5 Tanda atau Ciri Kesepian yang Mungkin Anda Tidak Sadari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Manusia merupakan makhluk sosial. Artinya, setiap individu pasti butuh individu lain untuk menjalani kehidupannya. Itu sebabnya, kesepian menjadi momok bagi hampir setiap individu. Beberapa orang mungkin tidak menyadari dirinya kesepian. Padahal, kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Apa saja ciri-ciri orang kesepian?

Apa yang menyebabkan orang kesepian?

Sebelum mengetahui seperti apa ciri-ciri orang yang kesepian, ada baiknya kita memahami terlebih dulu kondisi yang seperti apa kesepian itu.

Secara umum, definisi dari kesepian adalah terpisah dari keramaian atau sendiri (tidak memiliki teman). Namun, yang sebenarnya, kesepian adalah sebuah keadaan pikiran.

Kondisi tersebut menyebabkan seseorang merasa hampa, sendiri, dan merasa tidak diinginkan.

Orang yang kesepian sering mendambakan kontak dengan manusia. Sayangnya, keadaan pikiran merekalah yang mempersulit pembentukan koneksi dengan orang lain.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. John Cacioppo, Dosen Layanan Istimewa Tiffany dan Margaret Blake, pendiri dan direktur Pusat Neurosains Kognitif dan Sosial di University of Chicago, dan salah satu loneliness expert menyatakan, kesepian berhubungan erat dengan genetik.

Kesepian juga dapat terjadi akibat beberapa alasan. Contohnya, Anda mungkin merasa kesepian saat:

  • Berpindah sekolah atau kerja
  • Bekerja dari rumah
  • Pindah ke kota baru
  • Putus atau mengakhiri suatu hubungan

Saat Anda sudah menyesuaikan pada lingkungan baru, perasaan kesepian mungkin akan berlalu. Namun, dalam beberapa kasus, rasa kesepian itu kadang bertahan.

Tidak selalu mudah untuk membicarakan hal ini. Terlebih jika Anda kesulitan mencari teman, Anda akan semakin merasakan kesendirian.

Ciri-ciri orang kesepian

Rupanya, seseorang bisa merasa kesepian bahkan saat ia tak menyadarinya. Beberapa ciri-ciri orang kesepian yang muncul tanpa Anda sadari, antara lain:

1. Waktu tidur terganggu, insomnia, atau gangguan saat tidur lainnya

cepat tidur cepat bangun

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep, kesepian dapat merusak kesempatan untuk mendapatkan istirahat cukup saat tidur di malam hari.

Penulis utama jurnal tersebut, Lianne Kurina, PhD, mengatakan, “Apa yang kita temukan adalah bahwa kesepian tidaklah menambah jumlah durasi tidur individu, tapi dapat membangunkan mereka lebih sering selama tidur.”

2. Menghabiskan waktu lebih lama saat mandi atau berendam

mandi setelah bangun tidur

Seorang ahli psikologis dan peneliti di Yale University, Connecticut, bernama John Bargh, PhD, mengatakan, “Semakin kesepian, seseorang akan semakin sering mandi dan berendam, menggunakan air yang lebih panas.”

Dalam jurnal Emotion yang diterbitkan tahun 2012, Bargh melakukan survei terhadap 51 mahasiswa mengenai tingkat kesepian dan kebiasaan sehari-hari mereka.

Dari sana, ia menimpulkan bahwa beberapa orang memanfaatkan kehangatan fisik sebagai pengganti kehangatan sosial.

Para siswa yang dilaporkan merasa lebih kesepian juga cenderung menghabiskan waktu lebih lama saat mandi air hangat.

3. Lebih mencintai benda daripada manusia

lansia mengemudi kendaraan

Ciri-ciri orang kesepian berikutnya adalah ketika seseorang terlalu berlebihan menyayangi sebuah benda yang dimilikinya.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research, beberapa orang tergila-gila atas benda mati karena mereka kesepian.

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai “material possession love” dan mungkin Anda pernah menyaksikan secara langsung orang yang mengalami kondisi ini.

Saat tetangga Anda memanggil mobilnya “sayang,” atau saat anggota keluarga sendiri membanggakan sebuah koleksi benda tertentu.

Hal ini disebabkan karena individu tersebut kurang bersosialisasi, lalu mulai memanjakan barang kepememilikan mereka.

4. “Teman” di dunia maya lebih banyak daripada teman sebenarnya

etika komplain media sosial

Menurut Facebook, para pengguna menghabiskan rata-rata 50 menit saat menggunakan platform sosial media. Ini juga termasuk ciri-ciri orang kesepian.

Ketika merasa sendiri, Anda kemungkinan menghabiskan waktu mengunggah di media sosial atau forum digital lainnya daripada berbincang dengan teman melalui telepon atau membuat rencana makan atau berkumpul bersama.

5. Cenderung lebih sering sakit

gangguan kecemasan sosial (fobia sosial)

Selain menunjukan masalah kesehatan, sakit juga dapat menjadi ciri-ciri orang kesepian. Kesepian memiliki efek sistemik, memungkinkan hormon stres naik.

Faktanya, menjadi bagian dari lingkup sosial secara biologis sangatlah penting. Merasa kesepian dan terputus atau berhenti dari bersosialisasi dapat mempengaruhi kekebalan tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28 April 2020 . Waktu baca 6 menit