Memahami Gejolak Emosi Anda Setelah Pelecehan Seksual

Oleh

Tanggal update Maret 4, 2020
Bagikan sekarang

Kekerasan seksual sudah pasti adalah tindak kejahatan di mana seseorang dipaksa melakukan tindakan seksual berlawanan dengan kehendak mereka. Ini mempengaruhi korban secara fisik dan mental. Jika Anda adalah korban pelecehan seksual, ingat bahwa Anda tidak bersalah! Setelah serangan seksual, Anda mungkin merasakan gejolak emosi setelah pelecehan seksual seperti ingin bunuh diri, benci terhadap dunia ini atau bahkan ingin membalas dendam. Ada emosi berbeda yang Anda alami. Namun, menjadi tenang dan memahami reaksi Anda sendiri setelah pelecehan seksual akan membantu Anda menyembuhkan diri sendiri dan pulih dari peristiwa ini.

Menyangkal

Pelecehan seksual jarang dilaporkan karena adanya rasa malu dan takut menghadapi stigma akibat kejadian tersebut. Anda mungkin ingin menyangkal kepada orang lain atau diri sendiri atas apa yang terjadi karena adanya perasaan terkejut akibat peristiwa itu. Anda mungkin mencoba untuk menekan memori tentang peristiwa tersebut dalam upaya untuk mendapatkan kembali stabilitas dalam hidup Anda. Menyangkal bahwa Anda tidak mengalami pemerkosaan dapat membantu Anda berpikir bahwa Anda masih baik dan bisa hidup seperti sebelumnya dan tidak ada yang berubah.

Menyalahkan diri sendiri

Ini mungkin salah satu emosi setelah pelecehan seksual yang paling umum. Anda mungkin merasa terhina, atau malu, terhadap apa yang Anda terpaksa lakukan. Anda menyalahkan diri sendiri karena membuat keputusan yang mengarah pada tindak pelecehan. Pikiran seperti, “Kalau saja aku tidak pergi melalui jalan itu,” “K,alau saja aku tidak pergi sampai larut” atau “Kalau saja aku mengenakan pakaian yang berbeda,” adalah hal umum. Anda harus ingat bahwa menjadi korban perkosaan bukanlah kesalahan korban. Anda adalah korban dan itu terjadi bukan karena keinginan Anda. Anda layak mendapatkan perhatian dan simpati.

Hilangnya kepercayaan diri

Setelah pemerkosaan, banyak korban kehilangan rasa percaya diri dalam diri mereka sendiri dan mengurung diri di kamar atau rumah mereka. Tindakan ini merupakan insting untuk tinggal di tempat di mana Anda merasa aman karena Anda merasa seperti tidak dapat melindungi diri. Peristiwa itu tidak hanya mempengaruhi fisik Anda tetapi juga intelektual, sosial, dan emosional diri Anda. Hal ini bisa menghancurkan rasa percaya diri Anda dan mengubah pendapat Anda tentang dunia dan posisi Anda dalam kehidupan ini.

Selain itu, korban melihat diri mereka sendiri sebagai seseorang yang kotor, menjijikkan, atau sebagai sesuatu yang buruk. Anda dapat memiliki pikiran negatif atau tidak merasa bangga kepada diri sendiri lagi. Karena stigma sosial, Anda mungkin merasa sepertinya Anda tidak layak mendapatkan cinta atau memiliki kesempatan untuk mengasihi orang lain, atau kekasih Anda tidak akan mengampuni Anda. Namun, banyak korban melaporkan adanya penyembuhan yang lebih cepat serta suasana hati lebih positif dengan saat mendapat dukungan dari keluarga, teman dan kekasih Anda, Anda akan pulih dari peristiwa ini dengan cepat dan mereka tidak pernah menyalahkan Anda karena Anda telah diperkosa.

Perubahan suasana hati

Anda juga dapat mengalami rasa sakit emosional, mati rasa dan perubahan suasana hati yang drastis. Anda mungkin mengalami depresi, marah, sedih dan kehilangan, kecemasan yang dapat mendorong Anda secara psikologis menjadi tidak stabil jika Anda tidak memiliki cara untuk mengendalikan emosi ini. Perubahan suasana hati ini merupakan respon normal dan dapat dimengerti. Namun, Anda perlu mengenali mereka dan mencoba untuk membatasi perubahan mendadak pada pikiran Anda.

Apa pun yang Anda mungkin rasakan setelah pelecehan seksual, selalu penting bagi Anda untuk peduli terhadap diri Anda sendiri. Meskipun sulit bagi Anda untuk menerima kenyataan, Anda selalu layak mendapatkan yang terbaik dan diperhatikan. Teman, keluarga dan kekasih Anda akan selalu berada di samping Anda, mencintai Anda, memahami Anda dan peduli terhadap Anda.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 3, 2020

    Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

    Mendengar teman divonis sakit autoimun, ini saatnya Anda memberi dukungan yang tepat agar ia tetap semangat dan tidak merasa sendiri.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Maria Amanda
    Hidup Sehat, Psikologi April 23, 2020

    KDRT dan Konflik Rumah Tangga Selama COVID-19 di Indonesia

    Kondisi pandemi bisa membuat hal-hal kecil menjadi pertengkaran antara suami istri, tapi konflik rumah tangga ini tidak serta-merta merupakan KDRT.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 April 22, 2020

    Tips Mengatasi Rasa Insecure yang Sering Muncul

    Rasa insecure bisa dirasakan oleh siapa saja, terkadang kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain tidak bisa tertahankan.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Psikologi April 18, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 17, 2020
    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 15, 2020
    Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

    Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Mei 13, 2020
    Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

    Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 13, 2020