Cepat Tidur dan Cepat Bangun, Tanda Anda Memiliki Gangguan Tidur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tentu Anda pernah mendengar nasehat yang bilang bahwa rajin bangun pagi itu baik. Namun kalau Anda termasuk orang yang bisa tidur cepat dan bangunnya juga cepat, ini mungkin menandakan Anda adalah advanced sleepersDilansir dari laman Psychology Today, penelitian terbaru (Curtis et al., 2019) dari University of California, San Francisco mengungkapkan, sebagian populasi di dunia merupakan advanced sleepers, yang artinya mereka terbiasa tidur terlalu cepat dan bangun juga terlalu cepat. Dalam dunia medis, kondisi seperti ini disebut advanced sleep phase (ASP). Lantas, apakah ASP termasuk gangguan tidur? Berbahayakah jika Anda termasuk ASP? Simak artikel ini untuk lebih lengkapnya, yuk!

Apa itu ASP?

ASP adalah kondisi yang dimiliki oleh orang-orang yang jadwal mulai tidurnya lebih cepat daripada jam tidur normal.

Orang-orang ASP cenderung biasa sudah tidur antara pukul 6 sore dan 9 malam. Jika dibandingkan, Tempo melansir rata-rata orang dewasa di Indonesia baru mulai tidur sekitar pukul 11-12 malam.

Oleh karena mereka terbiasa tidur lebih cepat, jadwal bangun pagi mereka pun juga terlalu cepat; kebanyakan sudah bangun di antara pukul 2 pagi dan 5 pagi.

Apakah ASP termasuk gangguan tidur secara medis?

ASP adalah gangguan tidur yang masuk dalam grup Circadian Rhythm Sleep Disorders atau gangguan pola tidur.

Circadian Rhythm Sleep Disorders atau gangguan pola tidur itu sendiri dibagi lagi menjadi tiga gejala utama, yang meliputi sulit memulai tidur, sulit mempertahankan tidur, dan tidak merasa segar setelah tidur.

Namun, riset terbaru dari University of California, San Francisco justru menghindari penyebutan ASP (atau sinonim lainnya seperti advanced sleepers atau extreme morning chronotypes) sebagai gangguan tidur.

Professor neurologi dari UCSF Weill Institute for Neurosciences, Louis Ptacek, MD menjelaskan ASP baru menjadi gangguan tidur (disorder) apabila orang tersebut merasa kebiasaannya cepat tidur dan cepat bangun adalah sesuatu yang tidak diinginkan atau disengaja, dan sampai mengganggu kesehatan serta aktivitasnya sehari-hari.

Siapa yang biasanya terkena ASP?

Biasanya orang yang terkena ASP adalah orang yang sudah tua.

Genetika juga termasuk dalam faktornya. Gangguan tidur lebih umum terjadi dalam satu keluarga. ASP diasosiasikan dengan mutasi gen, khususnya gen casein kinase (CKI- delta dan CKI- epsilon) dan juga hPer1 dan hPer2.

Anak-anak dengan gangguan perkembangan juga rentan terhadap ASP, termasuk anak pengidap autisme dan Down syndrome.

Tanda-tanda Anda memiliki ASP

Anda mungkin tergolong salah satu orang ASP jika mengalami satu atau lebih dari satu tanda berikut ini:

1. Sudah mengantuk dan ingin langsung tidur meski masih “siang”

Keinginan untuk tidur cepat biasanya sudah mulai terasa sekitar pukul 6 sore hingga 9 malam.

Seseorang yang memiliki gangguan ASP melepaskan melatonin (hormon penyebab tidur) lebih cepat dari orang kebanyakan. Ini membuat temperatur tubuh orang tersebut menurun dan memicu ngantuk lebih awal dari normalnya.

Ini menyebabkan jam biologis orang ASP terganggu. Ia akan cenderung tidur tidak nyenyak dan gelisah, sehingga membuatnya justru kelelahan saat bangun pagi.

2. Bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali

Bagi orang yang memiliki ASP, mereka cenderung terbiasa bangun pagi terlalu cepat; di antara pukul 2 pagi dan 5 pagi, padahal baru tidur sekitar pukul 7-9 malam.

Kebiasaan bangun “kepagian” ini juga cenderung membuat mereka tidak bisa lagi kembali tidur, sehingga orang dengan ASP memilih untuk langsung memulai aktivitasnya pada waktu tersebut.

3. Suka ketiduran waktu beraktivitas

Louis Ptacek mengatakan, orang yang cepat bangun sebenarnya cukup mampu berfungsi dengan baik selama siang hari tetapi mungkin agak merasa sulit untuk tetap terjaga.

Seseorang yang memiliki ASP dapat tiba-tiba tertidur di siang hari di tengah melakukan aktivitas atau mengerjakan sesuatu, misalnya ketiduran saat menonton TV, saat menyetir, atau saat makan. Ini adalah salah satu akibat dari kelelahan yang disebabkan oleh kebiasaan tidur dan bangun terlalu cepat.

Tanda-tanda ini jugalah yang kadang membuat dokter salah mendiagnosis ASP dengan narkolepsi. Maka Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter atau spesialis tidur untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti:

  • Kondisi medis lainnya
  • Gangguan tidur lainnya
  • Gangguan jiwa
  • Efek samping obat-obatan

Bagaimana cara menyembuhkan ASP?

ASP disorder bisa disembuhkan dengan mengembalikan jam tidur kembali ke jam normal. Ada dua cara penyembuhan yakni suplemen melatonin dan terapi cahaya.

Orang dengan ASP dapat mencatat jadwal tidur setiap harinya disertai keterangan kapan merasa paling mengantuk dan paling segar, agar dokter dapat menentukan terapi yang sesuai.

Dokter dapat meresepkan suplemen melatonin tergantung usia dan kondisi kesehatan pasien. Sementara terapi cahaya menggunakan cahaya sebagai stimulan yang dipasang sebelum tidur. Spesialis akan menentukan seberapa terang cahaya dan durasi terapinya.

Pasien juga dapat mencoba untuk menunda waktu tidur 20 menit setiap harinya hingga jadwal tidur kembali normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Tidur seharusnya menjadi kegiatan yang nyaman dan menenangkan. Namun, hal ini berbanding terbalik bagi orang-orang yang punya somniphobia.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

4 Penyebab Anda Mengalami Mimpi Buruk

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
cara cepat tidur

Sering Susah Tidur? Ini Cara Cepat Tidur Dalam Satu Menit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
mengigau saat tidur

Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit
sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit