Gejala Depresi yang Paling Umum Muncul, Baik Secara Fisik dan Psikis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/04/2020
Bagikan sekarang

Stres yang tak kunjung usai bisa menyebabkan Anda menjadi depresi. Depresi bukanlah kondisi yang wajar,  sebab ini masuk ke dalam gangguan kesehatan jiwa. Lantas, apa saja tanda dan gejala depresi yang paling umum dan harus diwaspadai?

Gejala depresi secara umum, secara psikis dan fisik

posisi duduk memperbaiki mood depresi

Ada beberapa gejala yang tumpang tindih antara stres dan depresi, seperti sulit berkonsentrasi, tidak bersemangat, dan kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya selalu Anda nikmati. Padahal, stres, depresi, dan gangguan kecemasan memiliki perbedaan.

Umumnya, gejala depresi lebih terasa melelahkan dan bisa menghambat aktivitas sehari-hari penderitanya. Ciri-ciri depresi biasanya ditandai dengan memburuknya suasana hati yang menetap selama berminggu-minggu atau lebih dari 6 bulan berturut-turut.

Ciri-ciri depresi, dilihat dari psikis

  • Mood memburuk secara drastis
  • Merasa sedih terus-menerus
  • Merasa putus asa
  • Merasa tidak berharga dan tidak berdaya
  • Tidak minat melakukan apa pun
  • Sering menangis tersedu-sedu
  • Terus-terusan diselimuti perasaan bersalah
  • Merasa kesal, gampang emosi, dan tidak toleran terhadap orang lain
  • Sulit membuat keputusan
  • Tidak bisa merasakan kebahagiaan atau kesenangan sedikit pun dari situasi dan kejadian yang positif
  • Selalu merasa cemas atau khawatir
  • Berpikir untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri

Gejala fisik

  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya
  • Banyak makan atau justru malas makan
  • Perubahan berat badan (bisa naik atau turun drastis) karena nafsu makan berubah
  • Sembelit
  • Merasa sakit di sekujur tubuh tanpa sebab
  • Tampak lemas, lesu, tidak berenergi atau selalu kelelahan
  • Gairah seks menurun atau bahkan hilang sama sekali.
  • Menstruasi tidak teratur
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia, bangun kepagian, atau justru banyak tidur

Gejala sosial

  • Tidak bisa bekerja atau beraktivitas seperti biasa, tidak fokus dan sulit berkonsentrasi
  • Menutup diri, menghindari bersosialisasi dengan teman dan keluarga
  • Mengabaikan atau membenci hobi dan kegiatan yang sebelumnya sangat disukai
  • Sulit berinteraksi di rumah dan lingkungan kerja, bahkan sangat rentan menghadapi masalah dengan orang sekitar.

Ciri-ciri depresi berdasarkan usia

Meski tak terlalu mencolok, nyatanya gejala depresi yang khas juga bisa muncul pada kelompok usia tertentu, seperti pada anak dan remaja, serta lansia.

Berikut ini adalah ciri-ciri depresi yang muncul pada kelompok usia tertentu.

Gejala depresi pada anak dan remaja

gejala depresi pada anak

Sebetulnya, ciri-ciri depresi pada anak dan remaja mirip dengan yang terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, ada beberapa gejala depresi yang khas terjadi pada anak dan remaja, yaitu:

  • Anak-anak yang depresi umumnya sering merasa sedih, cemas, dan clingy alias selalu ingin “nempel” dengan orang lain. Kondisi ini sering kali membuat anak-anak jadi malas ke sekolah, malas makan, hingga berat badan turun drastis.
  • Remaja yang depresi biasanya menjadi mudah marah, sensitif, menjauh dari teman sebayanya, perubahan nafsu makan, hingga menyakiti diri sendiri. Bahkan, remaja yang mengalami depresi rawan terjerumus dengan penggunaan narkoba atau alkohol karena tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

Gejala depresi pada lansia

merawat orangtua yang depresi

Depresi bukan hal yang normal terjadi pada orang yang berusia lanjut. Sayangnya, depresi pada lansia sulit dideteksi sehingga sulit diobati.

Gejala depresi pada lansia sebetulnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Akan tetapi, bisa pula muncul gejala lain yang mengikuti, berupa:

  • Mudah lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Gangguan tidur, entah tidak bisa tidur, bangun terlalu pagi, atau terlalu banyak tidur
  • Pikun atau mudah lupa
  • Malas keluar rumah dan menolak untuk bersosialisasi
  • Muncul pikiran ingin bunuh diri

Berbagai gejala yang sudah disebutkan di atas bisa dikatakan sebagai depresi bila berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih. Meski begitu, mungkin masih banyak tanda dan gejala depresi lainnya yang tidak disebutkan di atas.

Jangan sepelekan sekecil apa pun gejala depresi yang terjadi pada diri Anda. Jika Anda khawatir atau curiga akan gejala tertentu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter/psikolog/psikiater/terapis terpercaya.

Ingat, gangguan mental bisa dialami oleh siapa saja. Nah, langkah paling pertama untuk mencapai penyembuhan adalah menyadari bahwa Anda memang mengalaminya.

Jangan malu untuk melakukan konsultasi karena stigma yang berkembang, sebab kesehatan mental Anda dan orang tercinta adalah yang utama.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jika Orang Terdekat Mengalami Depresi, Bisakah Menular Kepada Anda?

Anda bisa saja ikut mengalami emosi negatif yang merundung penderita depresi. Jika demikian, apakah depresi memang dapat menular ke orang lain?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri

Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Bagaimana Cara Depresi Merusak Otak?

Depresi membuat penderitanya selalu merasa sedih dan putus asa. Bagaimana kerusakan otak seperti itu bisa terjadi akibat depresi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
gaya hidup depresi

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020
komplikasi osteoporosis

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 09/01/2020
gangguan jiwa tidur berlebihan

5 Gangguan Kejiwaan Ini Bisa Membuat Penderitanya Tidur Berlebihan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/11/2019