Pengertian Kesehatan Sosial yang Ternyata Penting untuk Jiwa dan Raga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda perlu makan makanan bergizi dan beraktivitas fisik untuk memelihara kesehatan badan. Guna menjaga kesehatan jiwa, Anda dapat menjalani konseling atau melakukan terapi pengelolaan stres. Selain kesehatan jiwa dan raga, ternyata ada satu unsur lagi yang jarang disebutkan, yakni kesehatan sosial.

Hubungan sosial terbukti bisa memperkuat fungsi kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, dan menimbulkan rasa bahagia sehingga mengurangi risiko depresi. Dengan kata lain, kesehatan sosial berkaitan erat dengan kesehatan jiwa dan raga. Lantas, apa yang dimaksud dengan kesehatan sosial dan bagaimana cara meningkatkannya?

Apa itu kesehatan sosial?

manusia bersosialisasi

Jika kesehatan raga adalah tentang badan, dan kesehatan jiwa adalah tentang pikiran, maka kesehatan sosial adalah tentang hubungan sosial. Lebih rincinya lagi, kesehatan sosial adalah gambaran hubungan Anda dengan orang lain, lingkungan, dan komunitas.

Menurut Corey Keyes, seorang sosiolog sekaligus ahli bidang psikologi positif, ada tiga unsur penting dalam kesehatan sosial seseorang, yakni:

  1. Sifatnya subjektif dan pribadi berdasarkan cara Anda melihat hubungan dengan teman, keluarga, atau orang lain.
  2. Hal yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitas. Artinya, Anda tetap bisa merasa sehat secara sosial walaupun memiliki sedikit teman dekat.
  3. Hubungan sosial tidak hanya dilihat antara dua orang, tapi juga melibatkan lingkungan yang lebih luas seperti teman kerja, teman sekolah, atau tetangga.

Anda dapat dikatakan mempunyai kesehatan sosial yang baik jika mampu menjalin koneksi dengan orang lain. Selain itu, Anda juga bisa beradaptasi dengan situasi sosial yang berbeda-beda dan bersikap sesuai tempat.

Hubungan sosial adalah suatu hal yang unik. Setiap orang menjalani hubungan sosial yang berbeda sehingga cara menentukan kualitasnya juga berbeda. Walau demikian, pertanyaan berikut bisa membantu Anda melihat kualitas hubungan sosial Anda saat ini:

  • Apakah belakangan ini saya lebih banyak merasa terhubung dengan orang lain atau malah merasa kesepian?
  • Apakah ada orang yang dapat saya hubungi ketika saya butuh dukungan?
  • Hubungan seperti apa yang paling saya hargai?
  • Interaksi seperti apa yang membuat saya bersemangat dan apa yang membuat saya merasa lelah?
  • Adakah komunitas yang penting bagi saya? Jika ya, komunitas seperti apa?

Pentingnya kesehatan sosial

cara mendapatkan teman baru

Hubungan sosial memberikan efek positif bagi kesehatan jiwa dan raga. Bagi orang-orang introver sekalipun, interaksi dengan orang lain bisa menimbulkan rasa bahagia dan menumbuhkan kepedulian.

Selain itu, beberapa penelitian juga menemukan manfaat sebagai berikut:

  • Orang yang memiliki banyak teman cenderung lebih panjang umur.
  • Jantung dan peredaran darah orang yang mempunyai hubungan sehat mampu menghadapi stres dengan lebih baik.
  • Hubungan sosial yang sehat meningkatkan fungsi sistem imun sehingga tubuh lebih terlindung dari infeksi.
  • Hubungan sosial yang kuat berkaitan dengan sistem hormon dan peredaran darah yang sehat.

Sebaliknya, orang yang sering terisolasi serta mementingkan diri sendiri lebih berisiko mengalami stres dan depresi. Kebiasaan menyendiri juga membuat Anda menghadapi risiko kesehatan yang sama seperti merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Kesehatan sosial tentu bukan satu-satunya faktor yang menimbulkan deretan penyakit tersebut. Akan tetapi, hubungan sosial berperan penting dalam pengelolaan stres dan diperlukan untuk menjaga kesejahteraan mental Anda.

Cara meningkatkan kualitas hubungan sosial

punya banyak teman

Hubungan sosial adalah suatu hal yang dibentuk secara perlahan. Prosesnya memakan waktu dan terkadang tidak mudah. Bahkan, orang yang tampaknya mudah bergaul dan senang mengobrol pun bisa saja menghadapi kesulitan ini.

Kabar baiknya, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan sosial Anda berikut.

1. Menjalin hubungan sosial yang baru

Jika Anda merasa berada di lingkungan sosial yang sempit, cobalah mendapatkan teman baru saat dewasa melalui hobi, bergabung dengan komunitas, atau traveling. Dari sini, Anda dapat menemukan teman-teman baru dengan minat yang sama.

Selain aktivitas tersebut, Anda pun bisa mencoba kegiatan akademis seperti debat atau diskusi. Ada pula orang yang senang melakukan aktivitas luar rumah atau menjadi sukarelawan bagi masyarakat. Pilihlah sesuatu yang membuat Anda bahagia.

2. Membangun hubungan yang baik

Sambil mencari teman-teman baru, jangan lupa berinteraksi dengan teman-teman lama Anda. Sesekali, cobalah curhat kepada mereka, menawarkan bantuan, atau mendengar keluh-kesah mereka. Atau, cobalah sekadar bertemu dan mengobrol dengan mereka.

Perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam kesehatan sosial, tapi sebisa mungkin coba hindari konflik yang mengundang amarah. Sudut pandang yang berbeda dapat memperkuat hubungan asalkan Anda saling menghargai pendapat satu sama lain.

3. Melakukan kegiatan bersama

Ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menjalin hubungan sosial. Cobalah makan bersama keluarga, menonton film dengan teman-teman, atau memasak bersama pasangan. Libatkan orang-orang terdekat Anda agar mereka saling mengenal.

Selain kegiatan hiburan, hubungan sosial juga dapat bertambah kuat dengan rutinitas di rumah. Bagilah tugas membereskan rumah, mencuci pakaian, dan sebagainya dengan orang-orang di rumah agar setiap orang memiliki peran dalam rutinitas ini.

Seperti halnya makan makanan bergizi, beraktivitas fisik, dan mengelola stres, interaksi sosial juga berperan penting bagi kesehatan. Sambil mengutamakan kualitas hubungan Anda, jangan lupa menambah kuantitasnya dengan mengenal orang-orang baru.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Pasangan Menjadi Sahabat dalam Hubungan Asmara

Sahabat jadi cinta sudah biasa. Namun, bagaimana dengan pasangan yang juga berperan menjadi sahabat? Akankah hubungan lebih harmonis atau tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/06/2020 . 4 mins read

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ternyata, perilaku pedofilia beda dengan kekerasan seksual pada anak. Cari tahu perbedaan keduanya sekaligus cara pencegahannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Psikologi 30/05/2020 . 4 mins read

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/05/2020 . 5 mins read

Kasus Bunuh Diri Selama Pandemi dan Cara Mencegahnya

Efek kesehatan mental dari pandemi coronavirus ini mungkin sangat mendalam. Banyak kekhawatiran bahwa kasus bunuh diri meningkat di masa pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 11/05/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 5 mins read
PTSD pandemi COVID-19

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 mins read
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 5 mins read