backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Gigitan Laba-Laba, Ini Gejala dan Bahaya yang Harus Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 06/01/2023

Gigitan Laba-Laba, Ini Gejala dan Bahaya yang Harus Diwaspadai

Sebagian orang mungkin pernah mengalami gigitan serangga, tapi pernahkah Anda digigit laba-laba? Nah, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat mengalami gigitan laba-laba. 

Apakah digigit laba-laba berbahaya?

Kebanyakan laba-laba tidak berbahaya dan jarang menggigit manusia. Namun, semua laba-laba membuat bisa (racun).

Bahkan jika sebagian besar laba-laba memang menggigit, taringnya terlalu kecil atau lemah untuk menusuk kulit manusia. 

Gigitan mereka mungkin meninggalkan luka gigitan hewan yang merah dan gatal. Luka ini bisa sembuh dalam waktu seminggu atau lebih.

Sementara itu, laba-laba yang berhasil menggigit kulit akan memasukkan bisa yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

Tahukah Anda?

Laba-laba sebenarnya adalah arachnida, bukan serangga. Semua arakhnida memiliki delapan kaki. Hewan ini berada di kelas yang sama dengan kalajengking, tungau, dan kutu. 
Laba-laba memiliki fungsi vital bagi kesimbangan ekosistem dengan memakan serangga yang dapat merusak tanaman atau hama.

Tanda dan gejala digigit laba-laba

terkena gigitan laba-laba

Gejala gigitan laba-laba bervariasi tergantung jenis laba-laba. Biasanya, bekas gigitan laba-laba akan terlihat seperti gigitan serangga.

Sementara itu, gigitan laba-laba yang tidak berbahaya biasanya tidak menimbulkan gejala lain. 

Gejala digigit laba-laba yang umum terjadi antara lain:

  • gatal atau ruam,
  • nyeri menjalar dari tempat gigitan,
  • nyeri otot atau kram,
  • warna kemerahan hingga keunguan atau melepuh di bekas gigitan,
  • sering berkeringat,
  • sulit bernafas,
  • sakit kepala,
  • mual serta muntah, dan
  • demam,
  • panas dingin,
  • kecemasan atau kegelisahan, dan
  • tekanan darah tinggi

Namun, gigitan beberapa laba-laba, seperti laba-laba black widow (Latrodectus mactans) dan laba-laba pertapa cokelat (Loxosceles reclusa), dapat menyebabkan tanda dan gejala yang serius.

Berikut tanda dan gejala dari digigit laba-laba yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius.

1. Gejala digigit laba-laba black widow

Gigitan laba-laba janda dapat menimbulkan gejala berikut ini.

  • Kemerahan, nyeri dan bengkak, yang bisa menyebar ke perut, punggung, atau dada.
  • Kram otot, kekakuan, atau kram yang parah.
  • Mual, muntah, tremor atau berkeringat.

Gejala dapat berlangsung 1 – 3 hari.

2. Gejala digigit laba-laba pertapa cokelat

Gigitan laba-laba pertapa cokelat dapat mengakibatkan gejala berikut ini.

  • Sakit selama delapan jam pertama setelah gigitan.
  • Demam, menggigil, dan nyeri tubuh.
  • Luka gigitan bagian tengahnya berwarna pucat berubah menjadi biru tua atau ungu.
  • Luka gigitan yang tumbuh menjadi luka terbuka (borok).
  • Apa yang harus dilakukan ketika digigit laba-laba?

    Kebanyakan gigitan laba-laba biasanya sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu.

    Gigitan laba-laba pertapa cokelat mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, dan terkadang meninggalkan bekas luka.

    Pertolongan pertama atau perawatan gigitan laba-laba meliputi langkah-langkah berikut.

    • Bersihkan luka gigitan dengan sabun lembut dan air. 
    • Berikan kompres dingin di atas gigitan selama 15 menit setiap jam. 
    • Gunakan kain bersih yang dibasahi air atau diisi es. Ini membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
    • Tinggikan area yang terkena gigitan laba-laba.
    • Oleskan salep antibiotik tiga kali sehari untuk membantu mencegah infeksi.
    • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas sesuai kebutuhan.
    • Jika area yang terkena terasa gatal, beri antihistamin, seperti diphenhydramine atau certirizine.

    Sementara itu, perawatan lebih lanjut yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut.

    • Amati bekas gigitan jika tanda-tanda memburuk atau terjadi infeksi. 
    • Anda mungkin memerlukan antibiotik jika gigitan berkembang menjadi luka terbuka atau terinfeksi.
    • Untuk nyeri dan kejang otot, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda nyeri, pelemas otot, atau keduanya. 
    • Anda mungkin juga membutuhkan suntikan tetanus.

    Sebagian besar laba-laba memang tidak berbahaya, Anda perlu berhati-hati dengan beberapa jenis laba-laba tertentu.

    Pasalnya, gigitannya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

    Segera dapatkan pertolongan darurat medis jika Anda mengalami gejala serius setelah digigit oleh laba-laba atau jenis serangga lainnya.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 06/01/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan