Apa yang Akan Terjadi Saat Anda Mengalami Infeksi Vagina?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Infeksi vagina atau bisa disebut dengan vaginitis, umumnya terjadi akibat adanya parasit, bakteri, jamur atau ragi pada alat kelamin Anda. Jika vagina Anda terinfeksi, hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian kewanitaan.

Maka dari itu, infeksi pada vagina tidak bisa didiamkan begitu saja. Karena jika demikian, infeksi dapat menyebar ke kondisi kesehatan yang lebih serius. Ketahui ciri-ciri, kondisi dan gejala apa ketika mengalami infeksi vagina Anda di penjelasan di bawah ini.

Pengaruh infeksi pada vagina, berdasarkan jenisnya

1. Ketika vagina Anda terkena penyakit kelamin

Penyakit kelamin atau penyakit menular seksual (PMS) lainnya seperti herpes, kutil di vagina, dan trikomoniasis, bisa menyebabkan vagina menjadi iritasi, gatal, keluar keputihan, dan sedikit berbau. Namun, tidak semua penyakit kelamin atau infeksi vagina mengalami gejala-gejala tersebut.

Pasalny,a ada penyakit menular seksual lainnya, seperti gonore, yang tidak selalu memiliki gejala. Tapi, tidak dipungkiri juga ada kemungkinan Anda mengalami rasa sakit dan terbakar saat Anda buang air kecil.

Penyakit kelamin pada dasarnya membutuhkan jenis pengobatan yang khusus. Seperti misalnya, penyakit trikomoniasis yang terjadi bukan disebabkan oleh jamur, namun disebabkan oleh bakteri. Untuk mengobatinya, Anda biasanya diharuskan minum antibiotik dengan dosis yang tepat guna melawan bakteri penyebab penyakit.

2. Ketika vagina terkena bakteri vaginosis

Bakteri vaginosis (BV) merupakan salah satu infeksi vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri jahat yang terlalu tinggi. Tidak ada gejala atau ciri khusus jika Anda mengalami infeksi ini. Namun, vagina Anda bisa mengalami kondisi gatal kemerahan, mengeluarkan keputihan dan bahkan berbau amis. Jika Anda memiliki infeksi bakteri vaginosis, dokter mungkin meresepkan antibiotik oral seperti metronidazol atau tinidazol.

3. Ketika vagina Anda terkena alergi

Alergi pada vagina bisa disebabkan oleh produk tertentu atau bahan celana dalam yang bisa menimbulkan alergi. Alergi pada vagina bisa mengalami gatal kemerahan, iritasi dan bahkan lecet jika alergi dibiarkan tertentu. Kondisi kulit tertentu juga bisa menyebabkan gatal dan gejala lainnya. Kadang alergi vagina bisa diobati dengan salep steroid seperti hidrokortison.

4. Ketika wasir memengaruhi daerah vagina

Wasir merupakan pembuluh darah vena yang membengkak dan meradang di sekitar anus atau rektum bawah. Terkadang wasir juga memengaruhi daerah vagina dengan timbulnya rasa gatal. Kondisi wasir ini kadang akan menyebabkan vagina terasa sakit, bengkak dan berwarna kemerahan di luarnya. Jika ingin mengobati rasa sakit pada vagina, ada baiknya Anda mengobati wasir terlebih dahulu.

5. Ketika tubuh kekurangan hormon estrogen, memengaruhi vagina Anda

Seiring bertambahnya usia, kadar estrogen dalam tubuh wanita akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada tubuh Anda, terutama pada bagian vagina. Hal itu bisa menyebabkan gejala tidak nyaman seperti gatal dan mengeluarkan keputihan.

Bagaimana cara mengobati infeksi vagina?

Kondisi jika vagina Anda terinfeksi mungkin akan terasa gatal, iritasi di luar atau bagina dalam vagina, serta akan sering keluar keputihan. Dalam banyak kasus, infeksi pada vagina biasanya akan diobati dengan pengobatan antijamur atau antibakteri. Namun selebihnya, kondisi vagina yang terinfeksi diobati oleh dokter secara berbeda-beda, tergantung penyebabnya.

Cegah infeksi dengan menjaga kesehatan dan kebersihan vagina

Meski demikian, Anda masih bisa mencegah infeksi pada vagina terjadi. Penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan vagina dimulai dari rajin mengganti celana dalam setiap 2 sampai 3 kali sehari. Lalu, cobalah makan makanan probiotik, hal itu bagus untuk guna mendukung bakteri baik pada kewanitaan Anda.

Anda juga bisa menggunakan produk pembersih kewanitaan yang mengandung povidone-iodine untuk mencegah infeksi vagina, terutama saat sedang menstruasi. Dan tidak lupa juga untuk mengganti pembalut secara rutin. Dengan turut menjaga kesehatan dan kebersihan vagina, niscaya Anda pun akan terhindar dari bakteri, jamur dan ragi yang hinggap di vagina Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca