Mengenal Claustrophobia, Rasa Takut Akan Ruang Sempit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Claustrophobia adalah ketakutan tidak beralasan pada ruang tertutup atau ruang sempit. Wajar untuk merasa takut terjebak ketika ada ancaman atau bahaya, namun orang-orang yang memiliki claustrophobia menjadi takut dalam situasi di mana tidak ada bahaya yang jelas atau realistis. Ketika pergi ke luar, mereka akan menghindari ruang tertutup atau sempit, seperti lift, terowongan, dan toilet umum.

Beberapa orang yang memiliki claustrophobia mengalami kecemasan ringan bila berada di ruang tertutup, sementara yang lain memiliki kecemasan yang parah bahkan serangan panik. Kasus yang paling umum adalah merasa atau takut kehilangan kontrol.

Pemicu claustrophobia

Banyak situasi atau perasaan yang berbeda dapat memicu phobia ini. Bahkan hanya dengan memikirkan situasi tertentu tanpa adanya paparan juga dapat menjadi pemicunya. Berikut ini adalah pemicu umum dari claustrophobia, yaitu:

  • Lift
  • Terowongan
  • Kereta bawah tanah
  • Pintu putar
  • Toilet umum
  • Mobil dengan central lock
  • Pencucian mobil
  • Kamar ganti
  • Kamar hotel dengan jendela tertutup
  • Pesawat
  • Ruangan terkunci

Jika Anda telah memiliki rasa cemas terhadap ruang tertutup selama 6 bulan, maka kemungkinan Anda telah terpengaruh oleh claustrophobia.

Apa penyebab claustrophobia?

Phobia ruang tertutup ini umumnya adalah hasil dari pengalaman masa lalu seseorang (biasanya pada masa kanak-kanak) yang menyebabkan mereka mengasosiasikan ruang kecil dengan perasaan panik atau berada dalam bahaya. Contoh jenis-jenis pengalaman masa lalu, yaitu:

  • Jatuh ke dalam kolam renang dan tidak bisa berenang
  • Berada di keramaian dan terpisah dengan orangtua atau kelompok
  • Merangkak ke dalam terowongan dan tersesat atau terjebak

Pengalaman seperti di atas dapat mempengaruhi kemampuan seseorang menghadapi situasi yang mirip secara rasional. Pikiran yang menghubungkan ruang tertutup atau sempit dengan keadaan bahaya akan menyebabkan tubuh bereaksi sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

Selain itu, perilaku yang diikuti dari orangtua dan teman sebaya juga dapat menjadi penyebab claustrophobia pada seseorang. Contohnya, ketika seorang yang memiliki claustrophobia memiliki anak, maka anak akan mengamati perilaku orangtua mereka dan akan mengembangkan ketakutan yang sama.

Teori lain di balik penyebab phobia ruang tertutup ini adalah:

  • Amygdala lebih kecil. Amygdala adalah bagian kecil dari otak yang digunakan untuk mengontrol bagaimana tubuh memproses rasa takut. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychiatry and Clinical Neuroscience, Fumi Hayano dan rekan menemukan bahwa orang yang menderita gangguan panik memiliki amygdala lebih kecil dari normal. Ukuran yang lebih kecil ini bisa memengaruhi bagaiman tubuh memproses panik dan kecemasan.
  • Phobia genetik. Ada juga teori yang mengatakan bahwa phobia berkembang lebih pada tingkat genetik daripada psikologi. Penelitian di belakang teori ini menunjukkan bahwa phobia ruang tertutup dan phobia lainnya merupakan mekanisme evolusi bertahan hidup pasif. Sebuah naluri bertahan hidup terkubur dalam kode genetik kita yang dulunya penting untuk kelangsungan hidup manusia, namun sudah tidak lagi diperlukan. Tim dari Jerman dan Inggris menulis dalam jurnal Translational Psychiatry bahwa kecacatan gen tunggal mungkin memberikan kontribusi untuk pengembangan claustrophobia.

Gejala claustrophobia

Serangan panik adalah hal yang umum di kalangan penderita phobia tempat tertutup. Mereka bisa menjadi sangat ketakutan dan frustasi, dan gejala seringkali terjadi tanpa peringatan. Selain kecemasan yang luar biasa, serangan panik juga bisa menyebabkan gejala fisik seperti:

  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Gejala panas atau kedinginan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Denyut jantung cepat
  • Nyeri atau sesak di dada
  • Mual
  • Sakit kepala dan pusing
  • Perasaan ingin pingsan
  • Mati rasa atau kesemutan
  • Mulut kering
  • Keinginan untuk pergi ke toilet
  • Telinga berdengung
  • Merasa bingung atau disorientasi

Jika Anda memiliki claustrophobia parah, Anda mungkin juga mengalami gejala psikologis seperti:

  • Ketakutan akan kehilangan kontrol
  • Ketakutan akan pingsan
  • Merasa ngeri
  • Ketakutan akan mati   

Gejala serangan panik akan tiba di puncaknya dalam waktu 10 menit, dengan sebagian besar serangan berlangsung antara lima menit hingga setengah jam.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

    Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

    Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

    Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    perut kosong hindari makan pedas dan asam

    Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    pria sulit menangis

    Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    nyeri atau sakit punggung

    Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit