Susah Tidur di Malam Hari Akibat Depresi? Ini Berbagai Kiat Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Depresi adalah gangguan suasana hati yang disertai dengan gejala emosional dan fisik yang mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Semua orang mengalami depresi secara berbeda. Beberapa orang mungkin mengalami peningkatan gejala depresi pada malam hari. Depresi malam hari juga dapat membuat atau memperburuk insomnia, dengan membuat Anda terjaga lebih lama atau membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.

Penyebab depresi malam hari

Ada sejumlah penyebab yang bisa mengakibatkan depresi malam hari muncul.

Salah satu penyebab umum adalah kurangnya aktivitas di malam hari. Pada siang hari, Anda bisa menyibukkan diri dengan pekerjaan, sekolah, atau kegiatan sosial lainnya. Namun, pada malam hari, ketika Anda tidur, tidak ada apa pun kecuali Anda dan pikiran Anda.

Para peneliti telah meneliti hal-hal lain yang dapat meningkatkan gejala depresi malam hari. Menurut penelitian pada hewan, cahaya terang (terutama biru dan putih) di malam hari tidak hanya membuat Anda terjaga, tetapi juga dapat meningkatkan gejala depresi.

Dalam penelitian ini, bahkan memiliki TV di ruang gelap meningkatkan kadar kortisol hewan dan menciptakan perubahan pada hippocampus, yang keduanya dapat meningkatkan gejala depresi.

Diduga  juga hal ini terjadi karena jam biologis Anda terganggu. Gejala depresi bisa sangat mudah muncul dan memburuk. Satu penelitian menemukan bahwa terlalu sering dan lama terkena cahaya di malam hari, bisa mengganggu jam biologis serta menyebabkan suasana hati memburuk.

Bagaimana cara mengatasi depresi malam hari?

Ada berbagai cara untuk mengatasi depresi yang terjadi atau mengurangi gejala depresi malam hari. Untuk gejala depresi, terlepas dari waktu saat munculnya, Anda harus mempertahankan rencana perawatan yang diresepkan oleh dokter Anda. Hal ini termasuk minum obat dengan teratur, bahkan ketika Anda merasa baik-baik saja.

Jika Anda baru saja mengalami gejala depresi atau Anda tidak sedang menjalani pengobatan, Anda harus segera menemui dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis dan membantu Anda menemukan perawatan yang tepat untuk Anda.

Untuk mengelola depresi malam hari, Anda dapat mempertimbangkan untuk mencoba beberapa cara ini untuk membantu memperbaiki gejala.

  • Bersantai setidaknya dua jam sebelum tidur. Ini memungkinkan tubuh Anda mulai melambat dan bersiap-siap untuk tidur. Tidur yang baik penting untuk kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan
  • Lakukan aktivitas penghilang stres. Kegiatan yang menenangkan yang menghilangkan stres seperti yoga dan meditasi dapat membantu Anda menghilangkan stres sebelum tidur.
  • Hindari layar terang. Cobalah untuk tidak melihat layar terang setidaknya selama dua jam sebelum tidur, dan gunakan lampu yang remang-remang.
  • Batasi konsumsi alkohol dan kafein. Kedua hal ini dapat meningkatkan gejala depresi. Kafein di siang hari juga dapat mengganggu tidur Anda.
  • Tetapkan jadwal tidur. Pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  • Lakukan rutinitas tidur. Sertakan kegiatan santai seperti membaca atau mandi sebelum tidur. Menonton berita bukanlah rutinitas yang santai.
  • Olahraga rutin. Olahraga membantu meredakan depresi dan dapat membuat Anda lelah, sehingga menyebabkan tidur nyenyak.
  • Keluarlah di bawah sinar matahari setiap pagi. Ini membantu Anda mengatur jam biologis Anda.
  • Bangunlah jika Anda tidak bisa tidur. Jangan hanya berbaring di tempat tidur memandangi langit-langit, bangun dari tempat tidur dan lakukan aktivitas yang tenang untuk sementara waktu sampai Anda merasa lelah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 01/06/2020 . 6 menit baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 menit baca

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Hidup dengan depresi memang tidak mudah, namun berikut adalah perubahan kecil untuk gaya hidup Anda yang bisa bantu mengurangi gejalanya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 15/02/2020 . 4 menit baca

Masalah Psikologis Transgender: Depresi hingga Penyalahgunaan Obat

Transgender adalah salah satu kelompok yang paling rentan mengalami masalah psikologis akibat tekanan sosial. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 14/02/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 6 menit baca