Perlukah Wanita Mencukur Bulu Kemaluan Secara Rutin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan adalah pilihan pribadi setiap wanita. Ada wanita yang lebih suka membiarkan rambut area kewanitaannya tumbuh secara alami, ada pula yang lebih nyaman setelah mencukurnya. Lantas, mana pilihan yang lebih tepat untuk menjaga kenyamanan sekaligus kesehatan organ intim? 

Perlukah Anda mencukur bulu kemaluan?

Seperti rambut di kepala Anda, rambut yang tumbuh di kemaluan juga memiliki kegunaan tersendiri. Fungsi utama rambut kemaluan adalah mengurangi gesekan ketika berhubungan seksual serta mencegah infeksi bakteri, jamur, maupun mikroba lain.

Tumbuhnya bulu kemaluan juga menjadi tanda bagi anak yang mencapai masa pubertas. Setelah puber, beberapa orang mungkin akan memiliki rambut di area kelamin yang lebih lebat. Hal ini sangat lumrah dan ditentukan oleh kondisi hormon masing-masing.

Perlu atau tidaknya mencukur bulu kemaluan bergantung pada diri sendiri. Secara umum, ada beberapa alasan seorang wanita mencukur rambut kemaluan, di antaranya:

  • Pilihan dan rutinitas pribadi. Beberapa orang dengan sendirinya lebih suka atau sudah terbiasa mencukur bulu kemaluan.
  • Menyenangkan pasangan. Pada penelitian yang dimuat dalam The Journal of Sexual Medicine, sebagian besar laki-laki lebih menyukai jika pasangannya mencukur bulu kemaluan.
  • Pola pikir yang telah terbentuk pada masyarakat. Rambut di area kewanitaan dianggap menurunkan daya tarik.
  • Keyakinan bahwa mencukur rambut kemaluan dapat meningkatkan sensitivitas organ intim saat berhubungan seksual.

Walaupun terdapat banyak alasan untuk mencukur bulu kemaluan, Anda tidak perlu melakukannya apabila tidak ingin. Anda juga tidak harus membabat habis bulu kemaluan jika sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini.

Mana yang lebih besar manfaat dan risikonya?

mencukur bulu vagina

Mencukur bulu kemaluan dapat memberikan manfaat dalam kondisi tertentu. Misalnya, Anda memiliki bulu kemaluan yang lebat sehingga terasa mengganggu. Atau, Anda merasa lebih percaya diri saat berhubungan intim setelah kemaluan bersih dari rambut.

Namun, pada dasarnya tak ada manfaat medis yang dapat Anda peroleh dari mencukur bulu kemaluan. Meski membuat Anda merasa lebih nyaman, mencukur bulu kemaluan juga bisa menghilangkan fungsinya bagi kesehatan organ intim.

Ketika dicukur, lapisan kulit pada area organ intim yang halus dan sensitif tidak lagi terlindung dari gesekan saat berhubungan seksual.

Organ intim pun lebih rentan terkena infeksi karena tidak ada lagi yang menghalangi masuknya mikroba.

Selain itu, Anda pun perlu betul-betul memahami cara mencukur bulu kemaluan yang aman jika ingin terhindar dari berbagai efek sampingnya, seperti:

Jika Anda mencari cara terbaik menjaga kesehatan organ intim, tetaplah membiarkan rambut kemaluan tumbuh secara alami. Bersihkan secara rutin menggunakan air setiap mandi tanpa menggunakan sabun mandi karena dapat mengubah pH alami organ intim.

Bagi Anda yang perlu mencukur bulu kemaluan demi kenyamanan, gunakan alat yang bersih dan krim yang tidak memicu iritasi. Cukup bercukur setiap 2-4 minggu sekali karena yang terpenting bukanlah seberapa sering Anda mencukur, melainkan cara mencukur yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mencegah Iritasi Kulit Akibat Mencukur Bulu Vagina

Iritasi kulit (razor burn) akibat mencukur muncul karena kurang kehati-hatian. Bagaimana cara mencegah razor burn saat mencukur area sensitif ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 20 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit

7 Cara Mengatasi Razor Burn, Iritasi yang Muncul Setelah Mencukur Bulu Vagina

Mencukur bulu vagina boleh saja dilakukan, asal hati-hati agar tidak iritasi atau luka. Kalau sudah iritasi, bagaimana cara menanganinya? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Haruskah Mencukur Rambut Kemaluan Sebelum Melahirkan?

Sering mendengar di forum diskusi bahwa Anda harus mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan? Apakah ini memang benar diperlukan? Cai tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Kehamilan 5 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Tips Mencegah Gatal Sehabis Mencukur Rambut Kemaluan

Gatal sehabis mencukur rambut kemaluan pastinya sudah biasa dialami. Nyatanya ada cara untuk mencegah dan mengobati gatal tersebut. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Mei 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah iritasi mencukur ketiak

5 Tips Mencegah Iritasi Pada Ketiak Setelah Bercukur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
cara bercukur yang benar

Dari Ketiak Hingga Rambut Kemaluan, Ini Cara Bercukur yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 6 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
fungsi bulu kemaluan

Jangan Terlalu Sering Dicukur, Ini Fungsi Bulu Kemaluan Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28 November 2019 . Waktu baca 3 menit
manfaat bahaya mencukur bulu kemaluan

Mencukur Atau Membiarkan Bulu Kemaluan? Kenali Dulu Manfaat dan Bahayanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2019 . Waktu baca 3 menit