Mengenal Good Girl Syndrome, Tuntutan Jadi Orang Baik yang Bikin Tidak Bahagia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Bagi beberapa orang, sumber kebahagiaan mereka adalah menjadi sosok yang baik dan menyenangkan bagi orang lain. Namun, jika semuanya mulai terasa seperti tuntutan, ini mungkin adalah tanda bahwa Anda mengalami good girl syndrome, sebuah kondisi yang justru merenggut kebahagiaan.

Apa itu good girl syndrome?

membantu pasangan depresi

Selama masa kanak-kanak, pernahkah Anda dinasehati agar menjadi anak baik? Para orangtua biasanya punya harapan yang sama kepada anaknya, yakni selalu patuh, disiplin, serta mendahulukan orang lain dan tidak egois.

Harapan agar anak menjadi sosok baik terkadang juga datang dari guru dan lingkungan sekitar. Di mana pun mereka berada, anak-anak ini akan selalu diminta menjadi orang yang sopan, peduli dengan orang lain, dan punya kehormatan.

Tidak ada yang salah dengan hal ini. Orangtua pada dasarnya ingin anaknya menjadi orang baik yang diterima dalam masyarakat. Menurut mereka, cara yang tepat untuk meraih tujuan ini adalah dengan berusaha membahagiakan orang lain.

Sikap positif yang ditanamkan sejak kecil memang merupakan kualitas diri yang baik. Akan tetapi, masalah muncul bila harga diri seseorang sepenuhnya bergantung pada kebahagiaan orang lain. Ini adalah cikal-bakal dari good girl syndrome.

Anda akan terus memendam emosi dan keinginan sendiri demi membuat orang lain bahagia. Anda juga sangat terpengaruh oleh komentar orang lain sehingga mengabaikan pendapat diri sendiri. Mungkin, Anda pun merasa sulit berkata tidak kepada orang lain.

Walaupun Anda bahagia saat membuat orang lain senang, Anda tidak bisa melakukan ini selamanya. Jika Anda terus-terusan memberi tanpa pernah mendapatkan apa yang Anda inginkan, lambat laun Anda akan merasa jenuh dan lelah.

Ciri-ciri good girl syndrome

gangguan kecemasan anxiety disorder

Orang yang mengalami good girl syndrome biasanya takut mengecewakan orang lain. Mereka cenderung menurut dan lebih banyak diam karena khawatir pendapatnya akan menyakiti orang lain.

Itu baru sedikit contoh dari ciri-ciri good girl syndrome. Penanaman nilai yang sangat kuat sejak kecil terkadang membuat orang-orang tidak sadar bahwa mereka hidup untuk memenuhi harapan orang lain di sekitarnya.

Berikut adalah ciri-ciri lain yang menandakan bahwa Anda mengalami good girl syndrome.

  • Selalu takut mengganggu atau membuat kesal orang lain.
  • Perfeksionis dan selalu dituntut untuk berprestasi.
  • Bangga pada diri sendiri saat bisa membantu orang lain meskipun merasa tidak nyaman.
  • Sulit mengatakan tidak dan mengungkapkan apa yang Anda inginkan.
  • Terlalu terikat pada jadwal dan rutinitas yang ada.
  • Menghindari konflik karena merasa tidak nyaman dengannya.
  • Menaati aturan sampai ke hal-hal yang paling kecil.
  • Cemas saat menghadapi perubahan yang tidak dapat diperkirakan.

Dampak negatif good girl syndrome

gangguan kecemasan sosial (fobia sosial)

Good girl syndrome adalah penghalang dari banyak hal yang Anda impikan. Pasalnya, Anda khawatir keputusan, perkataan, atau tindakan Anda membuat orang lain kecewa. Ini merupakan perilaku yang membuat Anda sulit berkembang.

Peran anak baik memang terasa nyaman. Anda seolah terlindung dari segala konflik, penolakan, dan kritik menyakitkan. Ini memang benar karena semakin Anda menuruti keinginan orang lain, semakin kecil kemungkinan Anda berkonflik dengan mereka.

Namun, semua itu akhirnya berubah menjadi tuntutan. Anda terus memenuhi harapan orang lain tanpa pernah mewujudkan keinginan sendiri. Anda tidak bangkit dan bicara ketika diperlakukan tidak adil atau saat memiliki pandangan yang berbeda.

Anda berusaha agar segalanya baik dan damai, tapi Anda mengorbankan diri untuk mencapai hal tersebut. Anda akhirnya hidup dalam rasa takut akan penolakan dan dihakimi oleh orang lain. Padahal, Anda lebih berharga daripada itu.

Melepaskan diri dari tuntutan jadi orang baik

mencintai diri sendiri

Good girl syndrome adalah kondisi yang rumit, apalagi bila Anda sudah mengalaminya selama bertahun-tahun. Meski demikian, tidak ada kata terlambat untuk membebaskan diri dari jeratannya.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

  • Mengatakan dengan gamblang apa yang Anda inginkan.
  • Berlatih berkata tidak saat Anda betul-betul tidak bisa membantu.
  • Memiliki keteguhan hati dan mempertahankan prinsip yang Anda punya.
  • Tidak diam ketika orang lain tidak menghargai Anda.
  • Memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.
  • Mulai belajar berdamai dengan diri sendiri.

Menjadi orang baik memang bagus, kecuali bila Anda terpaksa berubah demi orang lain. Alih-alih memberikan kebahagiaan, sikap ini malah akan membuat Anda mengalami burnout.

Oleh sebab itu, sekarang saatnya Anda mengungkapkan apa yang Anda inginkan pada dunia. Tentu tidak mudah mengubah cara berpikir yang sudah tertanam bertahun-tahun, tapi bukan berarti mustahil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Materialistis Berkaitan dengan Masalah Kesehatan Mental

Memiliki sifat materialistis alias matre ternyata berhubungan dengan masalah kesehatan mental, lho. Mengapa kondisi ini dikatakan demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 18/01/2020 . 4 menit baca

6 Cara Mengajarkan Kerendahan Hati Pada Anak

Penting bagi setiap orangtua menanamkan kerendahan hati pada anak. Namun, tidak mudah mengajarkan kerendahan hati pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Parenting, Tips Parenting 29/11/2018 . 3 menit baca

Merasa Terjebak Dalam Hubungan yang Tidak Bahagia? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Tidak sedikit orang yang malah merasa terjebak dalam hubungan tidak bahagia, tapi tetap memaksakan diri untuk terus menjalaninya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 25/07/2018 . 3 menit baca

Ingin Merasa Lebih Bahagia? Yuk, Contek 5 Kebiasaan Harian Ini

Terkadang kebahagiaan tidak datang begitu saja dan perlu diusahakan. Yuk, mulai praktikkan lima kebiasaan ini setiap hari agar lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi, Fakta Unik 21/07/2018 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

crab mentality adalah

Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 6 menit baca
optimis dan toxic positivity

Jangan Salah, Ini Bedanya Sikap Optimis dan Toxic Positivity

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . 6 menit baca
cara menghadapi teman egois

Cara Menghadapi Teman yang Egois

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/02/2020 . 4 menit baca
cara menjadi orang tua yang baik

5 Hal yang Harus Dilakukan agar Menjadi Orangtua yang Lebih Positif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020 . 4 menit baca