home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Kaki Terasa Panas di Malam Hari

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Kaki Terasa Panas di Malam Hari

Beberapa orang mungkin sering mengeluhkan kaki mereka terasa panas di malam hari, meski sedang di ruangan ber-AC. Anda salah satunya? Rasa panas di telapak kaki juga biasanya dibarengi dengan rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum atau kesemutan, yang bisa membuat Anda sulit tidur nyenyak. Jangan sepelekan kaki yang terasa panas. Berikut beberapa penyebab kaki terasa panas di malam hari.

Penyebab kaki terasa panas di malam hari

Berikut beberapa penyebabnya:

1. Neuropati diabetik

Neuropati diabetes merupakan komplikasi diabetes, yang disebabkan oleh kerusakan saraf akibat tingginya kadar gula darah. Seiring dengan sensasi seperti terbakar, gejala lainnya meliputi nyeri seperti terkena benda tajam, kesakitan, kesemutan, dan mati rasa.

Berjalan kaki dapat terasa sangat menyakitkan dan Anda mungkin akan kesakitan hanya karena sentuhan lembut. Rasa sakitnya pun bisa semakin memburuk seiring waktu dan dapat menyebar sampai kaki atau lengan Anda.

2. Sedang hamil

Wanita yang sedang hamil mungkin mengalami kaki panas akibat perubahan hormon yang meningkatkan suhu tubuh. Peningkatan beban tubuh yang bertumpu pada kaki juga dapat menyebabkan kaki terasa panas serta kesemutan selama hamil.

3. Menopause

Menopause dapat menyebabkan perubahan hormon yang menyebabkan meningkatnya suhu tubuh dan kaki panas. Kebanyakan wanita mengalami menopause antara usia 45 dan 55 tahun.

4. Kurap (Athlete‘s foot)

Kurap alias athlete’s foot (infeksi tinea pedis) adalah infeksi jamur yang menyerang kaki. Biasanya infeksi lebih sering ditemukan pada sela-sela jari kaki, namun bisa juga ada di punggung atau telapak kaki. Kurap dapat menyebabkan kaki terasa panas seperti terbakar pada area yang terinfeksi. Selain itu, kurap ditandai dengan adanya kulit pecah-pecah dan bintil berisi cairan yang terasa amat gatal.

5. Sedang menjalani kemoterapi

Efek samping kemoterapi bisa mengakibatkan kerusakan saraf. Jika kerusakan saraf terjadi di kaki, mungkin kaki Anda akan terasa panas seperti terbakar dan kesemutan.

6. Uremia

Uremia merupakan komplikasi dari penyakit ginjal kronis. Ini terjadi akibat kerusakan pada ginjal sehingga ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik. Ginjal tidak lagi mampu mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui urine sehingga racun berakhir di aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan neuropati perifer, yang mengakibatkan kaki kesemutan dan terasa seperti terbakar.

7. Konsumsi alkohol berlebihan

Mengkonsumsi terlalu banyak alkohol dapat merusak saraf perifer Anda dan menghasilkan kondisi yang disebut neuropati alkoholik. Nutrisi tertentu diperlukan untuk fungsi saraf yang tepat. Alkohol dalam tubuh mengganggu tingkat nutrisi ini di dalam tubuh, dan dapat menyebabkan kerusakan fungsi saraf yang tepat.

8. Chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy (CIDP)

CIDP adalah kelainan sistem saraf yang menyebabkan saraf meradang dan membengkak. Peradangan ini menghancurkan mielin yang melapisi dan melindungi serabut saraf. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan atau sensasi terbakar di kaki, juga tangan.

9. Vaskulitis

Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh. Perubahan yang bisa terjadi pada dinding pembuluh darah adalah penebalan, pelemahan, penyempitan, dan munculnya bekas luka. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit, kesemutan, dan kerusakan jaringan.

10. Sarkoidosis

Sarkoidosis adalah kondisi di mana munculnya kumpulan sel-sel inflamasi atau granuloma yang tersebar di bagian tubuh yang berbeda-beda. Sarkoidosis dapat muncul hingga bertahun-tahun dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh terkait. Jika kulit atau sistem saraf terkena, kaki bisa terbakar atau terasa panas.

11. Penyebab lainnya

  • Terpapar logam berat (timbal, merkuri, arsenik). Jika cukup banyak logam yang menumpuk di tubuh akan menjadi beracun sehingga menggangu fungsi saraf.
  • Penyakit Charcot-Marie-Tooth (CMT): Kelainan saraf perifer yang diwariskan.
  • HIV/AIDS.
  • Kekurangan nutrisi
  • Hipotiroidisme, kondisi tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroid, sehingga menyebabkan kerusakan saraf.
  • Eritromelalgia.
  • Guillain-Barré Syndrome (GBS), penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sistem saraf perifer sehat.
  • Sindrom tarsal tunnel.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Burning Feet https://www.webmd.com/pain-management/burning-feet-causes-treatments#1 diakses 12 Desember 2017.

What you need to know about hot feet https://www.medicalnewstoday.com/articles/319911.php diakses 12 Desember 2017.

Why Are My Feet Hot? https://www.healthline.com/health/hot-feet#causes diakses 12 Desember 2017.

Burning Feet: Causes https://www.mayoclinic.org/symptoms/burning-feet/basics/causes/sym-20050809 diakses 12 Desember 2017.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 19/01/2021
x