Galau dan Merasa Kesepian Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi yang baik dengan orang lain untuk bertahan hidup. Jika kebutuhan untuk berinteraksi tidak terpenuhi, kita cenderung terisolasi dari lingkungan sosial yang ditandai dengan merasa kesepian. Fenomena ini dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, dan secara tidak langsung juga mempengaruhi kesehatan fisik.

Dampak merasa kesepian terhadap kesehatan mental

Merasa kesepian dapat memperburuk kondisi emosi seseorang sehingga memicu stress. Tidak seperti stress pada umumnya, stress yang disebabkan kesepian cenderung bertahan lama dan selalu terjadi berulang saat seseorang sedang mengalami suatu masalah. Stress kronis akibat merasa kesepian dapat menyebabkan kondisi depresi dan fobia sosial, bahkan meningkatkan kecenderungan seseorang untuk bunuh diri.

Seiring dengan pertambahan usia, seseorang orang yang mengalami kesepian akan lebih cepat mengalami penurunan fungsi kognitif. Hal ini dikarenakan interaksi sosial juga berpengaruh terhadap cara kerja otak dan kekuatan memori, sehingga orang mengalami kesepian lebih berisiko mengalami penurunan fungsi pada sistem saraf pusat. Suatu penelitian juga menunjukkan bahwa merasa kesepian meningkatkan risiko dementia sebesar 64% pada usia lanjut.

Seseorang yang merasa kesepian cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat

Salah satu dampak dari merasa kesepian adalah menurunnya kemampuan untuk mengendalikan pikiran dan emosi, sehingga memicu perubahan perilaku. Pada umumnya, individu yang mengalami kesepian akan sulit untuk mempertahankan gaya hidup yang sehat.

Penyalahgunaan substansi adiktif seperti obat-obatan, alkohol atau rokok adalah salah satu perubahan gaya hidup yang sering terjadi pada seseorang yang mengalami kesepian. Penyebab utamanya adalah kurangnya dukungan sosial yang dibutuhkan seseorang saat menghadapi suatu permasalahan. Kondisi ini juga saling berkaitan saat seseorang mengalami stress, dan berpendapat mengonsumsi substansi adiktif tersebut adalah cara terbaik untuk menghindari permasalahan yang mereka hadapi.

Menurunkan rutinitas aktivitas fisik sering dilakukan saat seseorang mengalami gangguan emosi, termasuk saat mengalami kesepian. Dalam suatu penelitian, seseorang yang mengalami kesepian cenderung menurunkan frekuensi aktivitas fisik dan mengalami perubahan intensitas aktivitas fisik, hingga tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. Kurang aktivitas fisik itu sendiri dapat menurunkan ketahanan tubuh, menyebabkan obesitas, dan perkembangan berbagai penyakit degeneratif.

Stress dari merasa kesepian juga berdampak terhadap kondisi fisik

Menurunnya kesehatan fisik merupakan efek samping dari merasa kesepian. Terdapat beberapa mekanisme tubuh yang merupakan suatu respon dari dampak kesehatan mental dan perubahan perilaku pada individu yang merasa kesepian. Berikut beberapa beberapa dampak kesepian terhadap kondisi fisik:

1. Gangguan tidur

Waktu tidur sangat diperlukan untuk tubuh beregenerasi secara optimal. Kurangnya waktu tidur dapat menurunkan kualitas tidur, kelelahan pada siang hari, dan perubahan pola tidur. Salah satu penyebab gangguan tidur adalah gangguan emosi yang disebabkan oleh kesepian. Hubungan antara kesepian dengan gangguan tidur memiliki pola seperti siklus. Rasa kesepian pada malam hari menyebabkan kesulitan untuk relaksasi dan menyebabkan terbangun di tengah-tengah waktu tidur. Selanjutnya, hal tersebut menyebabkan kurangnya waktur yang berkualitas dapat meningkatkan efek stress akibat kesepian.

2. Menurunkan ketahanan tubuh

Pada kenyataannya, sistem imunitas tidak hanya bereaksi terhadap ancaman pathogen, namun kondisi emosi pada seseorang yang mengalami kesepian dapat mempengaruhi kinerja sistem imun. Saat sedang stress kronis karena kesepian, otak merespon lingkungan sekitar sebagai ancaman, dan hal ini juga berpengaruh terhadap ketahanan tubuh. Oleh karena itu, sistem imun tidak dapat bekerja optimal melawan pathogen yang bersamaan dengan kondisi stress.

3. Memicu perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah

Di samping gangguan psikologis, merasa kesepian memicu reaksi abnormal yang berdampak pada sistem kardiovaskuler. Para peneliti dari Harvard (seperti dilansir oleh Telegraph) mengatakan bahwa tubuh juga merespon stress akibat kesepian dengan memproduksi protein fibrinoge,n yang biasanya diproduksi saat tubuh mengalami luka. Selain itu, kondisi stress kronis juga memicu peningkatan hormon kortisol yang mempengaruhi kinerja jantung dalam memompa darah. Mekanisme abnormal tersebut menyebabkan gangguan aliran, sehingga memicu kondisi arterosklerosis dan hipertensi. Suatu penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa individu yang memiliki interaksi sosial yang buruk memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke lebih tinggi yaitu sebesar 29% dan 32%.

Hingga saat ini, berbagai penelitian menunjukkan merasa kesepian adalah suatu penyebab penurunan kualitas kesehatan fisik seseorang. Pada dasarnya kesepian itu sendiri bukanlah fakta, melainkan suatu persepsi atau keadaan emosi terhadap hubungan sosial seseorang, dan hal ini bukan disebabkan oleh kesendirian. Oleh karena itu, cara paling mudah  dalam mengatasi kesepian adalah dengan mengalihkan perhatian sejenak dan melakukan interaksi sosial.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Komunikasi dengan anak bukan hanya berbasa-basi dan berbicara, tetapi juga mendengarkan keluh kesah anak. Ini adalah kunci penting kualitas hubungan Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Berat Badan Turun Drastis Saat Sedang Depresi?

Salah satu tanda seseorang sedang depresi biasanya adalah berat turun drastis. Tapi berat badan turun saat depresi ini bukan hanya karena tak nafsu makan.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Psikologi 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Sedang berada di tempat umum, tiba-tiba keluar air mani? Padahal Anda tidak sedang bergairah atau berpikiran mesum. Nah, ini dia penjelasan dari para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenali Ciri-Ciri Psikopat di Sekitar Anda

Pada kesan pertama, psikopat umumnya terlihat menawan, senang bersosialisasi, peduli, dan ramah pada orang lain. Apa lagi ciri-ciri psikopat pada umumnya?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Psikologi, Fakta Unik 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susah tidur malam meski badan capek

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
memiliki alter ego

Apa Itu Alter Ego? Apakah Sama Dengan Kepribadian Ganda?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 4 menit
akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit