Yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Claustrophobia (Phobia Ruang Sempit)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk banyak orang, mungkin berada di dalam lift, kamar mandi pesawat, ruangan sempit tanpa jendela, dan ruang tertutup lainnya adalah hal yang biasa saja. Namun bagi orang yang memiliki phobia akan ruang sempit, alias claustrophobia, keadaan tersebut sangatlah menakutkan dan bahkan dapat dianggap mengancam nyawanya. Meskipun terkadang serangan claustrophobia cukup ringan, namun itu tetap saja dapat menyebabkan serangan panik yang parah, termasuk detak jantung yang cepat, mual, berkeringat, dan pusing. Oleh karena itu, mengambil langkah untuk dapat mengatasi claustrophobia sangat membantu dalam meringankan rasa takut.

Tips mengatasi claustrophobia

Kebanyakan orang dengan phobia sepenuhnya menyadari bahwa mereka memilikinya. Banyak orang hidup dengan claustrophobia tanpa harus secara resmi didiagnosis, dan ia sudah terbiasa pintar-pintar menghindari ruang sempit. Namun, mendapatkan bantuan dari dokter dan spesialis dengan keahlian terapi perilaku, seperti psikolog, akan sangat menguntungkan.

Claustrophobia dapat berhasil diobati dan disembuhkan dengan melawan ketakutan secara bertahap. Hal ini biasa dikenal sebagai desensitisasi atau terapi eksposur diri. Anda dapat mencoba melakukannya sendiri menggunakan teknik self-help, atau dengan bantuan tenaga profesional.

Psikoterapi, khususnya terapi perilaku kognitif (CBT), telah terbukti cukup berhasil dalam mengatasi claustrophobia. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat anti-kecemasan atau antidepresan untuk membantu mengelola gejala. Teknik perilaku seperti systematic desensitization dan flooding sering digunakan dalam hubungannya dengan metode kognitif. Metode tersebut bekerja sama untuk mengubah perilaku dan perasaan Anda dari rasa takut.

Ini adalah metode pengobatan yang diakui baik untuk sebagian besar orang dengan gangguan kecemasan. Tujuan dari CBT adalah untuk melatih pikiran pasien agar tidak lagi merasa terancam oleh tempat yang mereka takuti. Ini mungkin melibatkan eksposur pasien kepada ruang kecil dan membantu mereka mengatasi rasa takut dan kecemasan.

Selain CBT, ada beberapa metode lain yang memungkinkan Anda dapat mengatasi claustrophobia, seperti:

  • Terapi obat. Jenis terapi ini dapat membantu Anda mengelola kecemasan, namun ia tidak berurusan langsung dengan masalah Anda. Perawatan profesional mungkin akan menggunakan terapi obat jika intervensi lainnya belum memberikan hasil yang memuaskan.
  • Latihan relaksasi. Mengambil napas dalam-dalam, meditasi, dan melakukan latihan relaksasi otot sangat efektif untuk menghadapi kecemasan dan pikiran negatif.
  • Alternatif atau pengobatan alami. Ada beberapa produk alami dan obat homeopati yang dapat membantu pasien mengelola panik dan kecemasan.

Menghadapi serangan panik yang terjadi saat berada di ruang sempit dan tertutup

Jika memungkinkan, tetaplah berada di tempat Anda saat serangan panik muncul. Ini bisa berlangsung hingga satu jam. Selama serangan itu, ingatkan diri Anda bahwa pikiran dan sensasi menakutkan itu adalah tanda panik yang nantinya akan menghilang. Fokuslah pada sesuatu yang terlihat “normal”, seperti jarum jam yang bergerak pada jam tangan Anda, atau barang-barang di sekitar ANda. Puncak gejala serangan panik biasanya akan timbul dalam waktu 10 menit, dengan sebagian besar serangan berlangsung selama lima menit hingga setengah jam.

Jika Anda sedang berada di dalam pesawat terbang, maka Anda tidak dapat berhenti dan parkir seperti di dalam mobil. Jadi untuk kasus ini, Anda harus melakukan beberapa tips berikut:

1. Sibukkan pikiran Anda

Ambil buku yang Anda suka, seperti majalah atau teka-teki silang untuk menyibukkan pikiran dan menenangkan Anda. Atau, coba dengarkan musik.

2. Bernapas untuk relaksasi

Ambil napas yang dalam dan lambat melalui hidung, mengisi bagian bawah paru-paru, lalu menuju ke atas. Berkonsentrasilah pada pernapasan Anda. Ketika Anda bernapas dalam, berpikirlah untuk diri sendiri. Selesaikan pikiran dengan tenang ketika Anda menghembuskan napas perlahan. Bayangkan bahwa tangan, bahu, dan lengan melemas dan santai. Berlatihlah pernapasan dalam setiap kali Anda mulai merasa stres atau panik.

3. Mencari pertolongan

Carilah bantuan jika claustrophobia mengganggu Anda dan mencegah Anda melakukan hal-hal yang Anda ingin lakukan. Seorang konselor terlatih dapat mengajarkan Anda cara-cara menghadapi rasa takut Anda dan berurusan dengannya tanpa perasaan yang mengancam. Seorang konselor dapat mengajarkan Anda teknik relaksasi atau meditasi. Bahaslah masalah ini dengan dokter Anda jika sekiranya obat-obatan diperlukan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kleptomania

    Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

    Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

    Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

    Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Rasa Malas Ternyata Disebabkan Gangguan di Otak. Bagaimana Mengatasinya?

    Anda mungkin mengira rasa malas hanyalah kebiasaan buruk saja. Ternyata, gangguan di otaklah yang menyebabkan Anda malas. Bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    serangan panik atau panic attack

    Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    depresi pagi hari

    Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    membangun kepercayaan diri

    7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit