Waspada Hipertermia, Kepanasan Ekstrem yang Bukan Sekadar Kegerahan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Suhu tubuh panas identik dengan gejala demam. Akan tetapi, peningkatan suhu tubuh yang terjadi tiba-tiba dan tidak wajar bisa disebabkan oleh hipertermia. Hipertemia harus diwaspadai, terutama bagi orang-orang yang bermukim di negara-negara beriklim panas, seperti Indonesia. Hipertermia adalah kondisi yang bisa berujung fatal jika tidak cepat ditangani.

Hipertermia adalah suhu tubuh panas yang tidak wajar

Hipertermia bukan kepanasan atau kegerahan biasa. Hipertermia adalah kondisi suhu inti tubuh yang meningkat tajam dan terjadi tiba-tiba dalam waktu singkat, tapi tubuh Anda tidak mampu atau tidak punya cukup waktu untuk berkeringat mendinginkan diri.

Suhu tubuh panas akibat hipertermia biasanya terjadi akibat paparan suhu panas dari lingkungan sekitar di luar batas toleransi tubuh, misalnya saat cuaca sedang terik luar biasa. Hipertermia juga bisa dipicu oleh kelelahan akibat aktivitas fisik berat sehingga menaikkan suhu inti tubuh, seperti olahraga di siang hari dalam waktu lama.

Hipertermia rentan dialami oleh orang yang bekerja di suhu panas, seperti nelayan, petani, pemadam kebakaran, pekerja las, pekerja pabrik, atau bahkan kuli bangunan.

Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga rentan menyebabkan Anda terkena sengatan panas. Misalnya, obat jantung dan obat diuretik. Dua obat ini bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri melalui keringat. Orang-orang yang memiliki hipertensi dan sedang menjalani diet rendah garam pun berisiko terkena hipertermia.

Tanda-tanda dan gejala hipertemia

Hipertermia seringkali disertai dengan gejala dehidrasi. Pada umumnya, berikut adalah sejumlah gejala umum yang bisa timbul ketika Anda mengalami hipertemia:

  • Pusing
  • Lelah
  • Mual, muntah, atau diare
  • Haus
  • Sakit kepala
  • Kebingungan (susah fokus/sulit berkonsentrasi)
  • Urine berwarna gelap (tanda dari dehidrasi)
  • Kram otot tungkai, lengan, atau perut
  • Warna kulit pucat
  • Berkeringat berlebihan
  • Detak jantung cepat
  • Ruam merah benjol di kulit
  • Tangan, betis, atau pergelangan kaki membengkak (gejala edema)
  • Pingsan

Kondisi suhu tubuh panas ekstrem ini tidak boleh diabaikan. Jika tidak ditangani dengan tepat, hipertermia bisa berkembang menjadi heat stroke, yang dapat merusak otak dan organ vital lainnya. Heat stroke bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Bagaimana cara menangani hipertermia?

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala hipertermia, penting untuk segera keluar dari area panas tersebut dan beristirahat di kamar ber-AC atau di tempat yang sejuk dan teduh.

Setelahnya, perbanyak minum cairan untuk mengembalikan kadar elektrolit tubuh, tapi hindari kafein dan alkohol. Lepaskan pakaian yang ketat dan ganti dengan pakaian tipis yang bisa menyerap keringat dengan baik, misalnya dari katun.

Lakukan tindakan pendinginan seperti setel kipas angin atau kompres handuk dingin di titik nadi, seperti di leher, bawah ketiak, dan siku dalam. Boleh juga untuk mandi air dingin.

Jika tindakan tersebut gagal dalam waktu 15 menit atau suhu tubuh panas hingga mencapai 40 derajat Celcius, cari bantuan medis darurat. Kondisi seperti ini rentan berlanjut menjadi heat stroke.

Setelah Anda pulih dari hipertermia, kemungkinan besar Anda akan lebih sensitif terhadap suhu tinggi selama beberapa minggu berikutnya. Maka sebaiknya hindari terlalu lama beraktivitas fisik saat cuaca terik dan absen dulu berolahraga sampai dokter memberikan lampu hijau untuk Anda melanjutkan aktivitas normal.

Bagaimana mencegah kondisi agar hipertermia tidak terjadi?

Langkah pertama dalam mencegah hipertermia adalah mengenali risiko dan gejalanya. Ini bisa saja terjadi jika Anda bekerja atau sering berada di situasi dan konsisi yang bersuhu panas.  Ada baiknya lakukan beberapa tindak pencegahan berikut:

  • Bila sering berada di lingkungan panas, istirahatlah di tempat yang sejuk atau ber-AC
  • Jangan panas-panasan di luar rumah kalau tidak ada keperluan. Melindungi diri dari panas lebih baik daripada terserang hipertermia
  • Tetap cukupi asupan cairan tubuh sebanyak mungkin. Minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit setiap 15 sampai 20 menit bisa membantu mencegah Anda dehidrasi.
  • Pakailah pakaian yang menyerap keringat saat berada di luar atau cuaca yang panas. Pakai topi untuk menghalangi sinar terik matahari mengguyur wajah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit