang menenangkan, kompres es di lipatan siku; berendam air hangat atau guyur diri sendiri dengan air dingin; kunyah sesuatu yang memiliki rasa yang sangat kuat, seperti cabe rawit, peppermint, atau kulit jeruk; berteriak sekencang dan sepuas mungkin ke dalam bantal; pergi karaokean; mengelus kucing atau anjing; hingga mencorat-coret tubuh dengan spidol warna-warni (yang bisa dihapus, ya!) sebagai alternatif menyayat diri yang lebih aman.

Jika Anda, kerabat, atau anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi atau gejala penyakit mental lainnya, atau menunjukkan keinginan atau perilaku atau ingin mencoba bunuh diri, segera hubungi hotline darurat polisi 110 atau hotline Pencegahan Bunuh Diri (021)7256526/(021) 7257826/(021) 7221810. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca