Mengenal Claustrophobia, Rasa Takut Akan Ruang Sempit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Claustrophobia adalah ketakutan tidak beralasan pada ruang tertutup atau ruang sempit. Wajar untuk merasa takut terjebak ketika ada ancaman atau bahaya, namun orang-orang yang memiliki claustrophobia menjadi takut dalam situasi di mana tidak ada bahaya yang jelas atau realistis. Ketika pergi ke luar, mereka akan menghindari ruang tertutup atau sempit, seperti lift, terowongan, dan toilet umum.

Beberapa orang yang memiliki claustrophobia mengalami kecemasan ringan bila berada di ruang tertutup, sementara yang lain memiliki kecemasan yang parah bahkan serangan panik. Kasus yang paling umum adalah merasa atau takut kehilangan kontrol.

Pemicu claustrophobia

Banyak situasi atau perasaan yang berbeda dapat memicu phobia ini. Bahkan hanya dengan memikirkan situasi tertentu tanpa adanya paparan juga dapat menjadi pemicunya. Berikut ini adalah pemicu umum dari claustrophobia, yaitu:

  • Lift
  • Terowongan
  • Kereta bawah tanah
  • Pintu putar
  • Toilet umum
  • Mobil dengan central lock
  • Pencucian mobil
  • Kamar ganti
  • Kamar hotel dengan jendela tertutup
  • Pesawat
  • Ruangan terkunci

Jika Anda telah memiliki rasa cemas terhadap ruang tertutup selama 6 bulan, maka kemungkinan Anda telah terpengaruh oleh claustrophobia.

Apa penyebab claustrophobia?

Phobia ruang tertutup ini umumnya adalah hasil dari pengalaman masa lalu seseorang (biasanya pada masa kanak-kanak) yang menyebabkan mereka mengasosiasikan ruang kecil dengan perasaan panik atau berada dalam bahaya. Contoh jenis-jenis pengalaman masa lalu, yaitu:

  • Jatuh ke dalam kolam renang dan tidak bisa berenang
  • Berada di keramaian dan terpisah dengan orangtua atau kelompok
  • Merangkak ke dalam terowongan dan tersesat atau terjebak

Pengalaman seperti di atas dapat mempengaruhi kemampuan seseorang menghadapi situasi yang mirip secara rasional. Pikiran yang menghubungkan ruang tertutup atau sempit dengan keadaan bahaya akan menyebabkan tubuh bereaksi sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

Selain itu, perilaku yang diikuti dari orangtua dan teman sebaya juga dapat menjadi penyebab claustrophobia pada seseorang. Contohnya, ketika seorang yang memiliki claustrophobia memiliki anak, maka anak akan mengamati perilaku orangtua mereka dan akan mengembangkan ketakutan yang sama.

Teori lain di balik penyebab phobia ruang tertutup ini adalah:

  • Amygdala lebih kecil. Amygdala adalah bagian kecil dari otak yang digunakan untuk mengontrol bagaimana tubuh memproses rasa takut. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychiatry and Clinical Neuroscience, Fumi Hayano dan rekan menemukan bahwa orang yang menderita gangguan panik memiliki amygdala lebih kecil dari normal. Ukuran yang lebih kecil ini bisa memengaruhi bagaiman tubuh memproses panik dan kecemasan.
  • Phobia genetik. Ada juga teori yang mengatakan bahwa phobia berkembang lebih pada tingkat genetik daripada psikologi. Penelitian di belakang teori ini menunjukkan bahwa phobia ruang tertutup dan phobia lainnya merupakan mekanisme evolusi bertahan hidup pasif. Sebuah naluri bertahan hidup terkubur dalam kode genetik kita yang dulunya penting untuk kelangsungan hidup manusia, namun sudah tidak lagi diperlukan. Tim dari Jerman dan Inggris menulis dalam jurnal Translational Psychiatry bahwa kecacatan gen tunggal mungkin memberikan kontribusi untuk pengembangan claustrophobia.

Gejala claustrophobia

Serangan panik adalah hal yang umum di kalangan penderita phobia tempat tertutup. Mereka bisa menjadi sangat ketakutan dan frustasi, dan gejala seringkali terjadi tanpa peringatan. Selain kecemasan yang luar biasa, serangan panik juga bisa menyebabkan gejala fisik seperti:

  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Gejala panas atau kedinginan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Denyut jantung cepat
  • Nyeri atau sesak di dada
  • Mual
  • Sakit kepala dan pusing
  • Perasaan ingin pingsan
  • Mati rasa atau kesemutan
  • Mulut kering
  • Keinginan untuk pergi ke toilet
  • Telinga berdengung
  • Merasa bingung atau disorientasi

Jika Anda memiliki claustrophobia parah, Anda mungkin juga mengalami gejala psikologis seperti:

  • Ketakutan akan kehilangan kontrol
  • Ketakutan akan pingsan
  • Merasa ngeri
  • Ketakutan akan mati   

Gejala serangan panik akan tiba di puncaknya dalam waktu 10 menit, dengan sebagian besar serangan berlangsung antara lima menit hingga setengah jam.

BACA JUGA:

Sumber