Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/10/2019
Bagikan sekarang

Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah. 

Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?

trauma masa kecil

Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik. 

Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh. 

Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD). 

Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.

Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi. 

Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini. 

Cara menghilangkan rasa bersalah 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri. 

Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.

Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on

1. Menghargai usaha Anda

mencintai diri sendiri

Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri. 

Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.

Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.

Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.

Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

2. Melihat dari sudut pandang orang lain

teman tidak suka pacar

Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain. 

Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri. 

Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya. 

3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam

imposter syndrome

Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.

Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda. 

Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah. 

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.

Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul? 

4. Berpikir positif

kata-kata semangat untuk diri sendiri

Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari. 

Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali. 

Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah. 

Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Terapi Ke Psikolog Tapi Hidup Tak Banyak Berubah? Ini 7 Penyebabnya!

Terapi ke psikolog membutuhkan kerja sama yang baik antara Anda dan juga ahli. Berikut ini berbagai hal yang menghambat keberhasilan terapi Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Mengenali Perbedaan Depresi Postpartum dan Baby Blues

Meskipun gejala-gejalanya mirip, depresi postpartum dengan baby blues ternyata merupakan dua hal yang berbeda. Apa saja bedanya, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena

Memahami Rasa Sakitnya Kegagalan: Yang Terjadi Pada Otak Saat Anda Mengalami Kegagalan

Kalau Anda sedang gagal berusaha pasti jadi sedih, marah dan kecewa. Tapi, apa yang terjadi pada otak saat mengalami kegagalan hidup, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Menghadapi Gejolak Emosi Setelah Divonis HIV

Tentunya tidak mudah menerima kenyataan bahwa Anda didiagnosis mengidap HIV oleh dokter. Tapi Anda tak boleh bermuram durja. Begini cara mengatasinya.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Penyebab Orang Merasa Takut Terhadap Kegagalan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020
mengendalikan emosi terhadap pasangan

Agar Tidak Mudah Tersulut, Begini 5 Cara Mengendalikan Emosi Terhadap Pasangan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 07/09/2019
rasa bersalah setelah selingkuh

Cara Bijak Mengatasi Rasa Bersalah Setelah Selingkuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2019
cara meredam emosi

5 Kunci Meredam Emosi dengan Cepat, Tepat, dan Tanpa Urat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/10/2018